Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
nggak sayang (69)


__ADS_3

"Ris kamu nggak apa apa kan?". tanya dokter Yuda mendekat kewajah Risana yang semakin ketakutan


"pergi Yud, pergi sekarang". teriak Monica histeris


Yuda tahu emosi Risana sedang tidak stabil, perlahan ia menjauh dari Risana, segera keluar menuju arah pintu. sesekali ia melihat kearaha Risana ia tidak ingin Risana mendapat tekanan dan akan berpengaruh dengan kehamilannya.


Monica yang tahu Yuda akan keluar segera berlari meninggalkan ruangan Risana. ia bersembunyi dengan membuka pintu ruangan sebelahnya, yang ternyata ada keluarga pasien yang sedang menunggu.


semua mata memandang aneh kearah Monica, dengan senyum malu Monica segera keluar dari ruangan tersebut dan berjalan perlahan memikirkan kejadian yang ia lihat tadi.


"aku baru tahu Yuda bisa marah sampe kayak gitu". gumamnya lirih sambil terus menyusuri lorong rumah sakit


"jadi Risana hamil?". gumamnya lagi


"bagus deh, biar Yuda nggak ngarepin terus. lagian kenapa sih tu cewek masih selamat dari kecelakaan, harusnya kan mati". gumam Monica berjalan menuju ruangan Yuda


"video ini akan aku share nanti kalo udah waktu nya, biar lebih seru". ucap Monica tertawa cekikikan


setelah berjalan menyusuri lorong rumah sakit, akhirnya Monica sampai di ruangan Yuda, perlahan Monica membuka pintu dan masuk ke ruangan dokter Yuda. ia nampak sedikit semangat ingin menghibur dan mendapatkan cintanya dokter Yuda


Monica melihat sekeliling ruangan, nampak dokter Yuda tengah duduk dikursinya menghadap jendela. melamun dengan tatapan mata yang kosong. melihay Yuda melamun Monica segera menghampiri Yuda ke tempatnya.


"Yud, ini makan siang buat kamu". ucap Monica mendekat ke arah dokter Yuda


"taruh situ saja Nic". ucap dokter Yuda tak bersemangat


"hey hey ada apa dengan kamu Yud, kenapa terlihat lesu?". tanya Monica mendekati dokter Yuda lalu duduk di pangkuan dokter Yuda


"lagi banyak pikiran Nic". ucap dokter Yuda tanpa menatap Monica


"kenapa lagi Yud, setiap aku kesini pasti lagi banyak pikiran". ucap Monica mengusap pipi Yuda mesra

__ADS_1


Monica mencoba menenangkan Yuda, ia memeluknya dengan mesra, mendekap erat memberi kehangatan. perlahan Monica menatap mata Yuda dengan senyum manisnya, mendekati bibir Yuda, menciuminya dengan lembut.


tak ada penolakan dari Yuda, ia malah semakin menikmatinya. Yuda mulai hanyut dalam ciuman Monica, mereka saling berbalas hingga memanas, tapi seketika Yuda mendorong tubuh Monica melepaskan ciumannya.


Yuda bergegas berdiri, melepaskan jas kebanggaan nya di sofa, tanpa menatap Monica ia berjalan keluar seraya meminta maaf kepada Monica


"maaf Nic. aku harus pergi". ucap Yuda berjalan agak cepat menuju pintu keluar


Monica hanya mematung melihat kepergian Yuda, ia tak habis pikir akan ditinggal begitu saja setelah ciuman panasnya.


"aarrghh". teriak Monica kesal karena perlakuan semena mena Yuda


Yuda semakin cepat melangkahkan kakinya, sepanjang lorong rumah sakit tak ada petugas yang di gubrisnya, ia berjalan terus hingga sampai di parkiran mobil.


Yuda terus saja berjalan kearah mobilnya tanpa memperdulikan dokter Noval yang dari tadi memanggil manggil namanya. dengan kecepatan tinggi Yuda melajukan mobilnya


tanpa tujuan dan arah yang pasti ia terus melajukan mobilnya. dalam hati dan pikirannya kosong tidak tau apa yang harus di lakukannya sekarang. Yuda hanya terus melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan yang pasti.


jauh mengemudi Yuda akhirnya sampai pada sebuah tempat yang dulu pernah ia dan Risana kunjungi. sebuah bukit yang indah dengan pemandangan yang masih asri, ia mulai mengenang kebersamaan nya dengan Risana dulu.


nampak Yuda duduk pada sebuah kursi panjang menatap pemandangan nan hijau segar. Yuda mengungkapkan semua rasa rindunya disini, masa dimana Risana masih menjadi miliknya.


"Ris aku rindu kamu, aku rindu kebersamaan kita ris. aku rindu semua saat bersama kamu. semua tentang kamu Ris". gumamnya lirih menatap pemandangan yang ada di depannya


"salah aku apa Ris, sampai kamu nyakitin aku kayak gini. aku cinta kamu Ris, sakit rasanya harus menerima kenyataan kamu ninggalin aku, dan menikah dengan laki laki lain. selama ini aku berusaha kuat, berusaha tegar menyikapi ini semua. tapi hati ku nggak bisa aku pungkiri, jika sampai sekarang aku masih mencintai mu".


aaaaarrrrgghhhhh


teriak Yuda dengan kencangnya, melepaskan semua bebannya selama ini. air matanya menetes dengan derasnya, ini pertama kalinya seorang Yuda Pratama menangisi seorang wanita.


hingga larut malam Yuda tak kunjung pulang, membuat mamah dan papah nya merasa khawatir. mamah Wijaya sudah mencoba menghubungi Yuda, namun nomornya di luar jangkauan. kemudian papah Wijaya mencoba menghubungi Noval, karena biasanya Yuda pergi dengan Noval dan kata Noval, Yuda sudah balik dari rumah sakit sejak tadi siang.

__ADS_1


"Hallo Val". ucap om Wijaya


"iya Om, ada apa tengah malam gini telfon?". ucap dokter Noval dengan suara khas bangun tidur


"apa Yuda lagi sama kamu Val?". tanya om Wijaya cemas


"nggak ada om, Yuda udah balik dari tadi siang, memangnya kenapa om?". tanya dokter Noval penasaran


"sampe sekarang Yuda belum ada pulang Val, tante kamu khawatir. sudah dihubungi dari tadi tapi di luar jangkauan terus". jelas om Wijaya dengan kecemasan nya


"aku coba tanyain sama temen temennya Yuda om. sebentar ya om". ucap dokter Noval memutus sambungan telepon nya


seisi rumah Yuda di buat panik dengan kehilangam dirinya. sampai jam empat subuh Yuda belum juga pulang hingga membuat mamah Wijaya semakin cemas.


sedangkan dokter Noval dari semalaman menghubungi teman Yuda satu persatu, namun, semua jawabannya sama, tidak ada yang tahu keberadaan Yuda. semua anak buah om Wijaya juga di kerahkan untuk mencari keberadaan Yuda, namun sama hasilnya nihil.


di ambang rasa cemas yang tinggi membuat om Wijaya dan mamah Wijaya memutuskan mencari sendiri dimana Yuda berada. saat akan keluar gerbang terlihat mobil Yuda juga memasuki pintu gerbang.


mamah Wijaya nampak sedikit lega dengan kepulangan Yuda, segera mamah Wijaya menghampiri Yuda di dalam kemudinya, membuka pintu mobil dan segera memeluk anak semata wayangnya.


"sayang kamu dari mana saja, mamah sama papah sangat khawatir sama kamu". ucap mamah Wijaya memeluk Yuda didalam mobil


namun tak ada jawaban dari Yuda, karena ternyata Yuda sangat mabuk berat hingga tak sadarkan diri. meskipun dalam kondisi mabuk namun Yuda tetap fokus berkendara hingga sampai dirumah.


melihat Yuda pingsan mamah Wijaya semakin menangis histeris takut Yuda kenapa kenapa. segera Yuda di bawa kekamarnya di temani mamah Wijaya. mengkompres dahi Yuda dengan handuk hangat yang sesekali di celupkan lagi ke air agar selalu tetap hangat.


saat ini badan Yuda panasnya sangat tinggi, sesekali ia mengigau memanggil nama Risana. mamah Wijaya yang mendengar nama Risana mulai bertanya tanya siapa Risana.


"apa karena Risana kamu jadi gini sayang. kenapa kamu nggak sayang sama badan kamu sendiri, padahal kamu seorang dokter yang tau akan bahaya alkohol". gumam mamah Wijaya lirih menatap wajah Yuda yang memerah


mamah Wijaya mencoba mencari tahu tentang Risana dari handphone Yuda. mamah menemukan foto foto dan video kebersamaan antara Yuda dan Risana, dan juga pesan percakapan yang masih rapi Yuda simpan.

__ADS_1


"jadi ini yang namanya Risana?. maaf sayang selama ini mamah kurang perhatian sama kamu, mamah hanya perhatian sama kakak kamu. sehingga hubungan kamu sama mamah kurang dekat". gumam lirih mamah Wijaya mentap wajah Yuda


selama ini Yuda sudah berusaha memperkenalkan Risana dengan orangtua Yuda, namun, Risana selalu menolaknya. dengan alasan belum siap bertemu dengan keluarga Yuda. padahal yang sebenarnya Risana belum mau di perkenalan dengan orangtua Yuda karena Risana sama sekali tidak mencintai Yuda dan takut jika nanti disuruh segera menikah.


__ADS_2