
"kenapa kamu tidak mencintai ku Yud. padahal aku sudah berusaha membuat mu jatuh cinta dengan ku". gumam dalam hati Monica yang kecewa karena ternyata selama ini Yuda tidak mencintai nya
padahal selama ini Monica selalu berusaha mendekati Yuda, membawakan makan siang dan selalu berusaha menjadi pendengar yang baik untuk Yuda. kemanapun Yuda pergi Monica mencoba memposisikan dirinya dengan benar.
"tapi aku tidak menyerah Yud, aku harus bisa memiliki mu dan aku akan menyingkir kan Risana agar kamu tidak mengharapkan nya kembali". gumam dalam hati Monica dengan rasa sakit hatinya
"aku pamit dulu Yud, ada acara yang harus aku hadiri". ucap Monica mendekat ke arah Yuda
"di makan oleh oleh nya ya". ucap Monica lalu mencium pipi Yuda
"hati hati Nic". Ucap Yuda membalas mencium pipi Monica
Monica keluar ruangan dengan hati dan perasaan yang hancur. ia merasa selama ini sikap manis Yuda kepadanya karena Yuda mencintai nya. namun Monica salah, ternyata belum ada rasa cinta di hati Yuda untuk dirinya
sesampainya di parkiran Monica bergegas masuk kedalam mobil untuk menghubungi seseorang. ia nampak serius bercakap dengan orang tersebut lewat sambungan telepon.
"kamu jalankan misinya dengan rapi. jangan sampai ada yang tahu tentang rencana ini". ucapnya serius dengan seseorang lewat sambung telepon
"baik akan aku laksanakan serapi mungkin". ucap seseorang dari sebrang sana
"soal bayaran jangan kuwatir. aku akan transfer setengah dulu. jika berhasil akan aku bayar genap plus bonus nya". ucap Monica semakin serius
setelah selesai berbicara Monica segera mengakhiri sambungan telepon nya. ada senyum sinis di bibirnya, ia yakin misinya kali ini akan berhasil
"kita lihat nanti Ris. apa kamu akan bisa bertahan?. semoga kamu menyesali semua nya". ucap nya lirih lalu melajukan mobilnya
sedangkan Nafisa masih menahan tubuhnya yang semakin lemas, ia hanya berbaring di ranjang menahan sakit yang semakin hari menggerogoti tubuhnya.
dari ranjang Nafisa mencoba turun untuk mengambil gelas di meja di samping ranjang nya, dengan tangan gemetar ia mencoba meraih nya, tanpa sengaja Nafisa malah menjatuhkan gelas kebawah sampai pecah.
ia pun jatuh badannya semakin di rasa sakit. Bik sumi yang mendengar suara barang pecah langsung menuju ke kamar majikannya. Bik Sumi berlari sekuat tenaga untuk sampai di kamar Nafisa.
sesampainya di depan kamar Bik Sumi segera membuka pintu dan menolong Nafisa untuk kembali ke ranjang tidur. dan mengobati luka Nafisa karena terkena pecahan gelas yang terjatuh
"ya Allah nyonya, kenapa bisa jatuh". teriak Bik sumi melihat Nafisa jatuh di lantai
__ADS_1
"biar saya bantu nyonya naik ke ranjang lagi". ucap Bik Sumi mengangkat tubuh Nafisa
Nafisa hanya merintih kesakitan karena tangannya yang terkena pecahan gelas.
"ya Allah tangan nyonya berdarah, biar saya ambilkan obat merah dulu ya nyonya". ucap Bik Sumi panik lalu mengambil obat merah
setelah mendapat obat merah kemudian bik Sumi mengambil segelas air dan kembali ke kamar Nafisa untuk mengobati lukanya
"Tuan kemana nyonya, saya kira tadi ada Tuan di kamar. jadi saya beres beres di belakang dulu". ucap Bik Sumi mengobati luka Nafisa
"aku juga tidak tahu Bik, tadi aku tidur. saat bangun sudah tidak ada mas Bima di sini". ucap Nafisa lirih sambil menahan rasa sakitnya
"pelan pelan bik sakit". ucap nya merintih menahan luka ditangan nya
"nyonya minum dulu ya". ucap Bik Sumi memeberikan air minum kepada Nafisa
"makasih ya Bik". ucap Nafisa lalu membaringkan badannya di ranjang
"biar bibik bersihkan dulu pecahannya". ucap Bik sumi mengambil pecahan gelas satu persatu
saat hendak kedapur Bik Sumi melihat Bima turun dari lantai dua. segera Bik Sumi memberitahu Bima jika Nafisa jatuh di kamar dan tangannya terluka
"Tuan tadi kemana?". tanya Bik sumi masih khawatir
"dari kamarnya Risana Bik nganterin makan. memangnya kenapa Bik?". tanya Bima heran
"Tuan, nyonya tadi jatuh di kamar tangannya juga terluka terkena pecahan beling. bibik kira Tuan ada di kamar nyonya jadi saya tinggal beres beres di dapur". ucap Bik Sumi menjelaskan
ada perasaan bersalah di hati Bima, karena meninggalkan Nafisa sendiri di kamar tanpa memberitahu Bik sumi. hingga akhirnya Nafisa terjatuh.
"terimakasih ya Bik". ucap Bima berlalu menuju kamar Nafisa
Bima berlari kecil menuju kamar Nafisa membuka pintu kamar dengan sepenuh tenaganya. lalu mendekat kearah Nafisa yang masih terbaring di ranjang
"Umi, tadi kata Bik sumi Umi habis jatuh?". tanya Bima duduk di tepi ranjang sambil memegang tangan Nafisa
__ADS_1
"Umi nggak apa apa Abi". ucap Nafisa lirih
"maaf Mi tadi malah ninggalin Umi sendirian". ucap Bima merasa menyesal
Nafisa hanya mengangguk pelan, dan mencoba memejamkan matanya.
"Abi, besok Umi ada jadwal kontrol di rumah sakit. Abi bisa nemenin?". tanya Nafisa lirih
"iya Umi bisa, besok siang Abi minta cuti sama kampus. ya udah Umi istirahat ya, Abi masih ada kerjaan". ucap Bima mencium kening Nafisa lalu mengambil laptop nya.
***
pagi telah datang, Risana sudah bersiap berangkat kuliah. ia sudah kangen dengan teman temannya, apalagi dengan Yola sudah satu bulan mereka tidak berjumpa
saat di kampus Risana nampak lebih bahagia dari sebelum nya. karena bisa berjumpa lagi dengan teman temannya. tahu Risana sudah berangkat membuat Zian tersenyum kembali. ia juga sudah sangat rindu dengan Risana
Selesai mata kuliah Zian segera menghampiri Risana di kelasnya, Zian juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan pemilik hatinya. dengan langkah pasti Zian berjalan kearah Risana
"kamu udah berangkat Ris?". tanya Zian dengan senyumnya
"udah Zian. nyatanya ada di depan kamu sekarang". ucap Risana tersenyum
"kandungan kamu sehat Ris?". tanya lagi Zian dengan tatapan mesra nya
"alhamdulillah sehat". jawab Risana berucap syukur
untuk melepas rindu mereka mengobrol di kantin bersama sama sekalian menunggu pak Selamet datang menjemput Risana.
tak lama akhirnya pak Selamet tiba di kampus dan mempersilahkan Risana untuk masuk mobil. saat akan pulang Risana berpamitan dengan teman temannya
"pulang dulu ya tante Yola".ucap Risana cipika cipiki dengan Yola
"bye pulang dulu ya". ucap Risana melambaikan tangan kepada Zian dan yang lainnya.
sepanjang perjalanan perasaan Risana sudah tidak enak. ia merasa akan terjadi sesuatu dengan dirinya hari ini. dan benar saja tiba tiba mobil Risana di tabrak sebuah truk dari arah berlawanan hingga mobil Risana terguling
__ADS_1
ia merasakan guncangan dengan hebatnya, badannya terguling berkali kali, terakhir yang ia lihat semua orang berteriak melihat kearah mobilnya.