Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
keguguran (34)


__ADS_3

"tapi besok Abi di kamar Risana ya tidur di sana". ucap Nafisa membalas pelukan erat Bima menenggelamkan wajahnya di dada bima


Bima hanya terdiam ia masih bingung dengan perasaan nya, ia belum siap jika harus membagi cintanya untuk istri keduanya. Bima masih ingin memberikan utuh cintanya untuk Nafisa meskipun Bima mulai ada rasa dengan Risana.


Nafisa melihat Bima tengah tertidur dengan masih memeluk Nafisa, dengan perlahan Nafisa melepaskan pelukan Bima mencari obat di atas meja segera Nafisa meminum obatnya karena kalau tidak meminum obat perutnya akan terasa sakit.


sedangkan di kamar Risana bingung harus berbuat apa, Risana hanya berselancar di dunia Maya bosan dengan media sosial Risana mendengar kan musik dengan berbaring di atas kasur hingga terlelap sampai pagi.


subuh berkumandang Bima dan Nafisa sudah bersiap sholat subuh tapi Nafisa tidak menemukan keberadaan Risana.


"Abi Risana masih tidur mungkin ya". tanya Nafisa berdiri di ruang sholat.


"iya mungkin Risana kan anaknya agak pemalas mi". jawab Bima dengan gampangnya.


"Abi, nggak boleh gitu Risana juga istri Abi lho". ucap Nafisa menasehati.


"Abi harus bisa membimbing Risana menjadi lebih baik lagi. umi susul ke kamarnya dulu". ucapnya lagi melangkah kan kaki ke kamar Risana.

__ADS_1


sesampainya di depan pintu kamar Risana, Nafisa mengetuk pintu memanggil manggil Risana hingga terdengar jawaban dari Risana.


"iya mbak ada apa?". tanya Risana masih mengantuk.


"Ris udah subuh, kita jama'ah ya udah di tungguin mas Bima di bawah. mbak ke bawah dulu". ucap Nafisa meninggalkan Risana.


Risana menempati kamar di lantai dua di kamar utama sedangkan Nafisa di lantai satu di kamar utama. Nafisa memilih lantai satu karena dulu Nafisa pernah hamil karena terlalu capek naik turun tangga akhirnya Nafisa keguguran di usia kandungan 4 bulan.


dan di kehamilan kedua Nafisa memilih di kamar lantai bawah tapi ia mengalami keguguran lagi di usia kandungan 3 bulan. sejak saat itu Nafisa mulai down hidupnya berantakan ia menyalahkan dirinya karena terlalu capek mengurusi toko kue.


setelah keguguran kehamilan kedua Nafisa belum lagi bisa hamil sampai usia pernikahan 8 tahun. segala pengobatan dan ikhtiar telah di lakoninya tapi tetap hasilnya nihil hingga akhirnya di ketahui Nafisa mempunyai kista di rahimnya.


Risana sudah berada di tempat sholat menjadi makmum di samping Nafisa. selesai sholat Bima bersalaman dengan Nafisa dahulu mencium keningnya lalu bersalaman dengan Risana. merasa sungkan dengan Nafisa, Bima mengurungkan niatnya mencium kening Risana .


Bima langsung berbalik badan melanjutkan dzikir wirid Nafisa yang melihat nya merasa tidak enak dengan risana lalu mengusap lengan Risana mengisyaratkan agar Risana bersabar.


paginya Bima dan kedua istrinya sarapan bersama, kali ini Risana langsung mengambilkan nasi untuk Bima. Nafisa tersenyum melihat Risana yang sudah beradaptasi dengan statusnya sekarang.

__ADS_1


selesai makan bima dan Risana bersantai di ruang tamunBima memilih mengerjakan tugasnya merangkum materi sekolah sedangkan Risana mengerjakan tugas dari Bima.


Nafisa ia tiduran di kamar karena masih merasa badannya lemas


"pak yang ini seharusnya di isi apa pak". tanya Risana menunjuk layar laptopnya.


"kan kamu membahas tentang koperasi syariah ya ini kamu isi tentang visi misi koperasi syariah itu apa aja". ucap Bima menjelaskan kepada Risana yang duduk di sampingnya nya.


"duh senengnya lihat pak Bima lagi ngomong gini, bikin adem". batin Risana di dalam hati yang hanya tersenyum melihat Bima menjelaskan kepadanya.


"udah faham Ris?". tanya Bima menatap Risana dengan dekat.


mata mereka saling beradu pandang cukup lama memandangi hingga akhirnya tersadar dan salah tingkah.


"Emm gitu ya pak, saya ke kamar aja pak ngerjainnya". ucap Risana sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu beranjak pergi ke kamar nya


sesampainya di kamar Risana menutup pintunya bersandar di balik pintu dengan nafas yang tersengal-sengal.

__ADS_1


"haduh jantung ku, rasanya mau copot di tatap pak Bima kayak gitu. haduh gimana ini". Risana bermonolog dengan dirinya sendiri ia terus saja memegang dadanya yang masih naik turun merasakan panasnya cinta.


__ADS_2