
dokter Noval masih memikirkan Nafisa, di hatinya merasa jika Nafisa sekarang tidak bahagia. ia ingin lebih jauh mengenal Nafisa meskipun Nafisa selalu cuek jika bertemu dengannya.
"entah mengapa rasa di hatiku yakin jika hati kamu sekarang sedang kosong sa. saat aku melihat matamu, aku seperti melihat Anna kembali. selama tiga tahun aku mengunci hatiku untuk wanita lain, sekarang bisa kembali terbuka dengan kehadiranmu. dan semoga Brandon nanti bisa dekat denganmu juga". gumam dokter Noval berjalan pelan kearah pintu
rencananya siang ini dokter Noval akan mengajak dokter Yuda untuk makan siang bersama, segera dokter Noval keruangan dokter Yuda namun ternyata dokter Yuda lebih dulu makan siang diluar bersama teman lainnya. lalu dokter Noval memutuskan makan dirumah sakit saja.
"padahal aku mau bercerita tentang Nafisa, malah sudah makan siang dulu diluar". gumam dokter Noval kembali keruangannya.
disisi lain Risana masih tiduran di kamarnya, mendengarkan musik dan sesekali melihat akun sosial media miliknya. saat tengah asyik berselancar di sosmed ia melihat gambar makanan ketoprak sehingga ia ingin sekali memakan ketoprak.
karena sedang bedrest Risana segera menghubungi suaminya jika ia sedang ingin makan ketoprak.
"mas, aku pengen ketoprak". tulisnya dalam aplikasi percakapan
"nanti malam aku bawain ya sayang". jawab Bima dalam aplikasi percakapan
"tapi aku pengen makan di tempatnya langsung 😤". tulis Risana
"kamu kan harus bedrest sayang. nggak boleh kemana mana". tulis Bima
"nggak mau". tulis Risana
"nanti malam aja sayang. aku bawain yang paling enak". tulis Bima membujuk
"ya udah. biar nanti anaknya ileran karena nggak diturutin maunya 😒". balas Risana
"iya iya sayang. nanti malam ya. sekarang kerjaan mas lagi banyak". Tulis Bima
"makasih mas, cepetan pulang ya, udah nggak sabar". tulis Risana
setelah itu Risana tersenyum puas karena keinginannya akan dituruti oleh Bima. sepanjang hari di kamar membuat Risana merasa bosan. ia hanya tiduran di kamar dan memainkan gadgetnya. sesekali ia berjalan keteras lantai dua untuk melihat luar.
"sangat membosankan. nak kamu yang kuat ya. biar mamah bisa jalan jalan keluar. di kamar terus mama sangat bosan nak". gumam Risana sambil memegangi perutnya
"hufft apalagi satu bulan di kamar terus, bisa bisa aku gila". gumamnya lagi
"aku telefon mamah ah. mamah kan belum tau kalo aku hamil". gumam Risana lalu menghubungi mamah Rossa
ddrrtttt dddrrrttt
"assalamualaikum sayang". ucap mamah Rossa
"wa'alikumsalam mah". jawab Risana
"ada apa sayang menghubungi mamah". tanya mamah Rossa
__ADS_1
"eemh mamah akan segera punya cucu". ucap Risana
"apa benar sayang". ucap mamah menyakinkan
"iya mah. usianya baru empat minggu". jelas Risana
"alhamdulillah mamah akan segera punya cucu. pasti suami mu sangat bahagia Ris tau dia akan jadi ayah". ucap syukur mamah Rossa
"seneng banget malah mah, sampai sampai aku disurih cuti satu bulan. sekarang aja aku cuma di kamar". ucap Risana sedikit manyun
"itu karena suami kamu sayang sama kamu. apalagi ini anak pertamanya, pasti Bima akan sangat menjaga kamu".ucap mamah Rossa menasehati.
"oh ya Ris. bagaimana kabar Nafisa?". imbuh lagi mamah Rossa
"baik mah, cuma setiap minggu harus kontrol kerumah sakit. apa apa juga harus pembantu yang ngurus, apalagi disini pembantu nya cuma satu. jadi kadang keperluan ku suka telat di anter ke kamar". ucap Risana mengeluh dengan mamahnya
"nanti mamah kirim asisten satu lagi ya kerumah Bima, untuk menyiapkan semua keperluan kamu". ucap mamah Rossa
"makasih mamah". ucap Risana sumringah mendengar ucapan mamahnya
"iya sayang. kalo butuh apa apa bilang sama mamah. apapun itu akan mamah turuti". ucap mamah Rossa
"sudah ya sayang.mamah mau ada meeting". imbuh lagi mamah Rossa
"waalaikumsalam". jawan mamah Rossa lalu menutup sambungan teleponnya.
malam telah tiba, Risana sudah bersiap untuk pergi bersama Bima. dari arah pintu sudah ada Bima yang baru saja masuk kekamar Risana untuk segera mengajak Risana turun.
"sudah siap sayang". ucap Bima memandangi risana
"sudah mas".ucap Risana diiringi anggukan darinya
dengan segera Bima menggendong Risana menuju lantai bawah, wajah Risana penuh bahagia, tersenyum di gendongan Bima memandang wajah Bima dengan penuh cinta.
saat di bawah ada Nafisa berdiri menyaksikan Risana dan Bima. Nafisa hanya diam melihat Bima menggendong Risana, hanya ada tatapan kosong di matanya. lalu Bima mendekat kearah Nafisa.
"Umi mau ikut?. kita mau makan ketoprak diluar". ucap Bima menurunkan Risana dengan hati hati.
"nggak usah Abi, Umi dirumah saja nemenin Bik Sumi". ucap Nafisa memaksakan bibirnya untuk tersenyum.
"ya udah, kalo gitu Abi sama Risana makan diluar dulu ya. Umi nanti mau di bungkusin sekalian?". tanya Bima dengan senyumnya
"tidak usah Abi". ucap Nafisa menolak
"Umi jaga diri baik baik ya. assalamualaikum". ucap Bima mengecup kening Nafisa dan berlalu menaiki mobil bersama Risana.
__ADS_1
"waalaikumsalam Abi". ucap Nafisa masih berdiri di tempatnya. menatap jauh hingga Bima hilang di balik pintu
sepanjang perjalanan Risana memeluk erat tangan Bima, bermanja tak ingin melepaskan pelukannya. namun Bima menikmati sifat manja Risana.
"sayang, kenapa meluk terus?". tanya Bima sesekali melihat kearah Risana
"nggak tau mas. rasanya aku pengen meluk kamu terus. bawaan bayi mungkin". ucap Risana masih memeluk tangan Bima
Bima hanya tersenyum melihat tingkah istri mudanya itu. setelah beberapa lama, Bima dan Risana akhirnya sampai di warung penjual ketoprak. lantas mereka bergegas turun dari mobil dan berjalan menuju warung tersebut.
"pak pesen dua porsi ya. yang satu pedes yang satunya nggak pedes". ucap Bima kepada penjual ketoprak
"siap pak, di tunggu ya pak". ucap abang ketoprak
setelah menunggu beberapa saat pesanan mereka akhirnya datang. namun Risana tidak mau memakannya ia ingin ketoprak tapi yang buatin suaminya sendiri.
"ayo sayang di makan. kan udah diturutin". ucap Bima membujuk
"nggak mau". ucap Risana dengan wajah yang manyun
"kenapa lagi sayang. tadi katanya mau ketoprak. ini sudah ada ketoprak nya, kog malah ganti nggak mau". ucap Bima membujuk lagi
"aku pengennya yang buat mas sendiri, nggak mau kalo yang buat abangnya". ucap Risana masih dengan wajah manyun.
"jadi harus mas yang buatin?". tanya Bima tidak percaya
Risana mengangguk dengan wajah yang memelas. dengan terpaksa Bima menuruti permintaan Risana karena ini demi calon buah hatinya.
"iya iya, mas yang buatin. biar dedeknya nanti nggak ileran". ucap Bima berlalu menuju gerobak ketoprak
"bang permisi, ini istri saya lagi hamil muda. katanya pengen ketoprak, tapi yang buatin hatus saya. boleh nggak bang?". tanya Bima kepada abang ketopraknya.
"ooh iya boleh mas, silahkan saya ajari. lertama ambil piringnya, setelah itu tata lontongnya, tahu, taoge, bihun terus disiram sama sambal kacangnya". ucap abang tukang ketoprak
"nah udah bang, terus apa lagi?". tanya Bima
"terus di tambah kecap manis, kerupuk sama timunnya". jelas abang ketoprak.
"udah jadi ya bang ini?". tanya Bima merasa puas dengan hasil karyanya.
"iya sudah, bisa langsung di makan". ucap abanh ketoprak.
Bima segera kembali ketempat duduk dan memberikan ketoprak buatannya sendiri untuk istrinya. dan meminta segera memakannya karena ia sudah sangat lapar.
"ini sayang ketopraknya, ini mas sendiri yang buat. cepet di makan ya, mas udah laper". ucap Bima tersenyum
__ADS_1