Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
pelakor (35)


__ADS_3

"duh tadi pak Bima ngomong apa ya, haduh bodohnya aku". ucap Risana memukul mukul pelan kepalanya "masak iya harus tanya lagi kan malu". ucapnya lagi berjalan menuju ranjang tidur.


"hhufft pak Bima kenapa sih selalu buat aku bingung gini kadang baik sama aku kadang perhatian tapi kadang juga cuek, andaikan kamu tau pak cinta ku sudah terlalu dalam sama bapak". gumam Risana berbaring di ranjang tidur menatap langit langit kamar.


Risana kuliah di universitas islami di kota tersebut fakultas manajemen bisnis syariah semester lima. dulu cita citanya ingin menjadi seorang guru karena baginya dekat dengan anak kecil bisa membuatnya bahagia.


tapi karena permintaan ayahnya terpaksa Risana memilih fakultas tersebut bagi ayahnya, Risana harus pandai dalam dunia bisnis meneruskan perusahaan ayahnya tapi tetap mengutamakan Islam. karena Risana anak satu-satunya yang mewarisi kekayaan Sunoto group.


malam tiba selesai sholat Bima selalu mencium kening Nafisa mengabaikan Risana. membuat Nafisa semakin merasa tidak enak dengan risana. di kamar Nafisa berusaha memberi pengertian kepada Bima bahwa dia juga harus bersikap manis dengan Risana.


"Abi kenapa bersikap seperti itu sama Risana. dia juga istri Abi Risana berhak mendapatkan hak yang sama seperti umi". ucap Nafisa menatap mata suami nya lekat di tepi ranjang.


"umi tau Abi tidak mencintai Risana tapi tolong bersikap manis sedikit saja sama Risana. Risana juga punya hati bi, kasian kalau harus seperti ini setiap hari. Abi tidak usah memikirkan perasaan umi, umi malah seneng kalo Abi perhatian sama Risana". imbuhnya lagi.


Bima terdiam sejenak memikirkan kata-kata istrinya. Bima tahu pasti perasaan Risana terluka melihat kemesraan nya dengan Nafisa sedangkan Risana tak pernah ia hiraukan.


di kamar Risana berbaring di ranjang menatap langit langit kamar memikirkan sikap Bima yang masih acuh dengannya. merasa hatinya sesak Risana mengambil buku diary di almari dengan meneteskan air mata dirinya menulis semua unek-unek nya berharap bisa menjadi kenangan suatu nanti.


Bima berencana tidur di kamar Risana, segera ia menuju kamar Risana dilihatnya pintu kamar yang sedikit terbuka Bima bergegas masuk.

__ADS_1


"Ris malam ini saya tidur disini di suruh Nafisa". ucap Bima datar di depan Risana yang masih duduk di atas ranjang memegang buku di tangan nya


"deg" hati Nafisa berdetak kaget mendengar kata-kata Bima.


"kenapa harus bilang di suruh mbak Nafisa, kenapa bukan karena ini memang jadwalnya bersama ku". batin Risana di dalam hatinya sambil menitikkan air mata.


"Ris kamu kenapa? apa saya tidak boleh tidur di sini?". tanya Bima mendekati Risana yang heran melihatnya menangis.


Risana beranjak turun dari ranjang nya mendekati Bima, Risana seketika memeluk Bima erat menumpahkan semua tangisannya.


Bima bingung harus membalas pelukan Risana atau hanya mengabaikan tapi hati kecilnya mengatakan harus membalas pelukan istri muda nya memberikan ketenangan.


"pak apa sebenci itu kah bapak dengan saya?". tanya Risana sesenggukan


"sampai sampai bapak mengatakan untuk tidur disini karena mbak Nafisa yang menyuruh". imbuhnya lagi.


"Ris maafkan saya yang terlalu jujur dengan mu hingga menyakiti perasaan kamu". ucap Bima memegang kedua pundak Risana.


"mulai besok saya akan adil dengan kamu dan juga Nafisa, udah ya. saya mau tidur saya ngantuk, jangan nangis lagi". ucap Bima berjalan menuju tempat tidur.

__ADS_1


merasa sudah tenang Risana menyusul Bima tidur di samping Bima hingga terlelap. adzan berkumandang Bima segera tersadar dari tidurnya melihat Risa yang terlelap Bima menatap sejenak istri mudanya mengusap wajahnya dengan lembut lalu membangunkannya.


seusai sholat subuh Bima mencium kening kedua istrinya. setelah kejadian semalam Bima sedikit memperhatikan Risana sering mengajak ngobrol meskipun ada Nafisa di samping Bima tapi Bima tak merasa sungkan lagi.


hari ini hari pertama Bima mengajar setelah cuti satu Minggu ia segera berangkat mengajar ke sekolah sedangkan Risana berangkat ke kampus sendiri. Risana segera melajukan mobilnya menuju kampus sesampainya di kampus Nafisa berencana untuk menemui Yola.


saat perjalanan ke kelas Risana di hampiri monica . "oh rupanya sudah mulai masuk kuliah". ucap Monica sinis dengan senyum licik.


"gaes ada pelakor nih gaes kelihatannya sih gadis baik-baik ya lugu kalem, ternyata murahan". ucap keras Monica sambil merekam ucapannya.


mahasiswa lainnya yang melihat mulai berkumpul menyaksikan keduanya.


"kamu apa-apaan Nic". jawab Risana mengelak. Risana mulai mengepalkan tangannya dengan keras


"udah deh Ris ngaku aja Lo sengaja kan godain pak Bima biar jadikan istri keduanya, nggak tau malu banget sih. jadi cewek kog murahan gini godain dosen sendiri yang udah beristri". ucap Monica memojokkan Risana.


Risana tak mampu berkata-kata meskipun yang di ucapkan semua itu tidak benar adanya. Risana berlalu pergi meninggalkan Monica dan lainnya. ia terus saja menangis meratapi nasibnya.


"rasain lo". gumam Monica dengan senyum liciknya

__ADS_1


__ADS_2