Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
dua istri satu suami (59)


__ADS_3

Risana segera memakan ketoprak buatan Bima, nampak ia sangat lahap hingga habis tak bersisa. Bima yang melihat istrinya makan dengan lahap semakin dibuat gemas dengan sisa makanan yang nempel di bibir Risana.


"sayang kayak anak kecil loh makan aja belepotan gini". ucap Bima tersenyum sambil mengusap sisa kecap di bibir Risana


keduanya saling tertawa, mengingat tingkah lucu Risana. setelah selesai mereka bergegas pulang saat perjalanan pulang Risana masih saja memeluk tangan Bima. hingga sampai rumah Risana tetap enggan melepaskan Bima.


keduanya sudah ada di kamar tapi Risana tidak mau ditinggal Bima. ia masih ingin memeluk suaminya menikmati pelukannya.


"malam ini tidur disini lagi ya, aku masih pengen meluk kamu mas". ucap Risana manja masih memeluk Bima


"Ris, tapi ini gilirannya Nafisa. aku harus adil di antara kalian". ucap Bima menjelaskan


"nggak mau, aku pengennya mas disini aja meluk aku". ucap Risana manja dengan wajah manyunnya


Bima mulai bingung menyikapi tingkah Risana, namun ia juga bingung karena Risana yang sedang mengandung. karena semenjak hamil mood nya kadang berubah ubah. membuat Bima harus ekstra bersabar.


"iya sayang, aku disini aja nemenin kamu tidur, meluk kamu sampai pagi nanti". ucap Bima membalas pelukan istrinya


"maafin Abi ya Umi, karena tidak bisa adil dengan Umi. Abi harus menuruti Risana yang sedang mengandung anak kita". gumam dalam hati Bima merasa bersalah dengan Nafisa


saat tengah malam Bima mulai gelisah memikirkan Nafisa, sesekali ia melihat Risana yang lebih dulu terlelap. ia bingung karena harus membagi dirinya dengan Risana yang sedang mengandung dan juga dengan Nafisa yang sedang sakit kanker.


karena gundah dengan keadaan Nafisa, Bima diam diam menuju kamar Nafisa, membuka pintu kamar Nafisa dengan pelan. melangkah menuju kearah Nafisa, melihat istri tuannya dengan kesedihan yang teramat dalam.


"maafkan Abi mi, di saat sakit seperti ini Abi tidak bisa perhatian sepenuhnya dengan Umi". gumam lirih Bima lalu mengecup kening Nafisa


tanpa sadar Bima tertidur di kamar Nafisa hingga fajar, saat terbangun Nafisa kaget karena ada Bima di sampingnya.


"Abi, bukannya Abi tadi malam tidur di kamar Risana?". tanya Nafisa bingung


"kenapa tiba tiba ada di kamar Umi?". tanyanya lagi


"Abi kangen sama Umi, jadi Abi pengen tidur di samping Umi, meluk Umi". ucap Bima menjelaskan


"Abi, kita sholat subuh dulu ya". pinta Nafisa lalu turun dari ranjangnya.

__ADS_1


sedangkan Risana di kamar sedang mencari keberadaan Bima, ia mulai mengumpat kesal karena Bima tidak ada di sampingnya.


"huh pasti di kamar mbak Nafisa, udah tau aku nggak pengen di tinggal malah tetep aja di tinggal". gumam Risana merasa kesal dengan Bima


"aku harus cari cara supaya mas Bima tidur di kamar aku terus". gumamnya lagi dengan senyum sinisnya.


paginya Bima sudah bersiap sarapan, ia meminta Bik Sumi untuk disiapkan sarapan di nampan agar bisa sarapan bareng Risana di kamar.


"Bik tolong siapkan sarapan untuk Risana ya, biar nanti saya yang antar". ucap Bima duduk di meja makan


dengan segera Bik sumi menyiapkan sarapan untuk Risana, selagi menunggu Bima meminum teh hangat yang sudah disiapkan di meja makan.


setelah itu Bima segera keatas kekamar Risana, namun tidak di dapati Risana di kamarnya. segera ia mencari di teras lantai dua. ia melihat Risana tengah berdiri memandang ke taman.


Bima segera menghampiri Risana, memeluknya dari belakang dengan mesra. mencoba membujuk agar mau sarapan


"sayang, sarapan dulu yuk. soalnya habis ini mas mau langsung berangkat kesekolah". ucap Bima membujuk memeluk Risana dari belakang


"nanti, aku sarapan sendiri aja". ucap Risana sedikit cuek


"habis tadi dalam aku cari nggak ada, pasti di kamar mbak Nafisa kan". ucap Risana semakin merajuk


"aku hanya melihat keadaan Nafisa kog sayang, jangan marah ya". ucap Bima membujuk


"iya iya nggak marah, tapi nanti malam tidur sama aku lagi ya". ucap Risana


"iya sayang". ucap Bima


"bener ya". tanya lagi.Risana lalu membalikkan badan


"bener sayang". ucap Bima lalu mencium bibir Risana karena gemas dari tadi manyun terus.


Risana membalas ciuman suaminya hingga memanas, tapi Bima yang sudah bersiap berangkat mengajar seketika menghentikan ciumannya, dan membujuk Risana agar mau sarapan.


"kog udahan".gerutu Risana kesal

__ADS_1


"aku mau berangkat mengajar sayang, sarapan dulu ya". bujuk Bima masih memeluk Risana.


Risana hanya mengangguk berlalu menuju kekamarnya, diikuti Bima di belakangnya masih dengan memeluk Risana.


***


dokter Noval nampak bersemangat mencari alamat Nafisa, pagi pagi ia sudah bersiap mencari alamat Nafisa berada. setelah memastikan Ia berhenti di depan sebuah rumah, dengan seksama mengamati ruamh tersebut.


saat bersamaan ia melihat Bima dan Risana di lantai dua sedang bermesraan dan berciuman. karena jarak yang jauh membuat dokter Noval sedikit samar mengenali wajah Risana.


"haduh pagi pagi udah disuguhi tontonan panas gini". gerutu dokter Noval di dalam mobilnya sambil terus mengamati dua insan yang sedang memadu kasih.


"tapi mereka siapa ya?. padahal alamat ini udah bener alamatnya Nafisa, apa itu adiknya?". gumam dokter Noval penasaran


"tapi kog wajahnya mirip mantannya Yuda ya". gumamnya lagi masih mengamati


setelah beberapa lama akhirnya Bima dan Risana masuk kedalam, tapi setelah itu Bima keluar rumah di antar Nafisa hingga memasuki mobil. dokter Noval juga melihat Nafisa bersalaman mencium tangan Bima dan Bima mencium kening Nafisa. sontak hal itu membuat dokter Noval kaget dan penasaran


"lho kog mencium kening Nafisa juga". ucap dokter Noval kaget


"sama mantannya Yuda ciuman sama Nafisa juga mencium keningnya". gumam dokter Noval merasa sock


"iya aku ingat beberapa waktu lalu Nafisa diantar sama Risana. jangan jangan mereka dua istri satu suami". gumam dokter Noval menerka nerka


"aku harus cari tau yang sebenarnya". gumamnya lagi lalu melajukan mobilnya


saat perjalanan dokter Noval mencoba menghubungi dokter Yuda, namun tidak ada jawaban membuat dokter Noval bergegas menuju rumah sakit tempatnya praktek.


"ayo Yud angkat, ada hal penting yang mau aku bicarakan". ucap dokter Noval mencoba menghubungi dokter Yuda


"kenapa nggak ada jawaban, padahal ini hal penting Yud". ucapnya lagi mencoba menghubungi dokter Yuda


setelah sampai di rumah sakit dokter Noval segera menuju ruangan dokter Yuda, namun ternyata dokter Yuda belum ada di tempatnya, karena ini memang masih pagi.


pikiran dokter Noval tertuju kerumah dokter Yuda, segera ia melajukan mobilnya kerumah dokter Yuda masih dengan perasaan was wasnya.

__ADS_1


__ADS_2