Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
Tante Meri (80)


__ADS_3

Bima berjalan pelan kekamar Nafisa, jiwa dan raganya saat ini sangat capek, ia butuh istirahat. ia sedang malas kekamar Risana, yang Bima inginkan sekarang hanya ketenangan agar besok bisa mencari Nafisa lagi.


dilihatnya handphone Nafisa tergeletak di atas meja. Bima mengambil handphone Nafisa mencoba mencari tahu dari handphone tersebut. nampak ia membuka aplikasi percakapan, dilihat satu persatu teman chat Nafisa.


"nomor siapa ini". gumam Bima membuka nomor tersebut


"dari Noval". pekik Bima melihat isi pesan dari Noval


"mungkin dia tahu dimana Nafisa". gumam Bima lalu menelfon nomor dokter Noval


di rumah dokter Noval, Nafisa sedang main bersama Brandon, anak dari dokter Noval. dengan sifat keibuannya Nafisa mampu dekat dengan Brandon, terlihat Nafisa sedang membacakan buku dongeng untuk Brandon.


inilah impiam yang selama ini Nafisa inginkan, membacakan buku dongeng untuk anaknya. Nafisa sangat bahagia bisa membacakan buku dongeng untuk Brandon, begitu pula Brandon ia juga bahagia. nampak Nafisa tiduran di atas ranjang bersama Brandon sambil membaca buku


dari arah pintu datang dokter Noval berjalan menuju arah Nafisa, terlihat dokter Noval membawakan kursi roda untuk Nafisa agar Nafisa mudah kemana mana.


"Sa aku bawakan kursi roda untuk kamu, biar kamu lebih mudah kemana mana". ucap dokter Noval berjalan kearah Nafisa sambil mendorong kursi roda


"wah kalian lagi ngapain nih". seru dokter Noval melihat Nafisa dan Brandon


"Pah tante Nafisa orangnya baik banget, tadi Brandon di buatin kue enak banget". seru Brandon bercerita kepada dokter Noval


"mana Papah nggak di kasih?". goda dokter Noval kepada Brandon


"udah abis pah, tante Nafisa buatnya cuma sedikit. itu aja di makan sama mbok Narsih dan mbak Wati".ucap Brandon dengan bibir manyunnya


Nampak Nafisa tersenyum lebar, dokter Noval merasa puas dengan senyuman Nafisa. sebab selama ini tak pernah nampak senyuman dari bibir Nafisa. ia juga merasa senang, sebab Brandon bisa dekat dengan Nafisa


"nggak Val, tadi aku nyoba iseng dari pada cuma diem aku bosen, terus minta bantuan mbok Narsih buat bantuin bikin kue. emang nggak banyak aku takutnya pada nggak suka. eemm malah Brandon suka banget terus di habisin". ucap Nafisa dengan senyumnya


"tau nggak Brandon, tante Nafisa ini punya toko kue lho, besarrrr banget. semua kuenya enak enak, ada banyak lagi". ucap dokter Noval menggoda anaknya


"besok kita kesana ya Pah". ucap Brandon bahagia


"tapi, Brandon harus tidur dulu. soalnya ini udah malem". ucap dokter Noval


asyik mengobrol tiba tiba handphone dokter Noval berbunyi, segera dokter Noval mengambil handphone nya dan melihat layar. ternyata panggilan dari Nafisa, ia menatap Nafisa lama, seketika dokter Noval tahu jika yang menghubungi dirinya adalah Bima, karena Nafisa tidak membawa handphone saat pergi dari rumah.


"Sa aku angkat telfon dulu ya". ucap dokter Noval kepada Nafisa diiringi anggukan dari Nafisa

__ADS_1


segera dokter Noval keluar menerima telfon dari balik pintu kamar Brandon. namun sesekali masih melihat kearah Nafisa, ia takut jika Nafisa tahu ia menerima telfon dari Bima.


"hallo". ucap dokter Noval menerima telfon


"iya hallo, maaf mengganggu malam malam, saya Bima suaminya Nafisa". ucap Bima dari sambungan telepon


"iya, ada keperluan apa menghubungi saya?". tanya dokter Noval basa basi


"apa anda tahu dimana Nafisa?. dari tadi pagi pergi dari rumah tidak ada yang tahu dimana keberadaannya sekarang". ucap Bima sedikit canggung


"maaf pak Bima, Nafisa itu kan istri anda. seharusnya anda lebih tahu dimana Nafisa sekarang, karena saya hanya temannya, itu pun tidak pernah bertemu. seharusnya anda bisa menjaga istri anda dengan baik, apalagi istri anda sedang sakit". ucap dokter Noval berbohong sambil sesekali melihat kearah Nafisa yang sedang membaca buku


"iya maaf, saya sendiri tidak tahu kemana istri saya. karena sudah pergi dari tadi pagi di saat saya mengajar, saya sudah mencari kemana mana, semua temannya sudah saya hubungi tapi tidak ada yang tahu". ucap Bima menjelaskan


"ya sudah sekali lagi saya minta maaf karena sudah mengganggu waktu anda". ucap Bima lalu mengakhiri sambungan teleponnya


"maafkan aku Nafisa, aku harus berbohong dengan suami mu, aku melakukan ini agar kamu menenangkan hati dan pikiran kamu dulu". ucap dokter Noval mekihat kearah Nafisa


melihat Brandon sudah terlelap, dokter Noval segera menghampiri Nafisa untuk mengantarkan nya ke kamar tamu. sesaat terlintas di benak dokter Noval mengagumi sosok Nafisa yang hatinya sangat baik dan tulus. hal itu membuatnya semakin jatuh cinta dengan Nafisa.


"Sa, Brandon sudah tidur. sekarang gantian kamu yang tidur ya, kamu pasti capek seharian main sama Brandon". ucap pelan dokter Noval menatap Nafisa


"biar aku tidur disini ya Val, aku pengen tidur bareng Brandon". ucap Nafisa lirih dengan senyum kecilnya


Nafisa hanya menggeleng dengan senyum manisnya, memastikan jika Brandon tidak akan mengganggu nya.


"aku kekamar dulu ya, selamat malam". ucap dokter Noval berlalu meninggalkan Nafisa dan Brandon


setelah kepergian dokter Noval, dengan erat Nafisa memeluk Brandon, menciumi seluruh wajah Brandon. Nafisa sangat bahagia bisa merasakan memeluk seorang anak saat tertidur


****


fajar telah menyingsing, nampak Nafisa susah payah berdiri dan menjangkau kursi rodanya. ia merasakan kakinya kian membengkak dan semakin sulit di gerakkan. perlahan Nafisa berjalan dengan sekuat tenaganya, namun, ia malah terjatuh.


"Sa". pekik dokter Noval berlari kearah Nafisa


"kamu nggak apa apa Sa". ucap dokter Noval membantu Nafisa berdiri lalu di dudukkan di kursi roda


"kamu mau kemana Sa?. kamu nggak usah kemana mana ya, kaki kamu semakin membengkak". ucap dokter Noval berlutut di depan Nafisa

__ADS_1


Nafisa menangis tersedu, meratapi nasibnya yang sekarang semakin menyedihkan. namun Nafisa mencoba menerima semua dengan hati yang ikhlas


"kita keluar ya, biar aku bantu". ucap dokter Noval lalu mendorong Nafisa keluar dari kamar Brandon


"kamu mau jalan jalan Sa?". tanya dokter Noval masih mendorong Nafisa


"iya Val, udara pagi sangat sehat. apalagi buat yang lagi sakit seperti aku". ucapnya lirih


"kita keliling kompleks ya". ucap dokter Noval menuju pintu gerbang


sepanjang perjalanan dokter Noval mencoba menghibur Nafisa, meenceritakan kisah lucu selama ia menjadi dokter, nampak Nafisa tersenyum dengan tawa kecilnya


"aku seneng Sa kamu tertawa seperti ini. andai aku bisa selalu bersama kamu Sa, aku pasti akan membuat kamu selalu tersenyum". gumam dalam hati dokter Noval dengan senyum di bibirnya


di tengah asyik berjalan jalan ada tetangga dokter Noval yang juga sedang menikmati udara pagi. karena tak pernah melihat Nafisa, tante tente itu mencoba menanyakan nya kepada dokter Noval


"hei dokter Noval yang ganteng, siapa tuh, mesra banget sih". ucap tante Meri dengan senyum menggoda nya


"ini temen saya tante, kebetulan dia pasien saya. jadi pagi pagi gini harus jalan jalan menghirup udara segar suapaya sehat". ucap dokter Noval tersenyum


"haduh untung cuma temen bukan pacar, kalo pacar kan aku jadi patah hati". ucap tante Meri menepuk lengan dokter Noval


dokter Noval hanya tersenyum kecut melihat tingkah tante Meri, ini alasan mengapa dokter Noval jarang jalan jalan pagi di kompleks, karena ia merasa risih dengan tante tante yang selalu menggodanya


"saya permisi dulu ya tante, kasian temen saya, biar saya ajak jalan jalan lagi". ucap dokter Noval mencari alasan


"bye bye dokter Noval sampei ketemu lagi". ucap tante Meri melambaikan tangannya kearah dokter Noval dengan manja


merasa terbebas dari tante Meri membuat hati dokter Noval sedikit lega, ia menarik nafas panjang lalu di hembuskan perlahan, lalu menggelengkan kepalanya merasa risih dengan sikap tante Meri


"kenapa Val?". tanya Nafisa dengan senyum merasa lucu dengan sikap dokter Noval


"nggak apa apa Sa". ucap dokter Noval mengelak


"ternyata penggemar kamu banyak juga ya, apalagi yang tadi. kelihatan lho Val dia sangat menyukai mu". ucap Nafisa dengan senyumnya


"apaan si kamu Sa, aku merasa risih tau. wanita yang seperti itu bukan tipe ku Sa". ucap dokter Noval memandang jauh kedepan


"lalu seperti apa tipe wanita mu Val?". tanya Nafisa penasaran

__ADS_1


"yang seperti diri mu Sa, kalem, keibuan dan dewasa". ucap dalam hati dokter Noval merasa sulit mengungkapkan perasaannya


"ya yang penting dewasa Sa, dan mau menerima dan menyayangi Brandon". ucap dokter Noval memendam perasaannya


__ADS_2