Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
pria aneh (17)


__ADS_3

"haduh bentar lagi selesai udah capek banget". ucap Nafisa memegangi tengkuk lehernya.


semua karyawan nya sudah bersiap pulang tapi Nafisa masih dibuat sibuk dengan pekerjaannya. sampai toko tutup dia tetap sibuk di ruang kantornya matanya terus saja menatap layar laptop di hadapannya.


setelah cukup lama berkutat di depan laptop akhirnya pekerjaan Nafisa selesai juga, ia segera mematikan lampu toko dan bergegas pulang.


sesampainya di rumah Nafisa segera membersihkan diri dan beranjak tidur. badannya terasa sangat sakit sampai Bima pulang Nafisa tidak mengetahui nya. Bima hanya tersenyum melihat istrinya terlelap dan ikut tidur dengan memeluk Nafisa


pagi pun tiba fajar masih diselimuti malamnya udara masih terasa dingin. Nafisa mulai membuka mata melihat benda yang menempel di dinding "ya Allah aku kesiangan". Nafisa segera beranjak dari tempat tidur bergegas ke kamar mandi, mendengar Nafisa yang ribut-ribut Bima terbangun lalu menyusul istrinya.


"kenapa mi?". tanya Bima dengan mata yang masih ngantuk.


"udah jam 5 Abi kita kesiangan". jawabnya berjalan menuju kamar mandi di dalam kamar.


saat akan menutup pintu kamar mandi Bima malah ikut masuk dengan Nafisa. "kenapa Abi ikut masuk, ayo cepetan habis ini shalat subuh". teriak Nafisa.


"iya, Abi mau sekalian ikut mandi biar selesai bareng". timpal nya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


setelah selesai mereka segera bergegas ke ruang makan.


"oh iya Abi, umi mau menyampaikan kalau Risana menerima lamaran umi. setelah ini mau membahas hari tunangan di rumah Risana. Abi pengennya tanggal berapa?". tanya Nafisa sambil mengambilkan nasi untuk Bima.

__ADS_1


Bima terdiam sejenak. "terserah umi pengennya gimana Abi ngikut aja". jawab Bima dengan datar.


"iya udah nanti umi mau tanya dulu sama Risana". ucap Nafisa yang duduk Di samping Bima.


"umi". kata Bima pelan.


Nafisa hanya tersenyum dan menggelengkan kepala seolah mengatakan aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. tapi Bima tau betul perasaan istrinya, Bima tau istrinya terluka tapi Nafisa mencoba menutupi nya.


******


"siang ini aku coba tanya sama Risana, kapan acara tunangan nya". batin Nafisa yang sibuk di ruang kerjanya.


Nafisa: Ris nanti ke toko kue mbak ya.


Nafisa: iya, mbak tunggu ya.


Risana: oke mbak.


percakapan mereka pun berakhir, Nafisa lalu melanjutkan pekerjaannya.


tok tok tok

__ADS_1


"iya masuk". ucap Nafisa dari meja kerja.


"buk ada yang mencari. katanya mau di layani ibuk saja". kata pegawai.


"siapa ya?. tanya Nafisa.


"orang yang beli kue kemarin yang di layani sama ibuk". ucap pegawai .


"maaf buk saya sudah bilang ibuk sedang sibuk tapi tidak percaya". timpalnya lagi.


Nafisa segera bergegas keluar menemui pembeli yang mencarinya. di dapatinya pria itu tengah berdiri memilih-milih kue.


"maaf ada yang bisa saya bantu?". tanya Nafisa.


"saya mau anda yang melayani saya". kata pria itu sinis.


Nafisa hanya mengangguk lalu mengikuti pria tadi. setelah lama memilih-milih tapi belum ada yang di beli pria itu, Nafisa hanya mendengus kesal. "ini cowok kenapa sih niat ngerjain aku kali ya padahal kuenya kan enak-enak kenapa belum ada yang dipilih". batinnya.


"kenapa tidak ada yang dipilih pak. padahal dari tadi sudah muter-muter milih-milih kue. kenapa tetep nggak ada yang di ambil?". tanya Nafisa heran.


"saya kan pembeli anda harus melayani dengan baik. bukankah pembeli adalah raja?". ucap pria itu datar.

__ADS_1


"ya Allah sabarkan hamb Mu ini". kata Nafisa dengan mengelus dada.


"pria ini kenapa aneh ya".gumam Nafisa.


__ADS_2