Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
keluarga Pratama (60)


__ADS_3

mobil dokter Noval sudah sampai di depan rumah dokter Yuda, dengan segera dokter Noval membunyikan klakson tak lama satpam rumah dokter Yuda membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan dokter noval masuk.


segera dokter Noval masuk ke pelataran rumah dokter Yuda lalu mencari dokter Yuda ke kamarnya, namun tidak ditemukan keberadaan Yuda. lalu dokter Noval menuju kearah dapur untuk menanyakan dokter Yuda kepada asisten rumah tangga dokter Yuda


"mbak, Yuda kemana ya, saya cari dikamarnya nggak ada". tanya dokter Noval kepada asisten rumahtangga dokter Yuda


"Tuan muda sedang olah raga di taman kompleks Tuan". jawab asisiten rumahtangga


"kalo gitu saya tunggu di ruang tamu saja mbak. terimakasih ya". ucap dokter Noval berlalu keluar


"iya Tuan". ucap asisten rumahtangga


dokter Noval melangkah menuju ruang tamu, ia masih saja merasa was was dengan apa yang dilihatnya barusan. ia merasa iba dengan Nafisa karena ternyata ia mempunyai madu didalam rumah tangganya. di sudut sofa dokter Noval duduk termenung memikirkan Nafisa


"pantas kamu terlihat tidak bahagia sa. ternyata kamu punya madu, terlihat jelas suami mu lebih perhatian dengan madu mu. kasihan kamu sa, andaikan aku bisa membebaskan mu dari derita mu ini". gumam dokter Noval melihat bebrapa foto dan video yang di ambilnya tadi


asik memandangi layar handphone dari arah belakang dokter Noval datang Wijaya Pratama ayah dari Yuda Pratama yang merupakan paman dari Noval, mereka adalah keluarga Pratama pemilik dari rumah sakit B.


"pagi sekali Val kamu kesini". ucap Om Wijaya dari arah belakang


"Yuda saja masih olahraga diluar".imbuhnya lagi lalu duduk di sebrang dokter Noval


"iya Om, ada hal penting yang mau aku sampaikan. dari tadi aku telfon tapi tidak dijawab". ucap dokter Noval menjelaskan


"jadi aku langsung kesini". imbuhnya lagi


"tau gitu kamu hibungi Om saja. Yuda anaknya agak susah Val. apalagi akhir akhir ini dia berubah jadi pendiam. padahal Om sudah kasih dia tanggung jawab yang besar". ucap Wijaya menjelaskan


"kamu tau Val dia kenapa?". tanya Om Wijaya


"enggak tau Om, dia nggak pernah cerita apa apa?". ucap dokter Noval mencoba mengingat


"beberapa bulan ini sikapnya menjadi aneh Val, sekarang jadi pendiam, menyendiri, jadi jarang pulang, sampai sampai mamahnya khawatir. setiap ditanya kenapa, pasti jawabannya sama nggak ada apa apa?". jelas Om Wijaya dengan wajah sedihnya


"lagi banyak pikiran mungkin Om". ucap Noval mencoba menenangkan

__ADS_1


"kamu coba tanyai dia Val, mamahnya sampai sedih melihat tingkah Yuda sekarang, apalagi sepeninggal kakaknya. Tante kamu semakin kepikiran karena Yuda anak satu satunya. Tante kamu takut jika akan kehilangan Yuda juga". jelas Om Wijaya semakin sedih


"iya Om, nanti aku coba ngobrol sama Yuda". ucap dokter Noval


"ya sudah Om tinggal dulu ya.kamu mau minum apa Val?". tanya Om Wijaya berdiri dari duduknya.


"nggak usah Om, nanti aku minta sendiri ke dapur". ucap dokter Noval tersenyum


lalu Om Wijaya berlalu meninggalkan Noval, nampak dokter Noval memikirkan sesuatu tentang Yuda. ia ingat mungkin karena Risana sikap Yuda menjadi berubah.


"apa karena Risana kamu jadi gini Yud?". gumam dalam hati dokter Noval


"apalagi kalo kamu tau status Risana sekarang Yud, pasti kamu nggak akan percaya, kasihan kamu Yud". gumam dalam hati dokter Noval


saat memandangi foto foto Nafisa ada Yuda datang dari pintu depan. Yuda merasa aneh karena tak biasanya Noval datang kerumahnya pagi pagi.


"pagi sekali Val datang kesini. katanya kemarin kamu cuti ada urusan penting?". tanya dokter Yuda berjalan menuju kearah dokter Noval


"kamu ini dari tadi di hubgungi nggak bisa. padahal ada hal penting yang mau aku sampaikan". oceh dokter Noval kepada dokter Yuda yang baru datang


"kamu lihat ini Yud". ucap dokter Noval menunjukkan layar handphone nya


dokter Yuda nampak serius mengamati satu persatu foto yang ada di handphone dokter Noval. dokter Yuda mencoba mengingat Risana karena yang di foto itu mirip sekali dengan Risana


"tadi pagi aku mencoba mencari alamat Nafisa, saat bersamaan aku melihat laki laki ini ada di lantai dua bermesraan dengan seorang wanita yang aku duga adalah Risana mantan kekasih kamu. terus setelah itu laki laki ini keluar bersama wanita lain yang ternyata adalah Nafisa. nah dengan Nafisa juga laki laki ini mencium kening Nafisa". ucap dokter Noval menjelaskan


Yuda mencoba mendengarkan dan membenarkan jika wanita dindalam foto itu adalah Risana.


"pemahaman ku sekarang Yud, mungkin Nafisa dan Risana itu kakak madu dan adik madu". ucap dokter Noval menebak


"benar Val, mungkin ini alasan Risana meninggalkan ku". ucap dokter Yuda tak bersemangat lalu duduk di sofa


"tapi kenapa Risana mau jadi yang kedua ya. padahal jika sama kamu dia bisa jadi yang pertama". ucap dokter Noval penasaran


"tapi aku harus cari tau yang sebenarnya Yud. jika memang benar Nafisa mempunyai madu, aku akan merebut Nafisa dari laki laki itu". ucap dokter Noval meyakinkan

__ADS_1


namun Yuda tetap saja diam, dengan wajah yang tidak bersemangat setelah mendengar kabar dari Noval.


"kamu yang sabar Yud, kita cari tau yang sebenarnya". ucap dokter Noval menyemangati karena melihat wajah Yuda yang tidak bersemangat.


sedangkan dirumah Bima nampak ada dua orang tamu datang kerumahnya. seorang laki laki dan seorang perempuan yang di tugaskan untuk menjadi asisten pribadi Risana


"permisi buk, non Risana nya ada?". ucap seorang perempuan di depan pintu gerbang yang baru saja di bukakan Bik Sumi


"maaf anda berdua siapa ya?". tanya Bik Sumi heran


"saya Anik Buk, dan ini Pak Selamet. kami di kirim sama Nyonya Rossa untuk menjadi asisten pribadinya Non Risana". jelas mbak Anik memperkenalkan


"oh mari mari silahkan masuk". ucap Bik Sumi mempersilahkan dan berjalan menuju kedalam rumah


"silahkan duduk dulu, saya panggilkan dulu Nyonya Nafisa". ucap Bik Sumi berlalu meninggalkan keduanya


tak berapa lama Nafisa dan Bik Sumi datang menemui kedua tamu tadi. Nafisa lalu duduk di sofa memperhatikan kedua tamunya, dan mencoba menanyakan perihal apa datang kerumahnya


"maaf, anda berdua siapa ya". ucap Nafisa bertanya


"perkenalan Buk, saya Anik dan ini Pak Selamet. kami di kirim Nyonya Rossa untuk menjadi asisten pribadinya Non Risana. tapi kalau Pak Selamet menjadi supir untuk Non Risana dan juga untuk Buk Nafisa". jelas mbak Anik memperkenalkan diri


"tapi tolong kerjasamanya ya mbak, karena disini cuma ada Bik Sumi. jadi kalau Bik Sumi kuwalahan tolong di bantu, nanti biar saya tambahin gajinya". ucap Nafisa menerangkan


"iya Buk terimakasih, hari ini saya bisa langsung bekerja. kalau boleh tau Non Risana kamarnya dimana?". ucap mbak Anik bertanya


"biar di antar sama Bik Sumi ya mbak, kamarnya ada di atas". ucap Nafisa dengan tersenyum


"mari mbak saya antar".ucap Bik Sumi mempersilahkan


Bik Sumi dan mbak Anik segera berjalan kelantai dua dimana kamar Risana berada. setelah sampai di lantai dua mbak Anik segera masuk ke kamar Risana dan bertanya apa tugasnya hari ini


"Non saya di tugaskan Nyonya untuk menjadi asisten pribadi Non. kalo boleh tau tugas saya apa aja Non?". tanya mbak Anik berdiri di samping ranjang Risana


"untuk saat ini nggak ada mbak, kamu boleh kebawah bantu Bik Sumi. nanti kalo aku butuh apa apa aku panggil". jelas Risana masih tiduran di atas ranjangnya.

__ADS_1


__ADS_2