
"Abi dimana Risana?". tanya Nafisa mendongak memandang wajah Bima yang terus memeluknya.
"ada di kamarnya". jawab Bima singkat
"kenapa Abi tidak menemani nya, kasian dia sendirian"tanya Nafisa lagi
"kemarin Abi sudah tiga hari bersama dia, sekarang gantian bersama umi biar adil". ujar Bima dengan mata terpejam.
"umi mohon Abi bersikap baik ya sama Risana, umi mau Abi juga bisa mencintai nya". pinta Nafisa melepaskan pelukan Bima lalu duduk bersandar di ranjang.
"umi, Abi mungkin bisa bersikap baik dengan Risana". Bima menghentikan sejenak ucapannya "tapi kalau untuk mencintai nya Abi rasa sedikit butuh waktu". ucap Bima ikut duduk di samping Nafisa memegang lembut tangan Nafisa
"Abi takut akan menyakiti hati umi begitu juga Nafisa". ucap Bima memeluk erat tubuh Nafisa mendengar ucapan Bima membuat Nafisa menitikkan air mata
"hey kenapa nangis". ucap Bima mendekap wajah Nafisa dengan kedua tangan nya.
__ADS_1
"Abi mohon jangan nangis lagi ya, Abi nggak bisa lihat umi nangis. Abi pengen umi tersenyum terus". ucap Bima mengusap pipi Nafisa dengan lembut. menyatukan hidung Bima dengan hidung Nafisa keduanya sama-sama tersenyum.
"ya jangan nangis lagi ya". pinta Bima. Nafisa terus mengangguk pelan
melihat Nafisa tersenyum seketika Bima mencium bibir Nafisa keduanya saling berbalas hingga memanas Bima yang sudah memendam rindu lama langsung menyalurkan hasratnya merengkuh surga dunianya.
*****
malam tiba Bima dan Nafisa keluar kamar untuk makan malam bersama mereka terlihat sangat mesra dengan tangan Nafisa memeluk erat lengan Bima mungkin mereka lupa jika sudah ada Risana di tengah tengah keluarga mereka.
"deg" seketika jantung Risana kaget
"kenapa ini kenapa jantungku berdetak tak karuan begini melihat mereka bermesraan, bukankah mereka suami istri dan bukankah ini sudah konsekuensi nya menjadi istri ke dua". Risana bermonolog dengan dirinya dengan mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Ris sudah lama?". tanya Nafisa duduk di depan Risana.
__ADS_1
"nggak mbak baru aja kog". ucap Risana menggelengkan kepala.
semua sudah duduk di kursi masing-masing Nafisa biasanya akan mengambil kan nasi untuk Bima tapi kali ini Nafisa hanya diam melihat ke arah Risana. Risana tak menyadari apa yang di maksud dengan tatapan Nafisa.
"Ris ambilkan nasi untuk mas Bima ya, mulai sekarang kamu yang mengurus keperluan mas Bima karena kamu sekarang adalah istri mas Bima". ucap Nafisa menjelaskan dengan lembut.
"iya mbak". jawab Risana mengambil kan nasi untuk Bima dan untuk dirinya.
sedangkan Nafisa mengambil nasi untuk dirinya sendiri, mengambil lauk dan mulai menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. suasana di meja makan sangat hening semua sibuk dengan piring masing-masing. Nafisa melihat wajah Bima hanya ada diam lalu melihat ke arah Risana juga hanya ada diam.
Nafisa beranggapan mungkin mereka butuh waktu "aku akan membantu kamu lebih dekat dengan mas bima Ris hingga kalian saling jatuh cinta". batin Nafisa dalam hatinya dengan mengunyah nasi dalam mulutnya.
selesai makan malam Risana membantu Bik Sumi di dapur setelah selesai segera kembali ke kamarnya. sedangkan Bima ia memilih pergi ke kamar Nafisa. Bima masih ingin melepaskan rindu yang sudah menggunung, ia terus saja memeluk istri tua nya.
"Abi, apa tidak sebaiknya Abi ke kamar Risana?". tanya Nafisa
__ADS_1
Bima hanya menggeleng masih mendekap erat tubuh nafisa.