Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
malam istimewa yang panjang (7)


__ADS_3

Nafisa hanya menangis membuat Bima bingung harus melakukan apa. seketika Bima langsung mencium bibir Nafisa pelan. di gigitnya bibir Nafisa lembut. yang awalnya hanya diam Nafisa mulai membalas ciuman Bima. ciuman mereka mulai memanas, lidah Bima mulai bermain-main dalam mulut Nafisa.


"Abi kangen saat seperti ini". bisik Bima di telinga Nafisa lalu melanjutkannya lagi mencium bibir Nafisa.


sambil menciumi bibir Nafisa Bima mulai meremas dada Nafisa. ahhh keduanya sama-sama merasakan kenikmatan yang memuncak. ciuman mulai menurun ke leher di ciuminya dada Nafisa sampai Nafisa mendesah kenikmatan. Bima yang melihat Nafisa menikmati sentuhannya tersenyum, dalam hatinya bergumam "ooo mungkin istri ku sudah lama ingin merasakannya, karena aku pulang larut terus jadi tidak ada waktu untuk melakukan nya".


selesai melakukan foreplay Bima langsung melepaskan pakaiannya, bagian tumpul Bima sudah berdiri tegak sempurna sudah tak sabar ingin memasukkannya ke sarang. Bima lalu membantu Nafisa melepaskan pakaiannya. dicarinya lagi bibir Nafisa di di gigitnya lembut, tangan Nafisa mulai melingkar di pinggang Bima. keduanya seperti pasangan yang sedang di mabuk cinta, kenikmatan memuncak ketika barang Bima masuk ke dalam sarang, di dorongnya dengan perlahan membuat keduanya sama-sama menikmati nya. tak lama Bima pun mencapai kepuasannya dirasakan hangat dalam sarang Nafisa. nafas keduanya sama-sama tersengal-sengal.


"udah umi". ucap Bima sembari mencium kening istrinya.


sama-sama capek setelah berolahraga malam Bima tidur dengan memeluk nafisa.


"Abi". ucap Nafisa.

__ADS_1


"hmmm".


"Abi di kampus gimana? nyaman?". tanya Nafisa


"iya nyaman-nyaman aja umi. malah Abi seneng ngajar di sana". jawab Bima


"hmm apa karena di sana ceweknya cantik-cantik, Abi seneng karena itu kan. huufftt Abi di sana pasti banyak yang suka banyak yang godain." ucap Nafisa sambil cemberut.


Bima hanya tersenyum lalu membuka matanya. "cinta Abi cuma buat umi, satu-satunya nggak ada yang lain". ucap Bima dan langsung memluk istrinya.


hari sudah pagi seperti biasanya Nafisa mempersiapkan semua kebutuhan suaminya. hari ini Nafisa agak bersemangat tidak seperti kemarin yang hanya diam dan merenung.


bik Sumi yang sadar akan perubahan Nafisa ikut merasa senang.

__ADS_1


"wah nyonya sepertinya sudah semangat lagi nih". ucap Bik Sumi bercanda.


"Alhamdulillah Bik udah agak mendingan". jawab Nafisa tersenyum dengan menatap Bima.


setelah selesai sarapan Bima berpamitan untuk pergi mengajar. ia mencium kening Nafisa lalu pergi melaju dengan mobilnya.


hanya berdiam diri di rumah membuat Nafisa bosan. Nafisa berencana mengunjungi toko kuenya yang sudah lama tidak di kunjungi. takutnya ada kendala dalam produksinya.


"bik hari ini saya mau ke toko kue, tolong siapin baju saya yang warna merah ya". ucap Nafisa


"baik nyonya, sebentar saya setrika dulu". ucap Bik Sumi lalu berjalan menuju ruang setrika.


Nafisa mempunyai toko kue yang di rintisnya sejak kuliah, bersama Bima dia membangun usaha nya itu mulai dari nol, hingga menjadi sesukses sekarang.

__ADS_1


selang beberapa saat taksi online yang di pesannya sudah tiba. segera ia menaiki taksi dan menuju toko kuenya. karena keadaan Nafisa yang masih lemah Bima tidak mengijinkan Nafisa mengendarai mobil sendiri.


__ADS_2