Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
cinta pandangan pertama (52)


__ADS_3

"Yuda kenapa kamu harus kembali dalam ingatan ku. aku ingin menghapus semua kisah kita. aku ingin hidup bahagia dengan suamiku sekarang, hanya dia yang aku cintai. dari pertama bertemu hingga hari ini, hanya bima yang aku cintai". gumam dalam hati risana


ia masih nampak tak bersemangat, hanya diam dan melamun. hingga sampai di rumah, risana tetap tidak bersemangat, dengan langkah gontai Risana menuju ruang makan masih memikirkan Yuda.


"kenapa harus Monica yang tahu tentang Yuda" ucapnya lirih sambil meletakkan gelas di atas meja


Risana yang resah memikirkan Yuda dibuat kaget dengan deringan dari handphone nya. segera ia melihat layar ternyata pesan dari Bima, Bima mengatakan jika hari ini dirinya tidak pulang karena menjaga Nafisa yang sedang sakit di rumah sakit.


Risana mengiyakan pesan dari Bima dan mendoakan Nafisa agar cepat pulih kembali. hatinya juga ikut merasa sedih dengan Nafisa yang ternyata sakit, padahal sudah satu minggu ia tidak bertemu dengan Nafisa.


Di rumah sakit Bima dan Bunda Isna masih menemani Nafisa, semalaman Bima tanpa henti melantunkan ayat suci alquran untuk Nafisa berharap istrinya itu segera tersadar.


Bunda yang melihat Bima sudah nampak lelah lalu menghampiri Bima yang sedari tadi duduk di samping Nafisa membaca alquran.


"Bim,kamu istirahat dulu ya, biar gantian Bunda yang jaga Nafisa. kamu tidur dulu di sofa, kelihatannya kamu capek sekali". ucap Bunda berdiri di sampinh Bima


"iya Bun, setelah ini saya istirahat". ucap bima lalu melanjutkan membaca alquran.


fajar telah menyingsing, nampak Nafisa sudah sadar dari tidur pingsannya, Bunda yang tahu Nafisa sadar segera membangunkan Bima yang masih terlelap. mendengar Nafisa telah sadar Bima segera menghampiri istrinya itu dengan perasaan sedikit lega.


"Sa, kamu mau minta apa?".tanya Bunda mendekat ke wajah Nafisa namun Nafisa hanya menggeleng pelan.


"kamu istirahat dulu ya, jangan banyak pikiran dulu". ucap lagi Bunda mengusap rambut Nafisa.


"alhamdulillah Umi sudah sadar, Umi istirahat dulu ya. sebentar lagi ada suster yang ngecek kondisi Umi". ucap bima di iringi anggukkan dari Nafisa


tak hentinya Bima bersyukur atas sadarnya Nafisa dari pingsannya. lalu berpamitan dengan mertunya untuk menunaikan sholat subuh.


paginya Ayah Aris menyempatkan untuk mampir kerumah sakit membawakan sarapan untuk Bunda. saat di ruangan Ayah melihat ada Bima yang duduk di samping ranjang Nafisa.


tak ada satu kata pun terucap dari bibir Ayah, hanya ada tatapan tajam yang siap menusuk Bima. tapi Bima tidak mempermasalahkan hal itu.


"Bun ini sarapan untuk Bunda, Ayah langsung pamit ke kantor ya". ucap Ayah meletakkan plastik di atas meja lalu bergegas pergi.

__ADS_1


****


beberapa hari telah berlalu,Nafisa sudah kembali kerumah Bima, meskipun ayahnya melarang namun ia tetap memaksa kembali kerumah Bima. ada sedikit cekcok saat Nafisa akan pulang kerumah Bima. namun akhirnya Ayah mengalah demi putri tercintanya


Nafisa badannya nampak kurus, wajahnya pucat, seminggu sekali ia harus bolak balik ke rumah sakit untuk menjalani pengambilan sampel darah.


hari ini Bima tidak bisa menemani Nafisa untuk kerumah sakit, karena ada tugas mendadak dari sekolah yang tidak bisa di wakilkan. lalu meminta tolong kepada Risana untuk menemani Nafisa kerumah sakit.


selama di rumah sakit nampak raut wajah was was dari Risana, ia terus saja melihat sekeliling ruangan rumah sakit. Nafisa yang menyadari akan hal itu, lalu menanyakan kepada Risana ada apa dengan Risana sebenarnya.


"Ris kamu kenapa, seperti orang ketakutan begitu". tanya Nafisa yang duduk di samping Risana di ruang tunggu


"emm nggak apa apa kog mbak, cuma kebelet aja. emm aku ke kamar mandi dulu ya mbak". pinta Risana lalu berlalu meninggalkan Nafisa.


saat duduk sendirian di ruang tunggu, Nafisa di hampiri seorang dokter yang merasa kenal dengan dirinya. hingga akhirnya mereka ngobrol banyak tentang Nafisa.


"hai, kamu cewek yang di toko kue itu kan?". tanya seorang dokter ganteng.


"emm siapa ya?". tanya Nafisa merasa tidak mengenal


"iya tidak apa apa". ucap Nafisa tersenyum


"kamu sedang apa disini? apa kamu sakit?". tanya dr. Noval penuh pertanyaan


Nafisa hanya mengangguk pelan, dr. Noval menyadari karena wajah Nafisa yang terlihat begitu pucat pasi.


"sudah lama saya mencari kamu di toko kue. tapi kata pelayan lain kamu sedang cuti lama". ucap dr.Noval menjelaskan


"iya, karena saya sedang sakit. tidak memungkinkan berangkat bekerja". ucap Nafisa mengikuti alur


"kalo boleh tahu, kamu di tangank dokter siapa?". tanya dr.Noval semakin penasaran


"dr. Baskoro". ucap Nafisa singkat

__ADS_1


nampak dr. Noval sedang berfikir, di benaknya sedang mengingat dr. Baskoro menangani penyakit apa.


"dr. Baskoro kan spesialis onkolog. apa jangan jangan...". gumam dalam hati dr. Noval


"saya permisi dulu ya, nanti kita bertemu lagi". ucapnya berlalu meninggalkan Nafisa


setelah kepergian dr.Noval nampak Risana berjalan kearah Nafisa. Risana masih saja melirik kanan kiri seolah takut jika ada seseorang yang mengenali.


"maaf lama ya mbak". ucal Risana duduk di sebelah Nafisa


"iya Ris". ucap Nafisa tersenyum


sedangkan di ruangan dr.Noval ia memikirkan Nafisa. dirinya sebenarnya tahu jika Nafisa sedang sakit kanker rahim, karena dr.Baskoro spesialis penyakit kanker.


kemudian dr.Noval bergegas menuju ruangan sesama dokter yang merupakan saudara sepupunya. sesampainya di ruangan dokter itu, dr.Noval menceritakan jika dirinya bertemu dengan seorang wanita yang selama ini di carinya.


"Yud tadi aku bertemu dengan wanita yang selama ini aku cari, di mana aku jatuh cinta dengannya pada pandangan pertama". ucap dr.Noval dengan semangat membara


"benarkah". tanya dr. Yuda duduk di kursi kerjanya


dr. Noval adalah kakak sepupu dari dr.Yuda. mereka sudah bersahabat sejak dari kecil, sedangkan dr. Yuda mempunyai seorang kakak laki laki namun telah meninggal dunia saat kecelakaan mobil, hal itu membuat dr.Yuda menganggap dr. Noval seperti kakak kandungnya sendiri.


sedangkan dr. Noval duda anak satu, istrinya meninggal saat melhairkan anak pertama mereka.


"iya, tapi sepertinya dia sedang sakit endometrium Yud, tadi aku tanya dia siapa dokter yang menangani, ternyata dr.Baskoro". ucapnya sesikit lesu


"aku jadi penasaran dengan wanita itu, boleh aku bertemu Val?".ucap dr. Yuda masih duduk di kursinya


"tentu saja boleh, kamu kan sahabat dan adik sepupu ku yang tersayang". ucap dr. Noval tertawa kecil


"ah jangan jangan nanti wanita yang kamu suka sangat jelek lagi". ejek dr.Yuda dengan tawa kerasnya


"sembarangan aja, ini wanita sangat kalem Yud, dewasa. sama seperti almh. Anna". ucap dr.Noval wajahnya berubah sedih

__ADS_1


"iya sudah ayo temui sekarang". ucap dr. Yuda berdiri dari kursi kebesarannya.


lantas mereka berjalan beriringan dengan kerennya, dengan jas putih sebagai simbol seorang dokter. tak lama akhirnya mereka bertemu dengan Nafisa dan Risana yang masih duduk di ruang tunggu


__ADS_2