
risana sudah sampai di depan kelas ia mengucapkan perpisahan dengan Zian dan segera masuk kedalam kelas menghampiri Yola yang sedang duduk di kursinya.
"Ris kata anak-anak tadi kamu berantem sama monica?. kamu di apain tadi sama dia? nggak ada yang sakit kan?". cecar Yola kepada Risana memastikan Risana baik-baik saja
"aku nggak apa-apa yol, aku nggak di apa-apa in Monica. nanti aja deh ceritanya kalo udah balik". ucap Risana duduk di kursinya.
pak Anto sudah tiba di kelas untuk mengajar kewirausahaan. semua mahasiswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan pak Anto, tapi Risana hanya melamun memikirkan ucapan Monica.
"haduh beban ku tambah berat harus memikirkan orang-orang yang tidak penting".batin di hati Risana sambil memijat keningnya pelan.
mata kuliah telah selesai Risana berencana mengajak Yola jalan-jalan ke mall sambil curhat tentang perasaan nya. Yola dan Risana bergegas menuju mall di tengah kota tersebut.
selang beberapa lama Risana dan yola sampai di mall.
"yol aku bingung sama pak Bima kadang baik kadang cuek kadang perhatian, aku juga bingung sebenarnya aku ini di anggap apa si".ucap Risana tengah memilah Milah baju.
"eh tunggu tunggu, kamu sama pak Bima kan udah nikah ni". yola menghentikan ucapannya, lalu mengambil nafas panjang "udah ehem ehem belum?". tanya yola dengan genit.
yola menunggu jawaban Risana, tapi Risana masih berfikir lama membuat yola tidak sabar.
"Ris".teriak yola
"emh iya yol". jawab Risana bingung
"udah belum?". tanya yola lagi dengan nada penasaran.
__ADS_1
Risana hanya menggeleng pelan sambil meletakkan baju di tempatnya lagi. melangkah keluar menuju cafe di mall itu. lalu di ikuti yola di belakangnya. mereka duduk bersebrangan memesan minuman dan makanan.
"Ris,. beneran kamu belum di apa-apa in pak Bima?". tanya yola lagi yang masih penasaran dengan jawaban Risana.
"belum yol". ucap Risana pelan
"aku juga nggak tau katanya dia nggak bisa melakukan nya sama aku". ucapnya pelan tak semangat.
"yang sabar ya Ris". ucap yola.
"terus tadi kamu di apain Monica?".sambung yola
"aku tadi di katain pelakor, cewe murahan, dia juga bilang aku yang goda pak Bima. padahal kamu tau kan aku mau menikah sama pak Bima karena istrinya. karena aku merasa kasihan dengan mbak Nafisa. dia sangat berharap pak Bima mempunyai keturunan". ucap Risana menjelaskan
"udah udah makan aja udah laper nih". ucap Risana menunjuk perutnya
hari sudah sore Risana dan yola bergegas pulang ke rumah masing-masing sesampainya di rumah Risana langsung masuk kamar membersihkan diri dan berbaring di ranjang tidur.
Bbbrraakkkk !!
pintu kamar di buka dengan kerasnya nampak Bima berjalan sedikit cepat menghampiri Risana, di buangnya tas kerja ke sembarang arah lalu menarik tangan Risana.
"sini kamu". ucap Bima menarik tangan Risana kuat dengan nada marah mengeraskan rahangnya.
"auw sakit pak". pekik Risana memegang tangan nya yang sakit sambil melihat Bima membuka layar hp.
__ADS_1
"lihat ini". ucap Bima menyodorkan hp kepada Risana.
"i ini salah paham pak". ucap Risana membela diri
"coba jelaskan! ".ucap Bima perlahan berjalan menatap mata Risana dengan tatapan marah.
Risana terus berjalan mundur merasa takut dengan Bima dan tatapannya yang tajam. ia kini bersandar di tembok menunduk kan wajahnya takut memandang mata Bima.
"apa hubungan kamu sama Zian?". tanya Bima dengan nada penekanan tangannya bersandar di tembok mengungkung Risana.
"kami hanya teman pak". ucap Risana ketakutan
"apa kamu menyesal dulu tidak menerimanya?"tanya Bima penuh penekanan.
Risana hanya terdiam memejamkan matanya ketakutan
"JAWAB!!!". teriak Bima membuat Risana semakin ketakutan.
melihat Risana hanya terdiam dengan mata terpejam Bima segera melempar kan Risana ke atas ranjang membuat Risana terkejut dan membuka mata.
Bima segera naik di atas Risana menciumi bibir Risana dengan kasar tapi Risana tidak membalasnya, melihat Risana tak membalas ciuman nya Bima segera menggigit bibir bawah Risana hingga Risana membukanya setelah terbuka Bima lebih dalam bermain dibibir Risana, lebih dalam hingga hasrat Bima memuncak, Bima yang sadar segera menghentikan aktivitas nya dan pergi meninggalkan Risana.
Bima berlalu mengambil tasnya terlebih dulu dan keluar dari kamar Risana. Risana yang masih sock bengong memikirkan apa yang baru saja terjadi. di rasanya bibir yang panas dan sakit karena Bima terlalu keras menggigitnya. Risana terus saja mengusap bibirnya pelan
"haduh pak Bima apa-apaan sih, main cium dengan kasar di pikirnya nggak sakit apa. padahal kalo di minta baik-baik kan aku dengan senang hati membalasnya". gerutu Risana masih mengusap bibirnya.
__ADS_1