Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
Zian (21)


__ADS_3

Zian tersenyum kearah Bima sedangkan Risana memendam rasa khawatir jika Bima akan marah karena duduk di sebelah Zian.


semakin hari Zian semakin berani mendekati Risana meskipun Risana mengacuhkan perhatian Zian namun Zian tidak pernah menyerah.


suatu waktu Risana duduk sendiri di kursi kampus membaca buku dari arah samping datang Zian membawakan minuman.


"nih buat kamu". ucap Zian menyodorkan minuman ke arah Risana.


"diminum ya, biar nggak haus". timpalnya lagi.


Zian lalu duduk di samping Risana berceloteh kesana kemari seolah-olah akrab dengan Risana. namun tetap saja Risana tidak menanggapinya ia tetap sibuk membaca buku.


"ini cewe susah banget sih di deketin biasanya cewek cewek suka kalau aku deketin aku gombalin. hhmmm Risana emang beda dari cewek lain". batin Zian membahas Risana.


Zian adalah cowok kece di kampus suka baperin mahasiswi yang dekat dengannya suka gonta-ganti cewek juga. tapi sejak kenal Risana ia beranggapan bahwa nggak semua cewek itu sama, sama-sama gampang di gombalin dan matre.


Zian berusaha mencari tau nomor telepon Risana dari teman-temannya. setiap hari selalu mengucapkan selamat malam selamat siang selamat pagi untuk risana jangan lupa makan dan lainnya membuat Risana agak ilfil.


"ini cowok kenapa sih suka gangguin aja. gini kalo dapet chat dari pak Bima gitu ya aku seneng selamat pagi Risana selamat malam Risana jangan lupa makan". Risana bermonolog dengan dirinya sendiri berharap Bima bisa perhatian dengannya.


sejak tunangan Risana dan Bima tidak mempunyai nomor masing-masing tidak pernah mengobrol tidak pernah menyapa hingga membuat Risana berkecil hati

__ADS_1


ia beranggapan jika ingin menyudahi pertunangan nya dengan Bima dan mulai menerima Zian.


sikap Zian yang romantis hampir meluluhkan hati Risana yang sudah terisi sosok pak bima. Zian setiap hari selalu memberi coklat di atas meja kampus Risana memberikan kata-kata yang puitis dan romantis hingga membuat semua temannya iri.


"ya ampun Ris kamu itu beruntung banget sih setiap hari di kasih coklat sama Zian. hhmm kalo aku jadi kamu aku udah nerima dia lho". ucap Yola membuat hati Risana semakin bingung.


hati Risana mulai melihat sisi baik Zian hingga membuat Risana sedikit mau mengenal Zian.


setiap istirahat Zian pasti ikut gabung dengan Risana dan Yola Bima yang sering melihat Risana dengan Zian hatinya mulai memanas.


bukan cemburu, hanya rasa ingin tahunya ada apa Risana dengan Zian. "kenapa sekarang Risana malah semakin dekat dengan Zian apa nggak mikir dia udah punya tunangan seharusnya dia bisa jaga diri dari lelaki lain". batin Bima yang mulai memperhatikan Risana.


kebetulan hari ini di kelas Risana ada mata kuliah Bima setelah Bima selesai mengajar ia segera menghampiri Risana di tempat duduk nya.


"baik pak". jawab Risana yang menunduk karena malu.


"kenapa aku di suruh ke ruangan pak Bima ya". tanya Risana kepada Yola.


"nggak tau juga mmmungkin kamu belum ngumpulin tugas kali". ucap Yola


"perasaan udah kog kemarin".jawab Risana bingung.

__ADS_1


"ada apa ya aku di suruh keruangan pak Bima, apa aku punya salah?". batin Risana khawatir.


selesai memasukkan buku ke dalam tas Risana segera menuju ruangan Bima. tok tok tok


"masuk". titah Bima.


Risana segera membuka pintu dan masuk kedalam ruangan ia berdiri di depan Bima yang sedang sibuk dengan laptopnya. rasa hatinya campur aduk ada rasa malu ada rasa bingung ada rasa takut ada rasa seneng semua menjadi satu sampai membuat tangan nya gemetar.


"duduk". titah Bima datar.


"ada hubungan apa kamu sama Zian?". tanya Bima tanpa basa-basi.


"m maksud bapak?". tanya Risana bingung


"kamu sebenarnya ada hubungan apa sama Zian, saya lihat sekarang kamu sering bersama Zian". tanya Bima yang masih sibuk menatap layar laptop.


"saya hanya berteman pak, itu aja nggak lebih". jawab Risana grogi.


"seperti nya dia ada rasa sama kamu, seharusnya kamu bisa menjauhi nya karena kamu sudah mempunyai tunangan". ucap Bima membuat Risana merasa terpojokkan.


"kenapa bapak membahas tentang tunangan apa bapak pernah peduli dengan saya?. apa bapak pernah perhatian dengan saya?. saya tahu bapak tidak pernah ada rasa dengan saya. salah saya juga kenapa saya mencintai bapak kenapa juga saya mau bertunangan dengan bapak. ini semua salah saya pak dekat dengan Zian pun salah saya". ucap Risana mengeluarkan semua unek-unek nya hingga satu persatu air matanya mulai lolos.

__ADS_1


Bima ternganga mendengar ucapan Risana ia merasa tak seharusnya mengekang Risana yang hanya berstatus tunangan dan di hatinya tak pernah ada rasa cinta.


__ADS_2