Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
kamu cantik (54)


__ADS_3

Monica sangat bahagia, ia menyangka bahwa Yuda tertarik dengannya. dan akan membalas dendam dengan Risana.


"hhmmm sepertinya dokter Yuda suka denganku, aku harus memanfaatkan keadaan ini untuk balas dendam dengan Risana". gumamnya dalam hati, lalu masuk kedalam kelas


sedangkan Risana ia berjalan menuju kantin. diikuti Zian dari belakang yang mengejarnya. Risana tak habis-habisnya mengoceh setelah melihat Yuda dan Monica tadi


"Monica emang keterlaluan, kenapa sih selalu ganggu hidup ku". ucapnya sedikit kesal lalu duduk di kursi kantin


"kamu juga Zian, kenapa nggak ngasih tau aku kalo ada Yuda disini". ucapnya lagi masih kesal


"maaf Ris, aku hanya ingin memastikan kalo tadi itu emang bener Yuda mantan kamu, nggak ada maksud lain". ucap Zian merasa tidak enak hati


"sekali lagi maaf ya Ris". ucapnya lagi menyesal


pikiran Risana semakin tak karuan, ia takut jika Monica akan bilang ke Yuda tentang dirinya kini yang sudah menikah dan menjadi istri ke dua. Risana benar benar belum siap jika Yuda tahu semua nya.


"pasti Yuda akan benci banget sama aku". gumamnya dalam hati merasa takut akan rencana Monica


"huufft kenapa ini semua harus terjadi". ucapnya tidak bersemangat


Yola yang melihat Risana dan Zian di kantin segera menghampiri untuk ikut bergabung. ia juga penasaran dengan mantan Risana yang bernama Yuda karena Yola juga mendengar tadi ada pemilik rumah sakit B datang ke kampus nya.


"hai Zian" ucap Yola duduk di samping Zian


"hai Yol". ucap Zian sedikit tersenyum


"eh Ris, tadi aku denger ada pemilik rumah sakit B kesini". ucap Yola lalu menghentikan ucapannya sejenak


"kalo nggak salah namanya.,.". Yola mencoba mengingat ingat


"Yuda". ucapnya sedikit keras


"nggak usah keras keras yol". ucap Zian mencubit tangan Yola


"auw sakit tau". pekik Yola mengusap tangan nya yang sedikit sakit


namun Zian malah tertawa lepas melihat Yola kesakitan. meski melihat Yola dan Zian bercanda, namun Risana masih gundah dengan apa yang dilihatnya tadi. ia masih saja takut jika Monica akan membongkar semua tentang nya kepada Yuda. apalagi jika Bima juga tau, maka urusannya akan semakin panjang.


"itu bukannya mantan kamu Ris?". tanya Yola penasaran


"bener yol, tapi kesini bukan untuk menemui Risana, tapi menemui Monica". jelas Zian menjawab karena Risana hanya terdiam

__ADS_1


"yang bener Ris?". tanya Yola menyakinkan


namun Risana hanya mengangguk pelan. menghela nafas panjang merasakan hidupnya kini penuh dengan beban.


****


Monica sudah bersiap dandan cantik untuk makan malam bersama Yuda. di hatinya sangat bahagia, ia berharap malam ini menjadi malam spesial dengan nya bersama Yuda.


tepat jam 20.00 nampak Yuda sudah sampai di depan rumah Monica. lalu di persilahkan masuk oleh asisten rumah tangga yang sudah disuruh Monica menunggu di depan.


"silahkan masuk Tuan". ucap pelayan mempersilakan Yuda masuk keruang tamu


"terimakasih". ucap Yuda melangkah menuju ruang tamu


"silahkan duduk tuan, saya panggil kan dulu non Monica nya". ucap pelayan berlalu meninggalkan Yuda menuju kamar Monica


"teman non sudah sampai, ada di bawah". ucap pelayan berdiri di ambang pintu


"iya mbak nanti aku kebawah". ucap Monica duduk di kursi meja rias.


lantas Monica bergegas turun menuju lantai utama menemui Yuda yang sudah menunggu di ruang tamu. hatinya benar-benar di buat bahagia karena akan makan malam bersama pemilik rumah sakit B.


"sudah siap?". tanya Yuda melihat Monica menghampiri nya


keduanya segera menuju mobil dan bergegas ke restoran yang sudah Yuda pesan sebelumnya. selama perjalanan nampak Yuda sesekali memperhatikan Monica yang duduk di samping nya.


Monica yang sadar akan perhatian Yuda, menjadi salah tingkah dan tersenyum kegirangan di hatinya.


"kenapa dokter menatap ku terus?". tanya Monica sedikit gugup


"panggil Yuda saja, karena kita kan sekarang teman". ucap Yuda dengan senyum tampan nya


"iya Yuda".


"kenapa natap aku terus". ucapnya masih penasaran


"karena malam ini kamu cantik sekali". ucap Yuda memuji


Monica yang mendengar pujian Yuda semakin merasa di atas angin, ia semakin yakin jika Yuda benar benar tertarik dengannya.


sesampainya di restauran yang di tuju Yuda segera membukakan pintu untuk Monica. dan mempersilahkan Monica untuk turun dari mobilnya.

__ADS_1


"silahkan". ucap Yuda membuka pintu mobil


"terimakasih". ucap Monica tersenyum lebar


lalu keduanya masuk kedalam restauran menuju meja yang sudah di pesan Yuda. dan memanggil pelayan untuk membawakan makanan yang sudah di pesannya


"kamu nyiapin ini semua Yuda?". tanya Monica terkejut dengan kejutan yang dibuat Yuda


"iya". ucap Yuda lembut dengan senyum termanis nya


di dalam hati Yuda menyeringai licik karena Monica sudah masuk kedalam perangkapnya. dan akan mencari tahu tentang Risana dari Monica. Yuda yakin pasti Monica tahu tentang Risana, dengan begini pasti Monica tidak akan curiga.


"bagus Monica, kamu sudah ikut dalam permainan ku". gumam Yuda di dalam hatinya.


setelah acara makan malam selesai, Yuda segera mengantarkan Monica pulang. semenjak itu hubungan Yuda dan Monica semakin dekat. bahkan kadang Yuda menjemput Monica di kampus dan mengajak jalan-jalan.


saat di kampus, Monica tak sengaja berpapasan dengan risana. Monica yang merasa menang dari Risana lalu menyombong kan dirinya karena sekarang sedang dekat dengan Yuda.


"Ris Ris, kamu emang wanita bodoh. udah ada Yuda yang sempurna seperti itu, malah milih pak Bima, udah gitu jadi istri kedua lagi". ucap Monica sinis dengan senyuman liciknya


namun Risana hanya diam mendengarkan ucapan Monica yang menusuk hatinya.


"enaknya apa sih Ris suami orang? udah bangga jadi pelakor?". ucap Monica semakin menjadi jadi


Risana yang sudah tidak tahan dengan ucapan Monica seketika membalas ucapan Monica


"dasar perempuan licik, dulu kamu juga ngejar ngejar pak Bima kan?". tanya Risana penuh emosi


"itu dulu, sebelum aku tau pak Bima punya istri. tapi kalo kamu kan, emang udah tau pak Bima punya istri, eh malah mau jadi istri kedua. itu namanya apa kalo bukan pelakor?". ucap Monica tertawa keras membuat mahasiswa lainnya memperhatikan.


risana yang sudah tak tahan dengan ucapan Monica langsung menampar pipi Monica dengan keras hingga nampak memerah.


pllaaakkk


"auw, b*ngs*t kamu ris, berani nampar aku". ucap Monica memegang pipinya yang panas karena tamparan Risana


plaakkk


Monica berbalik membalas tamparan Risana. Risana juga memegang pipinya yang panas karena tamparan keras Monica.


tapi tiba-tiba Risana merasa kepalanya sangat pusing. pandangannya kabur, seketika badannya jatuh ke tanah tak sadarkan diri. mahasiswa lain yang melihat langsung berkerumun membantu Risana yang pingsan.

__ADS_1


Risana segera di bawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. dan juga menghubungi Bima untuk memberitahu jika Risana pingsan dan di bawa kerumah sakit.


setelah mendapat informasi jika Risana di rumah sakit, Bima bergegas menuju rumah sakit yang di tuju. di dalam fikiranya sudah tak karuan memikirkan keduanya istrinya yang kini sakit.


__ADS_2