Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
di tembak (22)


__ADS_3

Risana yang sudah sakit hati dengan Bima berlalu pergi begitu saja menyisakan tangis yang mendalam


Bima masih di posisi nya duduk terlamun memikirkan kata-kata Risana yang begitu mengena di hatinya.


"ternyata aku sudah menjadi seseorang yang berhati kejam, seharusnya aku tidak membahas ini dengan risana". ucapnya menyesal.


Risana terus berjalan arahnya kini tertuju ke taman belakang kampus sesekali tangannya menyusup menyeka air mata yang jatuh beriringan. hatinya terus saja mengumpat kata-kata untuk mengatai Bima. lelah berjalan dengan perasaan yang absurd ia menepikan dirinya di bawah pohon yang rindang.


Risana terduduk dan tertunduk kenapa bisa pak Bima ngomong gitu ke aku sedangkan ia tak pernah sekalipun peduli dengan ku. ia terus saja menangis menyatukan kepalanya dengan lutut dan bersandar di bawah pohon.


"kamu nggak apa-apa RIS?". tanya Zian yang tiba-tiba ada di samping Risana.


"i iya nggak apa-apa kog". jawab Risana terbelalak kaget dengan suara Zian.


"terus kenapa air mata kamu jatuh di pipi kamu ini?". tanya Zian mengusap pipi Risana.


keduanya sama-sama tertegun tatapan keduanya semakin lekat, terdengar suara degup jantung yang tak beraturan mengiringi dua insan itu.

__ADS_1


"kenapa rasanya gini kenapa tangan ku gemetar, padahal aku ahli dalam situasi seperti ini. wah kayaknya ada yang nggak beres nih". batin Zian bingung dengan perasaan nya.


keduanya tersentak kaget segera mengakhiri tatapan mesra mereka. sama-sama canggung sama-sama gugup.


"kita ke kantin yuk". ajak Zian sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


Risana hanya mengangguk kecil mengikuti langkah Zian yang lebih dulu berjalan. sampai di kantin Zian dan risana duduk bersebrangan ngobrol kesana-kemari menceritakan masa sekolah dulu tertawa bersama membuat hati Risana sedikit lega


"seneng rasanya Ris bisa liat kamu ketawa gini, sebisa mungkin aku akan buat kamu bahagia". batin Zian tersenyum puas melihat tawa Risana.


"kayaknya Risana marah beneran sama aku, gimana nanti kalau dia ngebatalin pertunangan ini bisa-bisa Nafisa kaget dan drop. aku harus bisa membujuk Risana agar baikan lagi". oceh Bima dengan dirinya sendiri.


beberapa hari telah berlalu tetapi hubungan mereka masih belum membaik hingga tiba hari dimana Zian mengutarakan perasaannya dengan risana. momen romantis telah di susun Zian dengan sangat apik ia meminta bantuan teman-teman nya untuk mengungkapkan perasaannya kepada Risana dengan sangat romantis dan tidak akan bisa di lupakan.


siang itu semua mahasiswa berkumpul di halaman kampus bersiap dengan tulisan romantis kata-kata puitis hingga tulisan I LOVE YOU MAUKAH KAMU MENERIMA CINTAKU?


Zian memang laki-laki yang sangat romantis bisa memposisikan keberadaan wanitanya yang di cintai nya. hingga membuat semua wanita merasa tersanjung jika dekat dengannya.

__ADS_1


dengan matang Zian menyiapkan semuanya berharap momen ini menjadi momen yang terbaik untuk dia dan risana.


Risana berlari khawatir di temani Yola di halaman kampus dibawah terik matahari yang mulai membakar kulit. melihat sekeliling dengan seksama tidak menemukan siapa pun "mana yol nggak ada apa-apa katanya zian pingsan di sini". gerutu Risana.


Risana yang masih khawatir di kagetkan dengan kedatangan Zian yang berjalan di belakangnya di susul teman-teman Zian dengan membawa tulisan-tulisan romantis dengan berseru segera Risana membalikan badan dengan tatapan yang berbinar.


"katanya kamu tadi...". Risa menghentikan ucapannya. "awas kamu yol". timpalnya lagi.


dengan mantap zian berjalan menuju kearah Risana dengan satu tangan di belakang membawa satu buket bunga yang indah. Zian yakin pasti cintanya kali ini akan di terima Risana.


sampai di depan Risana Zian segera memberikan buket bunga nya untuk risana. Risana hanya ternganga dengan apa yang di alami saat ini, ia melihat satu persatu tulisan yang di bawa mahasiswa lain ada apa ini? batinnya bertanya.


"Ris aku tau semua ini terlalu cepat untuk kita entah kenapa aku merasa nyaman setiap bersama kamu aku merasa aku harus ngelindungi kamu. kamu udah bisa merubah aku Ris kamu wanita yang hebat mungkin cerita perkenalan kita terlalu singkat tapi ini yang aku rasakan. aku jatuh cinta sama kamu ris aku sama sekali tidak ada keraguan atas perasaan ini. Maukah kamu menerima cintaku". ucap Zian yang masih menyodorkan buket bunga untuk risana.


Risana yang bingung mau menjawab apa ia hanya terdiam ia takut jika semuanya menjadi Boomerang untuknya. ia teringat akan statusnya yang sudah bertunangan.


"apa-apa an kamu, kenapa nembak tunangan orang". teriak Bima dari arah belakang Zian.

__ADS_1


__ADS_2