Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
minta restu mamah (16)


__ADS_3

risana terdiam ia takut mamahnya akan marah jika memberi tahu tentang lamaran nafisa untuknya. hatinya mulai gelisah antara harus cerita atau menunda. tapi ia sangat mencintai Bima. Bima adalah sosok pria yang di impikan sejak dulu. dan ini adalah kesempatan untuknya.


"cerita nggak ya sama mamah, tapi aku ingin sekali mengiyakan lamaran mbak Nafisa. biarpun menjadi yang ke dua toh yang meminta istri nya sendiri. bukan karena aku menggoda pak Bima atau kita nikah diam-diam dan istri pertama nggak tahu. aku juga bukan selingkuhan pak Bima, ini semua kemauan mbak Nafisa dan aku merasa iba atas dirinya. haduh aku malah bimbang gini sih". Nafisa bermonolog dengan dirinya sendiri dengan pikiran yang mulai bimbang.


"Ris katanya mau minta izin". ucap mamah mengagetkan lamunan Risana.


"minta izin apa Ris?". sambung mamah Risana.


"tapi mamah jangan marah ya". kata Risana dengan menyakinkan mamahnya.


"apa Ris cerita aja sama mamah". timpal mamah.


"mah Risana di lamar oleh seseorang, dan yang melamar ini adalah seorang istri untuk suaminya. Risana kenal baik sama istrinya mah dia seorang yang sempurna dan ahli ibadah. dan suaminya adalah dosen di kampus Risana dia juga seorang yang ahli ibadah. Risana mencintai lelaki itu mah, dia adalah lelaki impian Risana sejak dulu. Risana ingin sekali mempunyai suami seperti dia mah, namanya pak Bima". Risana menjelaskan dengan sedikit gugup dan takut.

__ADS_1


mamahnya hanya terdiam mendengarkan cerita Risana, mamahnya mulai memikirkan masa depan anaknya"maksud kamu. kamu menjadi istri ke dua Ris?". tanya mamah tak percaya.


Risana mengangguk dengan senyuman. "tapi dia baik sekali mah sama Risana. mereka sama-sama baik". ucap Risana menyakinkan mamahnya


"apa alasan istrinya melamar kamu untuk suaminya?". tanya mamah datar.


"mbak Nafisa memang wanita yang sempurna mah. tapi , dia tidak bisa memberikan keturunan. dia mempunyai kista di rahimnya dan susah untuk mendapatkan anak". ucap Risana.


"jadi kamu hanya pelarian?". tanya mamah dengan sorotan mata tajam.


"bagaimana nanti kehidupan kamu Ris, menjadi yang kedua itu sungguh sulit. kamu harus menjaga hati orang lain sedangkan hati kamu ingin di utamakan. kamu harus bisa memahami suamimu kamu harus rela jika perhatiannya tak sepenuhnya untuk mu. apa kamu sudah siap?". tanya mamah Risana. mamah Risana ingin yang terbaik untuk anaknya.


"maaf in Risana ya mah udah membuat mamah kecewa". Risana mulai mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


"aku mencintainya mah, biarkan Risana belajar ikhlas berbagi". tangisnya semakin keras.


mamah Risana mulai iba melihat anak semata wayangnya menangis berderai air mata. mamah mencoba menenangkan Risana.


"mamah ngerti Ris, tapi di fikir matang-matang dulu ya. mamah nggak mau kamu salah jalan". ucap mamah Risana dengan memeluk Risana erat.


"Risana sayang sama mamah. mamah restuin Risana ya". ucap Risana yang masih berderai air mata.


"mamah juga sayang kamu. mamah ingin yang terbaik buat kamu. kamu mandi dulu ya bau asem". mamah mencoba menghibur Risana


lalu keduanya melepaskan pelukan masing-masing.


"Risana ke kamar dulu ya mah". ucap Risana lalu mengecup pipi mamahnya.

__ADS_1


segera Risana bergegas menuju kamarnya. merebahkan dirinya di atas ranjang yang empuk . ia memandangi langit-langit kamarnya hatinya terasa penuh dengan perasaan bingung.


di sisi lain Nafisa tengah sibuk mempersiapkan cabang toko kuenya. sampai ia lupa bahwa hari ini ada yang mau di sampaikan kepada Bima.


__ADS_2