
"dia sudah berbohong Yah, kemarin dia bilang tidak tahu dimana Nafisa, tapi nyatanya, sekarang dia bersama Nafisa". ucap Bima keras menatap dokter Noval yang tersungkur
sedangkan dokter Noval masih tersungkur memegang pipinya yang sakit karena bogeman dari Bima. mendengar ribut ribut di luar, Bunda Isna segera berjalan menuju arah keributan berada.
"ada apa di luar Bun?". tanya Nafisa menatap Bunda
"biar Bunda lihat dulu ya, kamu istirahat. jangan banyak gerak kaki kamu nanti semakin bengkak". ucap Bunda kemudian berlalu keluar menuju arah keributan
langkah Bunda kian cepat kala mendengar suara Bima. sesampainya di halaman rumah sontak Bunda kaget melihat dokter Noval tersungkur di lantai dan segera menolong dokter Noval
"Ya Allah nak Noval, ayo berdiri". ucap Bunda membantu dokter Noval berdiri
sedangkan Ayah masih menatap Bima serius, dengan emosi yang sudah memuncak. kesabaran Ayah sudah habis, dari awal Nafisa sakit Ayah sudah tidak setuju jika Nafisa memilih tinggal bersama Bima, dan akhirnya yang Ayah takutkan benar terjadi
"besok, Ayah akan urus perceraian kalian. jangan harap lagi kamu bisa balikan dengan Nafisa". ucap Ayah menatap Bima dengan tajam
"aku mohon Yah, aku tidak mau bercerai dari Nafisa. aku sangat mencintainya Yah". ucap Bima berlutut di kaki Ayah Aris dengan berderai air mata
"aku tidak tahu Yah, kenapa Nafisa pergi dari rumah. aku sama sekali tidak tahu". ucap nya lagi masih berlutut masih dengan tangisnya
"kemarin kesempatan terakhir untuk kamu. tapi kamu siasiakan. sekarang, pergi dari sini, jangan pernah lagi menginjak rumah ini".ucap Ayah Aris dengan nada tinggi menatap Bima tajam
sedangkan Bunda Isna dan dokter Noval hanya melihat tanpa berkata kata. namun Bunda merasa kasihan, karena ini memang bukan salah Bima, tapi salah Risana. tapi jika Ayah sudah berkata Bunda Isna tidak bisa berbuat apa apa.
tahu akan emosi Ayah mertuanya sudah tinggi, Bima memilih mengalah, dan meminta izin untuk bertemu dengan Nafisa sebentar untuk mengucapkan perpisahan
"baik Yah, tapi aku ingin bertemu dengan Nafisa Yah, untuk terakhir kalinya". ucap Bima berdiri memelas menatap Ayah mertuanya
"tidak perlu. yang aku mau, kamu pergi sekarang juga". ucap Ayah tanpa menatap Bima
__ADS_1
Bima diam cukup lama, hatinya benar benar hancur. rasa sedih, kecewa, dan penyesalan semua ada di hati Bima sekarang. padahal Bima sudah merencanakan resign dari kampus agar bisa merawat Nafisa sewaktu waktu, namun entah alasan apa tiba tiba Nafisa pergi meninggalkannya
"ayo masuk, biarkan saja dia". titah Ayah menatap Bunda dan dokter Noval
mendapat perintah dari Ayah, Bunda dan dokter Noval segera masuk kedalam rumah meninggalkan Bima sendiri di luar. di hati Bunda ada rasa kasian dengan Bima, rencananya setelah emosi Ayah reda, Bunda akan mencoba ngobrol dengan Ayah tentang masalah rumah tangga Bima dan Nafisa.
di ruang tamu nampak Ayah mengobrol dengan dokter Noval membahas masalah kanker Nafisa. hati Ayah hampir tak percaya karena kanker Nafisa sudah memasuki stadium tiga B.
dimana kanker stadium ini sudah fatal, dan peluang kesembuhan nya hanya 60%. meskipun bisa sembuh sewaktu waktu bisa kambuh lagi malah lebih parah.
"pengobatan apa yang bagus untuk Nafisa Val? Ayah ingin Nafisa bisa sembuh dan melanjutkan kehidupan nya". ucap Ayah menatap dokter Noval
"di tiongkok ada pengobatan herbal yang bagus Om, namun harus di pastikan keadaan Nafisa sehat dulu, karena perjalanan dan pengobatan disana memakan waktu lama". ucap dokter Noval menjelaskan
"biar nanti Om bicara sama Nafisa, supaya dia mau berobat kesana". ucap Ayah menatap dokter Noval
"ayo di minum teh nya Val". ucap Ayah mempersilahkan
"Umi, kenapa pergi dari rumah. padahal Abi sudah cuti dari kampus selama mungkin agar bisa merawat Umi". gumam Bima dengan air mata yang terus mengalir
merasa tak enak hati Bima menepikan mobilnya, perasaannya tak karuan memikirkan apa yang baru saja terjadi dengannya.
"ya Allah, hamba masih sangat mencintai istri hamba. apa hamba harus rela bercerai karena paksaan dari Ayah, meskipun hati hamba tidak rela". gumamnya lagi dengan wajah yang tengadah keatas
"Noval, kenapa kamu tega. kalo kamu tahu di mana Nafisa, seharusnya bilang sama aku, biar aku yang jemput bukan kamu". gumam Bima merasa marah dengan Noval
disisi lain Monica masih setia menemani dokter Yuda kontrol ke psikiater, merawat dokter Yuda dengan tulus, karena cinta Monica kepada dokter Yuda saat ini benar benar tulus
di dudut ruang tunggu Monica duduk memperhatikan dokter Yuda yang sedang di periksa kejiwaannya. setelah beberapa kali pengobatan, nampak psikis dokter Yuda sudah membaik. ia sudah bisa tersenyum ia mulai mengingat semua kejadian yang pernah ia alami
__ADS_1
selesai dari psikiater Monica berencana mengajak dokter Yuda jalan jalan ke sebuah mall. menurut Monica ini akan membuat pemikiran Yuda lebih membaik, dan akan membalikan ingatannya seperti semula
"jalan pak, kita ke mall D". titah Monica pada supir dokter Yuda
lama dalam perjalanan, mereka akhirnya sampai pada mall yang di tuju. dengan sabar Monica menggandeng dokter Yuda keliling mall
mereka menghabiskan waktu di zona permainan, sesekali nampak senyum di bibir Yuda, kali ini Yuda benar benar ada perubahan. psikisnya mulai membaik.
lama bermain membuat monica ingin buang air kecil, melihat dokter Yuda masih asyik bermain game, ia memutuskan untuk ke toilet sendirian
"Yud aku ke toilet sebentar ya, kamu jangan kemana mana. nanti aku balik lagi". titah Monica menatap dokter Yuda
dokter Yuda mengiyakan permintaan Monica, lalu melanjutkan kembali bermain game. merasa jenuh ia melihat sekeliling, matanya tertuju kearah wanita yang sedang memilih boneka
jarak antara tempat boneka dan game zone tidak jauh, sama sama berada di lantai dua. perlahan dokter Yuda mendekat kearah wanita tersebut, di benaknya merasa seperti pernah kenal wanita itu.
"apa aku kenal dengan mu?". tanya dokter Yuda menatap wanita tersebut
"apa?". pekik Risana menatap dokter Yuda merasa kaget dan heran
mata mereka menatap lama, Risana sangat kaget hingga tak mampu berkata kata
"apa kamu tak ingat dengan ku?". tanya Risana lagi merasa ada yang aneh dengan Yuda
"tidak, tapi aku merasa kita pernah kenal". ucap dokter Yuda merasa bingung
"kenapa dengan Yuda?. kenapa dia tidak ingat dengan ku?". gumam dalam hati Risana melihat Yuda kebingungan
tahu akan Yuda yang tidak ingat apa apa, Risana segera pergi meninggalkan dokter Yuda sendiri, ia merasa lega, akhirnya ia terbebas dari cinta Yuda
__ADS_1
"untung Yuda lupa sama aku". gumamnya lalu masuk kedalam mobil
sedangkan di game zone Monica kebingungan mencari keberadaan dokter Yuda, ia celingukan mencari kesana kemari. lama mencari ternyata dokter Yuda sedang berada di tempat boneka