Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
bersahabat dengan malam (20)


__ADS_3

acara telah selesai semua berjalan lancar Bima dan keluarga segera pamit dan mengundurkan diri. saat perjalanan Nafisa hanya terdiam pandangannya terus saja melihat sisi jendela, Bima tau apa yang di rasakan istrinya itu.


Nafisa tersentak kaget merasakan tangan Bima memegang tangannya. mereka saling memandang wajah Nafisa begitu sayu matanya sembab karena menangis. "umi, Abi janji cinta Abi hanya untuk Umi sampai kapanpun nggak akan terganti". ucap Bima yang tidak tega melihat wajah sendu Nafisa.


mendengar ucapan Bima membuat Nafisa merasa bersalah "maafkan Umi ya Abi tidak seharunya Umi memaksa Abi bertunangan dengan wanita lain, sungguh sebenarnya rasanya sangat sakit".ucap Nafisa memeluk Bima kuat.


Nafisa semakin kuat menangis di pelukan Bima, Nafisa merasa dia adalah wanita terbodoh yang pernah ada.


rombongan sudah sampai di rumah Bima lalu mereka berpamitan untuk pulang kerumah masing-masing.


malam ini terasa hampa untuk Nafisa mengingat kejadian pertunangan tadi. "insya Allah hamba ikhlas ya Allah, tolong Engkau kuatkan hati hamba Mu ini". batin Nafisa diikuti tetesan air mata. entah kenapa ia begitu kerap menangis sejak kejadian pertunangan tadi.


Nafisa beranjak dari tempat tidur nya, ia menuju jendela kamar membuka satu jendela dibiarkannya angin malam menerpa tubuhnya mendinginkan hati yang berasa panas karena kebodohannya.


"aku hanya butuh ketenangan, hati ku begitu rapuh menghadapi kenyataan. raga ku kuat tetapi jiwa ku berontak". ucap Nafisa mengutarakan apa yang dirasakannya.


sepanjang malam ia hanya memandangi langit yang cerah bertabur bintang. "hati ini sungguh terasa damai". gumamnya.

__ADS_1


ia mencoba bersahabat dengan malam di lantunkannya ayat-ayat suci Al-Qur'an hatinya mulai terasa nyaman disetiap ayat Nafisa selalu meneteskan air mata.


hari demi hari di lalui setiap Minggu Nafisa masih rutin kontrol ke dokter berharap penyakitnya bisa sembuh. semua pengobatan di lakoninya tapi sakitnya semakin menjadi.


****


hari ini hari terakhir Bima menjadi dosen di kampus . karena ketua yayasan sangat puas dengan kinerja Bima ia berharap Bima mau menjadi dosen tetap di kampusnya.


"pak Bima semua dosen dan perwakilan mahasiswa setuju jika bapak menetap di kampus ini". ujar ketua yayasan menjelaskan.


"maaf pak bukannya saya tidak mau tapi saya merasa keberatan jika harus mengajar sampai larut, kasian istri saya karena saya jarang ada waktu untuk dia". jelas Bima menerangkan.


setelah berunding akhirnya Bima mengiyakan permintaan ketua yayasan lalu pamit mengundurkan diri.


meskipun bima dengan Risana sudah bertunangan tapi mereka sepakat untuk menutupi hubungan mereka jika di lingkungan kampus. mereka selalu tampak biasa saja sampai akhirnya ada mahasiswa yang memiliki rasa dengan Risana.


awalnya Bima tidak menghiraukan lelaki yang menyukai Risana. hari itu Risana sedang di kantin bersama Yola, kemudian Zian menghampiri Risana meminta kenalan.

__ADS_1


"boleh aku duduk disini". tanya Zian dengan memegang kursi di samping Risana.


Risana hanya terdiam.


"iya boleh". jawab Yola tersenyum.


Risana menatap sahabatnya dengan melotot seolah mengatakan kenapa malah boleh.


bersamaan Bima ingin membeli minuman di kantin dengan gagah Bima berjalan menuju kantin dengan langkah pasti.


"itu seperti Risana". gumamnya berdiri di belakang Risana dan zian.


Bima terus berjalan hingga sampai di kantin kampus kemudian mengambil minum lalu duduk di meja pelanggan.


dengan seksama Bima memperhatikan Zian dan risana sebenarnya tidak ada rasa cemburu hanya saja dalam fikiran Bima kenapa Risana masih saja dekat dengan laki-laki lain padahal sudah mempunyai tunangan.


"seperti nya cowok itu suka sama Risana, dari cara pandangnya bahasa tubuhnya ". fikir Bima sambil menikmati minumannya.

__ADS_1


setelah membayar minuman Bima bergegas kembali ke ruang dosen saat berjalan melewati Risana, Bima menoleh kearah Risana. Risana yang menyadari ada Bima ia terkejut menganga membalas tatapan Bima.


__ADS_2