Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
bermalam di rumah sakit (86)


__ADS_3

malamnya Nafisa sulit untuk tidur, ia masih mengingat Bima. Nafisa ingat saat saat bahagia bersama Bima, saat sedih bersamanya juga. saat ini Nafisa sangat rindu dengan Bima, ia ingin bertemu meskipun hanya sebentar.


"mas apa salah jika aku masih memikirkan mu? aku masih mencintai mu, hingga detik ini aku tidak bisa memungkiri jika aku masih mengharap kan mu. namun aku tau ini mustahil karena dua minggu lagi kita akan resmi bercerai". gumamnya lirih dengan air mata


Nafisa juga akan mulai melupakan Bima, ia ingin fokus dengan kesembuhan nya. tapi, sejak malam itu keadaan Nafisa memburuk, badannya terasa dingin, kakinya semakin membengkak.


setiap fajar Bunda selalu kekamar Nafisa untuk melihat keadaannya, Bunda panik melihat Nafisa sudah lemas dengan badan sangat dingin.


tahu Nafisa sedang tidak baik, Bunda segera memanggil Ayah untuk mengecek kondisi Nafisa. Bunda berlari ke arah kamar, mencari Ayah yang baru saja selesai shalat subuh.


Bunda gemetar menjelaskan keadaan Nafisa kepada Ayah. wajah Ayah tak kalah panik mengetahui keadaan Nafisa yang sedang memburuk


Ayah segera kekamar Nafisa, mengecek badan Nafisa. benar saja badan Nafisa sangat dingin, membuat Ayah panik dan langsung membawa Nafisa kerumah sakit.


di ruang IGD nampak Ayah dan Bunda berpelukan, untuk saling menenangkan. karena perasaan takut ada di hati mereka masing masing. wajah cemas sangat terlihat, takut jika hal buruk menimpa Nafisa.


tiba tiba pikiran Ayah teringat dokter Noval, segera Ayah menghubungi dokter Noval, memberi tahu jika keadaan Nafisa sedang drop.


tahu Nafisa drop lagi, paginya dokter Noval segera menyusul kerumah sakit, ia sangat panik karena dokter Noval tau jika Nafisa drop lagi kemungkinan kankernya sudah stadium akhir.


perasaannya was was, ia juga takut jika terjadi sesuatu yang fatal dengan Nafisa. apalagi dirinya belum mengutarakan perasaannya.


sepanjang perjalanannya hatinya tidak tenang, apa mungkin dirinya akan kehilangan wanita yang di cintainya lagi?. terus saja fikirannya memikirkan hal hal negatif, ia belum sanggup jika harus kehilangan Nafisa.


sesampainya di rumah sakit dokter Noval segera menghampiri Ayah Aris. semua terlihat panik, terutama Bunda, karena Bunda begitu sayang dengan Nafisa, sejak menikah keinginan Nafisa menjadi ibu dari anak anaknya.


ia akan membawa anak anaknya berkunjung kerumah Bunda, bermain bersama, berlibur bersama. namun kenyataan tidak berpihak dengan Nafisa. ia harus mengidap kanker ganas yang ada dirahimnya dan tidak akan pernah bisa memiliki anak.


"nak Noval, Bunda takut terjadi sesuatu dengan Nafisa". ucap Bunda dengan tangisnya

__ADS_1


"sabar Tante, semoga Nafisa selamat". ucap dokter Noval menatap Bunda dengan mata sedihnya


lama menunggu, akhirnya suster keluar dari IGD. menginformasikan jika pasien sudah sadar dan bisa di jenguk. setelah tiga hari di rumah sakit, Nafisa sudah nampak sehat.


nampak Nafisa tengah tiduran di atas ranjang pasien. tahu Nafisa sudah sehat, Ayah tidak mau lagi kondisi Nafisa drop, segera Ayah mencoba berbicara dengan Nafisa. jika dirinya harus ke Tiongkok setelah sidang putusan pangadilan.


"minggu depan setelah putusan pengadilan kamu langsung berangkat ke Tiongkok bersama Ayah". ucap Ayah duduk di kursi samping ranjang pasien


"Ayah ingin kamu sehat, sembuh seperti dulu. memulai hidup yang baru". ucap Ayah menatap Nafisa dengan wajah sedihnya


Nafisa berfikir, memang seharusnya dia sembuh demi orang tua dan melanjutkan hidupnya lagi. Nafisa mengiayakan permintaan Ayahnya, meskipun di hatinya ada rasa mengganjal.


"aku mau Yah". ucap Nafisa lirih


sejak sakit Nafisa memang lebih banyak diam, jarang berbicara hanya sepatah dua kata yang keluar dari bibirnya.


malamnya dokter Noval menyempatkan kerumah sakit dimana Nafisa dirawat. ia masuk perlahan keruangan Nafisa, hanya ada Bunda yang menemani.


"makasih Val". ucap Nafisa lirih


"aku kupasin ya. kamu mau yang apa?". tanya dokter Noval dengan senyumnya


"apa aja Val". jawab Nafisa


dokter Noval mengambil jeruk yang ia bawa lalu di kupas, di hatinya ingin sekali mengungkapkan perasaannya, namun ia tahan hingga waktu yang tepat.


"kamu nggak capek Val bolak balik kesini, padahal kamu sendiri sibuk di rumah sakit". ucap Nafisa sambil mengambil jeruk dari tangan Noval


"tidak Sa, apalagi untuk kamu, aku tidak pernah capek".ucapnya tersenyum

__ADS_1


"oh ya. rencananya malam ini aku bermalam disini nemenin kamu". ucap dokter Noval sambil mengupas jeruk lagi


"Val. minggu depan aku akan ke Tiongkok". ucap Nafisa lirih


"ya bagus Sa, di sana pengobatannya herbal sudah terkenal bisa mengobati kanker". ucap dokter Noval seolah olah ia tidak apa apa


"aku akan menunggu kamu Sa, apapun itu akan aku lakukan demi kesembuhan kamu. termasuk aku akan menyusul mu nanti jika sudah di Tiongkok". gumam dalam hati dokter Noval menatap Nafisa yang menikmati jeruk


****


paginya Nafisa bangun lebih dulu, keadaanya sudah membaik sekarang, di samping ranjangnya ada Noval yang semalaman menemaninya. Nafisa tahu jika dokter Noval sebenarnya ada perasaan khusus dengan nya, tapi Nafisa tidak bisa membuka hatinya untuk orang lain, karena di hatinya hanya ada Bima


"kamu sudah bangun Sa?". tanya dokter Noval menatap Nafisa


Nafisa hanya mengangguk pelan, di wajah dokter Noval nampak sangat lelah, namun ia tetap semangat demi Nafisa.


"aku cuci muka dulu ya Sa". ucap dokter Noval berlalu menuju kamar mandi


setelah selesai dokter Noval ingin mengajak Nafisa jalan jalan di taman rumah sakit. karena beberapa hari Nafisa hanya ada di kamar inapnya, pasti terasa jenuh dan membosankan. selesai sarapan, dokter Noval segera meminta ijin kepada Bunda.


"Bunda, saya ajak Nafisa jalan jalan keluar dulu ya, biar tidak jenuh". ucap dokter Noval


"iya nak Noval". ucap Bunda tersenyum


dokter Noval segera membantu Nafisa turun dari ranjang pasien dan duduk di kursi roda. ia berjalan pelan keluar dari gedung rumah sakit, udara pagi yang sejuk membuat Nafisa bisa menghirup udara segar setelah sekian hari berada di ruang rawat inap


jalan jalan di taman berdua dengan Nafisa membuat dokter Noval ingin mengungkapkan perasaannya kepada Nafisa. menurut nya ini waktu yang tepat karena sebentar lagi Nafisa resmi berpisah dengan Bima, dan akan berobat ke Tiongkok


ia takut jika tidak mengungkapkan sekarang keburu Nafisa pergi dan Nafisa tidak pernah tau tentang perasaannya.

__ADS_1


"nggak apa apa kali ya ngungkapin sekarang sebelum Nafisa resmi bercerai dari Bima. apalagi sebentar lagi Nafisa pergi ke Tiongkok cukup lama, takutnya nanti Nafisa tidak pernah tau akan perasaan ku". ucap dalam hati dokter Noval sambil terus mendorong kursi roda Nafisa


"Val. boleh aku punya permintaan?". tanya Nafisa


__ADS_2