Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
khawatir (42)


__ADS_3

hatinya sedikit kecewa dengan Bima kenapa belum menyentuh Risana sama sekali padahal Nafisa sangat berharap segera mempunyai anak dari Risana dan Bima. lama nafisa memikirkan cara agar Bima bisa secepatnya mau menyentuh Risana.


Nafisa terpikir kan untuk tinggal bersama bunda nya dulu selama satu Minggu. Nafisa ingin memberi kesempatan kepada Bima dan Risana agar bisa berdua di rumah tanpa ada yang menggangu.


seketika lamunan Nafisa buyar setelah ada yang mengetuk pintu kamar nya.


tok tok tok...


"nyonya saya mau bicara sebentar". ucap Bik Sumi di depan pintu kamar Nafisa


"iya masuk Bik ". titah Nafisa mendengar suara Bik sumi dan masih duduk di ranjang tidur.


"ada apa bik". tanya Nafisa


"saya mau minta cuti nyonya, karena adik bibik di kampung sedang sakit parah". ucap Bik Sumi memelas kepada Nafisa


"berapa lama Bik?". tanya Nafisa lagi


"tiga hari nyonya, bisa nyonya?". ucap Bik sumi memelas


"kalo bisa tujuh hari bik, nanti baru balik kesini. dan gaji bibik saya kasih full. bisa Bik?". tanya Nafisa balik Nafisa berpikir ini lah kesempatan


Bik Sumi masih bengong memikirkan keadaan adiknya dan juga memikirkan biaya untuk pulang kampung.melihat raut wajah Bik Sumi Nafisa seolah tau apa yang di pikir kan Bik Sumi. Nafisa segera menuju ke almari membuka pintunya mengambil sejumlah uang beberapa bendel merah lalu di masukkan ke dalam amplop coklat.


"ini untuk biaya bibik pulang kampung, insya Allah cukup untuk satu minggu". ucap Nafisa menyerahkan amplop coklat kepada Bik Sumi.


"ini banyak sekali nyonya". ucap Bik Sumi saat membuka amplop itu tak percaya jumlah uang yang begitu banyak


"bibik sehat sehat ya, biar nanti bisa balik kesini". ucap Nafisa memeluk erat Bik Sumi.


"terimakasih nyonya sudah baik kepada saya". ucap Bik Sumi sambil menangis hatinya terharu dengan semua kebaikan Nafisa. bagi Bik Sumi Nafisa adalah malaikat penolong nya.


Bik Sumi segera pamit untuk kekamar nya mempersiapkan segala yang di butuhkan untuk pulang kampung. bik Sumi sungguh sangat berterima kasih atas kebaikan majikannya itu. Bik Sumi yang sudah bekerja selama tujuh tahun bersama Nafisa sudah menganggap Nafisa seperti keluarga nya sendiri.


setelah Bik Sumi berpamitan dengan Nafisa Bik Sumi segera pergi ke terminal dengan menaiki ojek online yang sudah di pesankan Nafisa terlebih dulu.

__ADS_1


"nyonya, bibik pergi dulu ya, nyonya baik-baik di rumah jangan lupa makan jangan kecapekan, obatnya juga jangan lupa di minum ya nyonya. assalamualaikum". ucap Bik Sumi berpamitan dengan Nafisa lalu berpelukan penuh drama 😁


"iya Bik, Bibik hati-hati ya, Bibik juga jangan lupa jaga kesehatan. udah, udah di tungguin tukang ojeknya tuh". ucap Nafisa tersenyum melepaskan pelukan Bik Sumi.


Nafisa kemudian mengantar Bik Sumi sampai ke depan gerbang melambaikan tangan tanda perpisahan. melihat Bik Sumi yang semakin menjauh Nafisa bergegas masuk ke rumah untuk menghubungi suaminya. Nafisa ingin memberi tahu jika dirinya ingin sekali tinggal beberapa hari di rumah bundanya.


"assalamualaikum Abi". ucap Nafisa lembut


"waalaikumsalam, ada apa umi?". tanya Bima dari sebrang sana


"Umi pengen nginep di rumah bunda, boleh Abi?". tanya Nafisa duduk di sofa


"iya boleh, kapan mi?".


"nanti sore ya Umi kesana".


"nanti Abi pulangnya malem mi. apa besok aja biar Abi yang anter?".


"nggak usah Abi, umi naik taksi online saja. Abi, umi mau nginep satu Minggu. boleh ya". ucap Nafisa memohon


"Eemmm Umi kangen sama Bunda, pengen manja manja sama Bunda. biar umi ada semangat untuk operasi nanti. boleh ya Abi". ucap Nafisa terus memohon


"iya, umi boleh nginep satu Minggu di rumah bunda. tapi jangan lupa jaga kesehatan umi, umi nggak boleh telat makan. terus satu lagi, jangan lupa kasih kabar sama Abi ya".


"iya Abi sayang, umi nggak akan lupa". ucap Nafisa tertawa


"bener ya, soalnya Abi nggak bisa jauh dari Umi". ucap Bima gombal


"pinternya suamiku ngerayu". ucap Nafisa tertawa


"itu beneran umi, Abi nggak bisa jauh dari umi".


"Umi, Abi lanjut ngajar dulu ya, umi hati hati. assalamualaikum umi". ucap Bima lembut


"waalaikumsalam suamiku".

__ADS_1


Nafisa segera bersiap menyiapkan semua keperluan nya selama berada di rumah bunda. menata baju dan beberapa barang telah ia masukkan kedalam koper besar. tak lupa Nafisa terlebih dulu berpamitan dengan Bima sekalian memberitahu jika Bik Sumi sedang cuti pulang kampung selama satu minggu


malamnya Bima baru sempat membuka hp membaca pesan dari nafisa, saat itu hujan turun dengan lebatnya diiringi suara petir yang bersahut sahutan membuat suasana malam yang mencekam.


"assalamualaikum Abi, Umi berangkat dulu ya. Abi juga jaga kesehatan. dan satu lagi umi mau menyampaikan kalau Bik Sumi cuti satu minggu untuk pulang kampung karena adik Bik Sumi sedang sakit parah".


begitulah isi pesan dari nafisa, membaca pesan dari Nafisa fikiran Bima mulai khawatir kepada Risana, karena sekarang Risana di rumah hanya sendirian dan hujan yang turun dengan derasnya.


Bima memutuskan segera pulang kerumah untuk memastikan Risana baik-baik saja. karena Bima tau Risana adalah cewek penakut apalagi di rumah sendirian. dengan cepat Bima menyelesaikan pekerjaannya dan buru buru pulang kerumah.


dengan kecepatan tinggi Bima melajukan mobilnya berharap segera sampai di rumah. karena hujan lebat jalan yang biasa di lalui menjadi macet, Bima semakin khawatir.


"apa aku hubungi Risana ya, sepertinya aku masih menyimpan nomornya. iya iya sepertinya masih ada di kontak telepon". gumam Bima khawatir dengan keadaan Risana.


Bima segera mencari nomor Risana, di mulai dari atas Bima memperhatikan satu persatu nama di dalam handphone nya. tak berapa lama akhirnya Bima berhasil menemukan nya, lantas Bima segera menekan tombol hijau.


ddrrrtttt ddrrrtttt


"Mas Bima". gumam lirih Risana menatap layar handphone


"assalamualaikum mas". ucap Risana sumringah


"waalaikumsalam salam, kamu dimana Ris?". tanya Bima khawatir


"aku di rumah mas, tapi sepertinya tidak ada orang. aku cari mbak Nafisa sama Bik Sumi nggak ada. aku telfon mbak Nafisa juga nggak bisa". ucap Risana tiduran di atas ranjang


"sebentar lagi saya pulang. kamu baik baik di rumah, soalnya jalanan lagi macet". ucap Bima menjelaskan, rasa khawatir di hatinya sedikit berkurang


"iya mas hati hati. assalamualaikum". ucap Risana


"iya, waalaikumsalam wr. wb.". ucap Bima.


selang beberapa lama akhirnya Bima bisa terbebas dari kemacetan, masih dengan hujan yang turun lebat akhirnya Bima sampai di rumah. Bima segera memarkirkan mobilnya bergegas masuk rumah mencari Risana.


saat bersamaan terdengar lah suara petir yang begitu keras disertai padamnya listrik, membuat Risana menjerit ketakutan. Bima berlari ke kamar Risana dengan cepat, menaiki anak tangga satu persatu dihidupkan nya senter handphone untuk menerangi langkah Bima.

__ADS_1


__ADS_2