
kali ini Monica berganti kebaya yang berwarna biru muda, saat keluar dari ruang ganti baju dokter Yuda tetap saja mengacuhkan Monica. hanya menatap Monica sekilas ia bilang jika gaun yang di pakai Monica bagus.
"Yud, seharusnya kamu nggak usah ingat semuanya. kalo akhirnya sikap kamu gini ke aku". batin dalam hati Monica menatap dokter Yuda yang masih duduk
"Nic, aku langsung balik ya, kamu bisa balik sendiri kan?". tanya dokter Yuda berdiri dari duduknya
"Yud, aku mau mengajak kamu makan siang dulu". jawab Monica
"tapi aku ada urusan Nic, besok besok saja kita makan siang bersama". ucapnya berlalu meninggalkan Monica yang masih berdiri dengan gaun pengantinnya
"Yud, kenapa kamu seenaknya gini sih. aku capek capek ngeluangin waktu buat fitting baju, tapi sikap kamu masih aja gini". gumamnya lirih menatap dokter Yuda berlalu meninggalkannya
Monica menyelesaikan fitting bajunya sendiri tanpa dokter Yuda meskipun hatinya sakit, Monica tetap memilih akan menikah dengan dokter Yuda
di ruang ganti Monica menatap dirinya di cermin, ia menangis mengapa harus selalu salah mencintai laki laki. padahal ia selalu sepenuh hati jika sudah tertuju pada satu lelaki
sedangkan dokter Yuda masih berfikir kapan waktu yang tepat menyampaikan keinginannya membatalkan pernikahan antara dirinya dengan Monica
di ruang kerjanya ia memandang kearah jendela, masih bingung memikirkan ingin mengakhiri rencana pernikahannya.
***
hari telah berganti, dokter Yuda sudah memutuskan ingin mengajak Monica makan malam sekalian membahas rencananya tersebut
di ruang kantornya ia menghubungi Monica jika dirinya ingin makan malam bersama yang romantis
tau akan perubahan sikap dokter Yuda yang mendadak, Monica sempat menaruh curiga. namun Monica tak mempermasalahkan hal itu, yang terpenting dokter Yuda kini telah membuka sedikit hatinya untuk Monica
"hai Nic". ucap dokter Yuda
"iya Yud, ada apa?". tanya Monica heran dengan hati bahagia
"nanti malam aku mau ngajak kamu dinner. bisa?". tanya dokter Yuda
"iya, bisa Yud". jawab Monica dengan hati sumringah
"nanti malam aku jemput ya. jam tujuh".
"iya Yud, aku tunggu ya".
dokter Yuda segera mengakhiri sambungan teleponnya. hatinya kini sedikit lega, karena rencana awal sudah berjalan baik.
malam yang di tunggu telah tiba, Monica sudah berdandan cantik, anggun. ia duduk di depan meja riasnya, memandangi wajahnya yang sudah di make up terlihat semakin cantik.
"rencana kamu pasti akan berhasil Nic, menjadi istri pemilik rumah sakit B. kamu akan menjadi istri boss besar". gumamnya dengan senyum sinis di bibirnya
jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih, nampak di depan sudah ada suara mobil dokter Yuda masuk kedalam pelataran rumah Monica
tau akan kedatangan pujaan hatinya, Monica bergegas turun menghampirinya. rasa di hati Monica benar benar bahagia, ia sudah membayangkan sebuah makan malam yang romantis dimana dokter Yuda akan menyatakan perasaannya.
"sekarang Yud?". tanya Monica berjalan menghampiri dokter Yuda
__ADS_1
"iya". jawab dokter Yuda dengan anggukkan kecil
Monica segera masuk kedalam mobil dokter Yuda, selama perjalanan ke restoran dokter Yuda nampak tak peduli dengan Monica. ia hanya fokus dengan kemudinya, yang dokter Yuda pikirkan saat ini adalah bagaimana kata kata yang harus ia ungkapkan kepada Monica
"kita mau dinner dimana Yud?". tanya Monica menatap dokter Yuda
"ke restoran hotel kenari". jawab dokter Yuda singkat
lama perjalanan mereka pun sampai di restoran yang dokter Yuda tuju. ia segera turun bersama Monica, dengan mesra Monica memeluk lengan dokter Yuda.
sesampainya di meja pelanggan keduanya duduk bersebrangan, masih nampak senyum bahagia di wajah Monica. dokter Yuda memandang lama wajah bahagia Monica, ia meminta maaf jika malam ini ia akan menyakiti hati Monica
"maafkan aku Nic, aku harus meninggalkan kamu, karena aku tidak mau terikat pernikahan dengan wanita yang sama sekali tidam aku cintai". ucap dalam hati dokter Yuda memandang wajah Monica
setelah selesai makan malam, dokter Yuda mulai menyampaikan maksud hatinya.
"Nic, aku boleh bicara?". tanya dokter Yuda
"boleh Yud". ucap Monica tersenyum
"kali ini aku mau berterimakasih sama kamu Nic, karena selama aku sakit kamu sudah mau merawat aku, aku berterimakasih kamu juga sudah mau sabar menghadapi aku. tapi, aku juga mau minta maaf Nic". ucap dokter Yuda memotong ucapnnya
"maaf aku harus keluar negeri melanjutkan study S2 ku disana, aku minta maaf juga aku harus membatalkan pernikahan kita. maafkan aku Nic". ucap dokter Yuda menatap Monica dengan lekat
"kamu bercanda kan Yud?". tanya Monica tak percaya
"maafkan aku Nic, kali ini aku serius. aku sudah mendaftar universitas disana, aku sudah di terima. lusa aku sudah berangkat". ucap dokter Yuda
"Yud. pernikahan kita 10 hari lagi. semua sudah di pesan, undangan juga sudah di sebar sebagian. apa kata orang nanti Yud. gimana perasaan orang tua ku Yud". ucap Monica dengan tangis
"Yud. kamu benar benar keterlaluan kali ini. pasti karena Risana kamu mau ninggalin aku kan?. selalu wanita sialan itu merusak kebahagiaan ku". ucap Monica semakin deras menangis
ia semakin deras mengeluarkan airmata hingga pengunjung lain melihat keduanya. namun Monica semakin histeris tak percaya dengan yang dokter Yuda ucapkan
"aku nggak mau Yud pisah sama kamu. aku sangat mencintai kamu". ucapnya histeris
"mari aku antat pulang Nic". ucap Yuda berdiri mengajak Monica
dokter Yuda tidak ingin pertengkaran antara dirinya dengan Monica menjadi konsumsi publik, dokter Yuda tau pasti Monica akan histeris dengan keputusannya.
di dalam mobil Monica masih saja menangis histeris tak terima dengan keputusan sepihak dokter Yuda.
"maafkan aku Nic, maaf telah membuat mu kecewa". ucapnya sesekali menatap Monica
namun Monica hanya diam, ia seolah frustasi dengan keadaannya. sesampainya di rumah Monica langsung masuk kekamar mengunci dirinya dari dunia luar.
dokter Yuda paham betul kondisi Monica saat ini karena ia pernah merasakan berada di posisi Monica. tanpa pamit Monica berlalu meninggalkan dokter Yuda yang berjalan di belakangnya
tak ingin mengganggu Monica, dokter Yuda memutuskan untuk pulang menyiapkan keperluannya untuk di bawa keluar negeri
semalaman Monica terus menangisi dokter Yuda, Monica sama sekali tidak tidur hingga pagi. dua hari telah berlalu, Monica masih saja tidak keluar dari kamarnya membuat kedua orang tuanya semakin khawatir.
__ADS_1
disisi lain, Risana masih belum baikan dengan Bima. ia masih di rumah mamah Rossa dengan rasa ego masing masing. merasa kesepaian Risana memutuskan pergi kekampus untuk bertemu dengan sahabat sahabatnya.
dengan pak supir Risana diantar pergi kekampus, meskipun sangat rindu dengan Bima Risana mencoba tenang. ia memilih lebih bertemu dengan sahabat sahabatnya untuk melupakan sejenak masalah rumah tangga nya dengan Bima.
sesampainya di kampus, Risana bergegas menuju ke kelas Yola. saat perjalanan ke kelas Yola, Risana melewati bekas ruangan Bima. pikirannya langsung tertuju Bima saat itu, ia ingat saat bersama Bima saat masih kuliah
masa itu kembali ia kenang, sesekali Risana mengusap perutnya yang semakin membesar. mengajak anaknya berbicara yang terus saja menendang nendang seakan tau apa yang ibunya rasakan.
"tante Yola". ucap Risana saat berada di ambang pintu kelas
"lho Ris. kog nggak bilang mau kekampus?". tanya Yola heran
"surprise dong buat tante Yola". ucap Risana tertawa
merasa sangat kangen dengan sahabat nya itu, Yola mengajak Risana ke kantin untuk bertemu dengan teman yang lainnya. tak lupa Yola juga mengajak Zian berkumpul di kantin.
"Zian sini ke kantin ada Risana". tulis Yola kepada Zian
"ada Risana?". gumam Zian merasa tak percaya
Zian merasa bahagia, menurutnya inilah kesempatan bertemu dengan Risana. ia juga sudah kangen dengan Risana, kangen bercanda dan kangen melihat wajah manisnya
"oke Yol aku segera kesana". tulis Zian dalam aplikasi percakapan
di dapati Zian Risana tengah duduk di kursi bersama teman lainnya dengan perutnya yang sudah membesar, segera Zian menghampiri dan ikut bergambung dengan yang lainnya
"hai Ris, senang bisa melihat mu lagi". ucap Zian duduk di samping Yola
"cie Zian bahagia nih bisa ketemu Risana lagi". celoteh Ika teman lainnya
hati Yola seakan terasa cemburu melihat Zian menyapa Risana, namun Yola mencoba mengerti karena mereka memang pernah ada rasa cinta sebelumnya meskipun diam diam Yola juga mempunyai perasaan dengan Zian semenjak mereka dekat dan menjadi sahabat
"iya Zian, lagi bete di rumah, makannya aku ke kampus biar ada hiburan". ucap Risana tersenyum
kemudian mereka mengobrol bersama, bercanda dan tertawa. setiap momen kebersamaan dengan Risana Mereka foto dan di share di sosial media masing masing
Monica yang tahu akan kebahagiaan Risana di sosial media, ia seolah tak terima. menurut Monica karena Risana lah kini ia dan dokter Yuda harus berpisah.
"enak enaknya kamu tertawa Ris sedangkan aku lagi menangisi kekalahan ku. karena ulah kamu, karena kamu Yuda ninggalin aku. aku nggak terima Ris. dulu pak Bima kamu rebut, kamu juga mendapatkan cinta Zian, sekarang Yuda. aku benar benar benci sama kamu Ris. kamu harus m*ti, kamu harus lenyap dari muka bumi ini". ucapnya dengan nada emosi
Monica berdiri dari tidurnya, ia berdandan rapi. sebelum pergi ia mengambil senjata milik Papahnya lebih dulu. kali ini Monica sudah hilang akal, ia nekat untuk menghabisi nyawa Risana dengan tangannya sendiri.
selama perjalanan ke kampus emosi Monica sudah memuncak, ia mengemudi dengan sangat kencang. ia sudah tak sabar ingin m*mbunuh Risana. ia tak memperdulikan hukuman apa yang di dapat jika melakukan aksinya tersebut
sesampainya di kampus, Monica menyembunyikan pistolnya di dalam tas. Monica sudah tau jika Risana ada di kantin. segera Monica berjalan kearah kantin untuk menemukan keberadaan Risana
saat bertepatan Risana dan lainnya tengah berjalan keluar dari kantin. dengan teriakan kencangnya memanggil nama Risana membuat semua orang melihat kearah Monica
"Risana!". teriak Monica sambil mengambil pistolnya di dalam tas
semua mahasiswa kaget dengan apa yang di bawa Monica, bidikan Monica mengarah kepada Risana, tau akan hal itu Zian dengan cepat mendorong Risana dengan kencang hingga terjatuh, kepalanya terhantam lantai hingga tak sadarkan diri.
__ADS_1
dan.... yang terkena tembakan Monica adalah Zian, ia terkena tembakan tepat di punggungnya hingga menembus jantung. semua mahasiswa berteriak kearah Monica, seketika badan Zian jatuh tersungkur, dan Monica di pegangi mahasiswa lain agar tidak berulah lagi
suasana saat itu sangat mencekam. dua korban sama mengeluarkan darah banyak. terlihat Yola sangat panik saat itu, ia bingung harus menemani Risana atau Zian keduanya sama sama penting untuk Yola