
POV. NAFISA
malam ini aku sendiri menahan dingin yang menghempas tubuhku, aku seolah terombang-ambing dengan keadaan yang aku buat sendiri. sedih, ingin rasanya menangis dan teriak sekeras-kerasnya. jujur aku rapuh hatiku tak sekuat yang orang lihat fisik ku tak sekuat yang mereka kira. sakit, batin ku menahan rindu yang ingin kembali ke masa lalu.
sesekali ku lihat ranjang tidur yang selalu ada dirimu di samping ku, memeluk ku dengan kasih sayang mengasihi ku dengan kasih mu, mencumbui ku dengan rasa sayang mu yang kini aku rindukan, aku, istri yang kini rindu akan dirimu rindu akan hadirmu. rasanya ini seperti mimpi dan aku ingin segera bangun tersadar dari mimpi buruk ini.
tak khayal ini lah kehidupan nyata ku, kehidupan terpahit ku yang harus aku lalui. suami tercinta ku tersayang ku, aku harus rela melihat nya mempersunting wanita lain di hadapan ku, meskipun itu atas permintaan ku tapi nyatanya berat harus merelakan.
__ADS_1
jauh di sana apa kau juga merasakan hal yang sama dengan ku? pasti tidak bukan jawaban nya. kau pasti sedang bahagia dengan malam pertama mu sedangkan aku disini merasa rindu atas kehadiran dirimu
setelah sekian lama akhirnya aku merasakan kembali rasa cemburu itu, aku ingat terakhir saat aku mencemburui mu ketika kita masih sama-sama di bangku kuliah. dengan paras tampan mu membuat semua wanita ingin memiliki mu, terlebih karena sifat mu yang sangat lembut dengan siapapun membuat banyak wanita yang mendekat.
sungguh kala itu aku sangat cemburu walaupun aku tau hanya aku wanita yang kamu cintai tapi sungguh aku sangat cemburu. kini aku sendiri merasakan lagi rasa cemburu itu rasa yang sudah lama hilang, perlahan aku harus terbiasa dengan rasa cemburu ini harus terbiasa dengan kehadiran maduku.
madu yang aku pilih sendiri untuk menemani hari-hari mu dan hari-hari ku. di ranjang tidur tempat kita saling mencurahkan isi hati aku terbaring melihat langit-langit kamar memikirkan dirimu wahai suamiku yang sedang memadu kasih dengan istri barunya.
__ADS_1
dan sejak saat itu malah kamu yang selalu perhatian dengan ku, dan selalu ikut rapat senat jika ada aku, berusaha selalu bersama ku dan membahagiakan aku. 3 tahun aku dekat dengan mu tapi kamu tak pernah menyatakan rasa dengan ku.
padahal aku sudah yakin jika aku dan kamu mempunyai rasa yang sama. dan di hari itu meskipun tak pernah ada ungkapan rasa cinta kamu dan keluarga mu datang melamar ku sungguh saat itu kado kelulusan terindah yang pernah aku dapat kado yang tak akan pernah aku lupakan.
sepanjang malam yang sunyi aku mencoba mengingat semua tentang mu tentang kita, tentang semua yang pernah kita lalui. aku ingat di hari pernikahan kita , kamu dan aku sungguh sangat bahagia di wajah mu selalu terhias senyuman dan kamu sungguh sangat manis jika sedang senyum dan itu membuat ku semakin mencintai mu.
di malam pertama kita yang seharusnya romantis kita malah ketawa ngakak karena bingung harus berbuat apa. Abi, aku sungguh sangat merindukan mu 3 hari berlalu tanpa mu rasanya berat sekali Abi, aku ingin Abi selalu ada di samping ku bersama ku dan selalu menghibur ku.
__ADS_1
aku kangen meluk Abi, aku kangen bercanda bareng Abi, aku selalu melihat ke samping ranjang berharap ada Abi yang membelai rambut ku yang selalu menenangkan hati ku.
entah berapa lama aku mengingat semua tentang nya hingga akhirnya aku tertidur lelap dan melupakan semua.