Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
cewek unik (51)


__ADS_3

Bima masih berdiri memikirkan ucapan ayah mertuanya, hatinya kini di hadapkan dengan sebuah pilihan yang sulit. Bima sama sama mencintai kedua istrinya, sama sama tidak bisa meninggalkan diantara mereka


"apa yang harus hamba lakukan ya Allah". ucap Bima pasrah memandang kearah luar jendela.


lama berfikir Bima memberanikan diri untuk menemui Nafisa, segera Bima melangkah menuju ruangan Nafisa. hatinya gugup apalagi ia sudah mendapat pernyataan seperti itu dari ayah mertuanya.


perlahan Bima membuka pintu, berjalan menuju kearah Nafisa yang di temani bundanya. tidak nampak ayah Aris di sana hanya ada bunda Isna menemani Nafisa.


"umi". ucap Bima lirih menatap wajah istri tuanya memegang tangan nya yang begitu dingin


"maafkan Abi ya Umi, seharusnya Abi lebih perhatian sama Umi. seharusnya Abi bisa menjaga Umi seperti janji Abi waktu meminang Umi. maaf kan Abi tidak bisa menjadi suami yang baik buat Umi". ucap Bima menangis meratapi keadaan istrinya memegang tangan Nafisa erat berharap Nafisa segera sadar dari pingsannya.


bunda yang melihat Bima mengungkapkan penyesalannya membuat Bunda sedikit iba dan semakin deras meneteskan air mata.


"Bim, kista di rahim Nafisa sudah menjadi kanker, pengobatan nya hanya bisa dengan kemoterapi". ucap bunda duduk di kursi samping Nafisa


Bunda menjelaskan perlahan menjelaskan keadaan Nafisa selama di rumah bunda kepada Bima.hati bunda seakan tidak kuat untuk menyampaikan semuanya, ia terus saja menangis.


"Bim selama Nafisa dirumah bunda dia hanya menyendiri di kamar, tidak keluar kamar sama sekali. entah selama itu pula obatnya di minum apa tidak, bunda tidak tahu. dan sekarang, penyakitnya malah semakin parah Bim". jelas bunda dengan menangis tersedu


Bima terdiam teringat akan hari hari bersama Risana yang sedikit melupakan Nafisa, hal itu membuat Bima menyesal. bagaimana bisa melupakan wanita yang selama ini menemaninya di saat susah dan senang. dan malah berbahagia sendiri dengan wanita lain, di saat istri tuanya menderita.


****


sedangkan Risana tengah mengobrol dengan teman-teman nya di kampus, Risana terlihat bahagia dan riang. monica yang melihat Risana senyum bahagia merasa tidak ikhlas, ada dendam di hatinya.


"aku simpan dulu rahasia mu ini Ris, sampai aku benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi". ucap Monica yang terus memperhatikan Risana


Monica lalu menghampiri Risana yang sedang tersenyum lebar bercanda dengan teman temannya. Monica akan mencari tahu tentang dr. Yuda dari Risana


nanti sore aku tunggu di taman dekat kampus". ucap Monica sedikit berbisik di telinga risana

__ADS_1


setelah itu Monica bergegas meninggalkan Risana, Risana yang penasaran berlari menghampiri Monica yang sudah agak jauh.


"mau apa lagi kamu Nic?". tanya Risana penuh tanda tanya


"maksud kamu apa?". imbuhnya yang masih penasaran


"pokoknya aku tunggu kamu di taman dekat kampus nanti sore". ucap Monica menghentikan langkahnya


"nggak, aku nggak mau. kalo mau ngomong, ngomong aja sekarang, nggak usah nanti sore". ucap Risana sedikit emosi


"oke oke, aku mau tau soal dr. Yuda. kamu pasti tau kan? tanya Monica sedikit sinis


"nggak tau". ucap Monica berbohong perasaannya mulai takut dan gelisah


"dari mana Monica tau soal Yuda". batin Risana dalam hatinya. di wajahnya nampak cemas dan bingung


"oke kalo kamu nggak mau ngaku". ucap Monica lalu membuka layar handphone nya


Risana hanya diam termenung, hatinya mulai bingung dengan keadaan nya sekarang. ia tak tahu harus mengambil langkah apa


"cepat jawab, atau aku kirim sekarang ke nomor pak Bima?" ancam Monica karena Risana hanya terdiam


"baik, aku akan kasih tau kamu tentang Yuda". ucap risan sedikit emosi


"dia adalah mantan kekasihku dulu. dia juga pemilik rumah sakit dimana dia sekarang praktek". jelas Risana dengan sedikit emosi


"oke, itu saja belum cukup. tapi, ya sudahlah lain kali aku akan bertanya sama kamu lagi". ucap Monica dengan sinis nya


"awas jangan sampai kamu macam macam sama aku. ato aku bongkar semuanya". ucap Monica berlalu dengan tawa jahatnya


Risana semakin kalut hatinya, kenapa rahasia yang ia simpan selama ini bisa terkuak dan kenapa harus Monica yang mengetahui dulu

__ADS_1


Risana menjadi tak semangat menjalani hari-hari nya, di kantin ia hanya terdiam dengan wajah yang terlihat banyak pikiran


Yola yang melihat keanehan dengan sahabatnya segera mengajukan pertanyaan kepada Risana. dan mencoba untuk menghibur Risana.


"Ris, kamu tadi di omongin Monica apa? ".tanya yola penasaran


Risana terdiam lama, hingga akhirnya Zian datang bergabung dengan mereka. dan ikut menanyakan hal yang sama dengan Risana


"Ris, tadi aku denger Monica menyebut nama dr. Yuda. siapa Ris?". tanya Zian penasaran


Risana mencoba menceritakan semua, toh sudah terlanjur Monica tau tentang yuda. buat apa di tutup tutupi lagi.


"Yuda, dia adalah seorang dokter, dulu aku bertemu dengannya saat masih magang di rumah sakit itu. aku masih kelas tiga SMA, dan saat itu papah ku kena penyakit komplikasi, sudah dirawat di rumah sakit hampir satu bulan. RS sudah seperti rumah kedua untuk ku saat itu, sepulang sekolah harus menemani papah hingga pagi lagi. dan mamah harus mengurusi beberapa pabrik papah. saat jenuh aku selalu mengobrol di ruang jaga suster, dari awal itu aku kenal Yuda. perhatian nya sedikit berbeda dari yang lainnya, saat istirahat dia selalu menemui ku di ruangan papah, membawakan ku makanan, vitamin dan minuman. semakin hari aku semakin dekat dengannya, kami sering bertukar kabar, saling perhatian. meskipun jujur sama sekali aku tidak mempunyai rasa dengannya, aku hanya merasa punya hutang Budi dengannya, karena perhatian nya selama ini, dan juga kepada papah ku. karena rumah sakit itu miliknya papah malah tidak boleh membayar administrasi, meskipun aku dan mamah sudah memaksa. saat papah meninggal pun dia yang sibuk mengurusi semua. hal itu membuat ku semakin terjebak dengan rasa hutang Budi. meskipun begitu tetap saja, hingga saat ini aku tidak pernah bisa mencintai nya". ucap Risana menjelaskan tentang dr.Yuda


Zian tersenyum, didalam hatinya memuji akan hati Risana yang memang tidak mudah jatuh cinta. ia benar-benar wanita yang sulit di tebak.


"kamu cewek yang unik Ris sulit di tebak, padahal jelas-jelas Yuda sangat perhatian dengan mu, punya titel, pemilik rumah sakit juga. tapi tetap hati mu tidak goyah". batin dalam hati Zian memuji Risana.


"haduh Ris, kamu kenapa hobi nolak cowok keren sih, dulu Zian, terus dr. Yuda". ucap Yola mengejek sambil melihat ke arah Zian.


Zian hanya tersenyum, membuat Yola semakin mengejek nya. hingga keduanya sama saling mengejek.


"cie Zian, tambah patah hati nih". ejek Yola kepada Zian yang duduk di sebelahnya


"nggak lah, daripada kamu nggak pernah Deket sama cowok". ejek Zian untuk Yola.


"iihhhh siapa bilang nggak pernah deket sama cowok, pernah kog". ucap Yola membela


"iya kan Ris pernah kan?". imbuhnya lagi menyakinkan


Risana hanya tersenyum melihat tingkah keduanya, di dalam hati risana memikirkan Yuda. kenapa harus ada yang tahu tentang Yuda, padahal selama ini ia sudah menguburnya dalam dalam.

__ADS_1


__ADS_2