Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
kapan nyusul? (68)


__ADS_3

"ya udah tidur dulu ya, istirahat". ucap Bima membaringkan Risana


Risana hanya mengangguk, menuruti perintah suaminya. setelah membaringkan Risana, Bima kemudian mencium kening Risana, mengatakan selamat tidur.


setelah nya Bima duduk di kursi samping ranjang Risana, semalaman menemani Risana hingga terlelap.


****


malam yang indah telah di gantikan sinar matahari yang hangat, nampak Risana sudah bangun dari tidurnya. ia menatap suaminya yang masih terlelap di kursi yang menjaganya semalaman


Risana mengusap kepala suaminya dengan lembut, ia mengutarakan jika dirinya sangat mencintai Bima. meskipun cinta Bima harus di bagi dengan Nafisa


"udah bangun sayang?". tanya Bima yang baru bangun dan mendongak kan kepalanya


Risana hanya mengangguk, menggenggam tangan Bima penuh makna.


"mas siap siap dulu ya, setelah ini mau berangkat ngajar". ucap Bima mengusap lembut rambut Risana


"disini aja mas nemenin aku". ucap manja Risana menarik tangan Bima


"nggak bisa sayang, mas belum ambil cuti. kemarin di kampus juga udah cuti. kalo cuti lagi nggak enak sama pengurus yayasan". jelas Bima lalu berdiri dari duduknya


Bima segera ke kamar mandi membersihkan dirinya. sedangkan wajah Risana di buat manyun manja kepada Bima. seolah mengatakan jika dirinya sedang merajuk


"kenapa wajahnya manyun gini, jadi tambah cantik lho". ucap Bima menggoda keluar dari kamar mandi menuju kearah Risana


"nanti malam aja ya mas temenin lagi, jangan ngambek ya". ucap.Bima membujuk mendekat ke wajah Risana


"bener ya, jangan pulang dulu langsung kesini". ucap Risana memeluk Bima erat


"iya sayang. ya udah mas berangkat dulu ya". ucap Bima lalu mencium kening Risana


mamah Rossa yang melihat kemesraan keduanya hanya tersenyum dan menggeleng. mamah Rossa merasa bahagia karena Bima bisa menyayangi Risana sepenuh hatinya.

__ADS_1


"mah aku berangkat dulu ya, mamah nanti balik kapan?". tanya Bima menuju arah mamah Rossa mengambil tasnya di atas meja


"setelah kamu kesini mamah baru balik. soalnya besok mamah ada meeting di luar kota". ucap Mamah Rossa tersenyum


"ya udah aku pergi dulu mah. nitip Risana ya". ucap bima berlalu kearah pintu


siangnya dokter Yuda berjalan kearah ruangan Risana, bersamaan ada Monica yang membawakan dokter Yuda makan siang. sekilas Monica melihat dokter Yuda berjalan seorang diri, niatnya ia ingin menyapa dokter Yuda lalu menghampirinya, Monica pun mengikuti dokter Yuda dari belakang.


Monica melihat dokter Yuda masuk keruangan pasien. dengan berjalan pelan Monica mencoba mengikuti dan mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka.


awalnya Monica mengira jika dokter Yuda hendak kunjungan pasien, namun ternyata dokter Yuda bertemu dengan Risana. tak ingin melewatkan kesempatan, Monica segera mengeluarkan handphone dan merekam setiap ucapan Yuda dan risana.


"jadi Risana selamat?". tanya dalam hati Monica melihat Risana di ranjang pasien


"kenapa nggak sekalian mati aja". gumam dalam hati Monica merasa kesal


nampak dokter Yuda berjalan menuju arah mamah Rossa. mereka terlihat sangat akrab, dan seperti sudah lama saling mengenal


"selamat siang mamah Rossa". ucap dokter Yuda berjalan dari arah pintu


"iya mah, dari kapan mamah disini?". tanya Yuda lagi mendekat ke arah mamah Rossa dan bersalaman


"dari kemarin Yud setelah mamah tau Risa kecelakaan, mamah langsung kesini". ucap mamah Rossa tersenyum diiringi anggukan dokter Yuda


"kenapa lama tidak main kerumah Yud. mamah kira kamu udah lupa sama Risana". tanya mamah Rossa


namun dokter Yuda hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"kemarin Risa menikah juga kenapa nggak hadir ?. padahal mamah udah ngasih kamu undangan lho. Risana sendiri yang mengantar". tanya mamah Rossa penasaran


Yuda nampak berfikir, seingatnya ia tidak tahu jika Risana menikah dan tidak ada undangan dari mamah Rossa. Yuda tahu pasti Risana sengaja tidak memberikan undangan kepada dirinya


ia menatap Risana, tapi Risana hanya menunduk asyik bermain dengan gadget nya. seolah tidak mendengar percakapan antara Yuda dan mamahnya.

__ADS_1


"eemm itu mah, waktu itu aku lagi ada acara di luar kota, maaf ya mah". ucap Yuda berbohong


padahal dirinya tidak menerima undangan dari mamah Rossa. karena mamah Rossa tidak tahu jika Risana dan dokter Yuda mempunyai hubungan spesial. hingga akhirnya Risana memutuskan menerima lamaran dari Nafisa


yang mamah Rossa tahu mereka hanya sekedar sahabat, meskipun dokter Yuda dan Risana terlihat sangat dekat.


"iya nggak apa apa Yud. terus kamu kapan nyusul Risana?". tanya mamah Rossa menggoda


"belum tau mah, belum ada yang cocok. kemarin baru aja di tinggal sama kekasih saya". ucap dokter Yuda memaksa tersenyum


sedangkan dari balik pintu ada Monica yang mendengar semua pembicaraan mereka. Merekam semua pembicaraan tanpa terlewat satu pun.


"Yud, mamah titip Risana sebentar ya, mamah mau kebawah dulu makan siang". ucap Mamah Rossa berdiri dari duduk nya


lalu diiringi senyuman dan anggukan dari Yuda, sedangkan Risana melongo kaget karena akan berdua saja dengan Yuda.


"Ris, mamah makan siang sebentar, kamu sama Yuda dulu ya. kamu mau mamah bawain apa?". ucap mamah menuju pintu keluar


"nggak ada mah". ucap Risana masih dengan wajah taknpercaya


setelah tau mamah Rossa akan keluar dari ruangan, Monica bergegas berjalan seolah olah oranh yang sedang lewat. sesekali melihay kearah mamah Rossa, setelah kepergian mamah rossa, Monica kembali melancarkan aksinya terlihat Yuda perlahan mendekat kearah Risana


"selamat ya Ris, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu. pasti suami kamu sangat bahagia dengan kehamilan mu, apalagi setelah sekian tahun tidak kunjung memiliki anak. tapi aku heran, padahal kamu jadi yang kedua tapi kamu mau saja dan rela meninggalkan aku yang selama tiga tahun nemenin kamu. bener bener nggak punya hati kamu Ris, kamu ninggalin aku terus merusak kebahagiaan orang lain. padahal selama ini Risana yang aku kenal orangnya baik, sama siapapun nggak mau menyakiti. rasa yang dulunya aku kagum sama kamu sekarang malah merasa jijik". ucap Bima panjang mengeluarkan semua isi hatinya


namun Risana hanya diam, menatap Yuda dengan tatapan marah. bertanya tanya dari mana Yuda tahu semuanya.


"kamu sebenarnya nggak tahu apa pura pura bodoh Ris, atau malah emang sengaja menyakiti hati Nafisa. sehingga Nafisa hatinya sangat terluka bahkan sampai sakit kankernya tambah menyebar ke organ lainnya. dan itu karena apa?. karena di hatinya merasa tidak bahagia, hatinya tertekan dan di otaknya banyak pikiran. dan itu semua karena ulah kamu". ucap dokter Yuda dengan emosinya


"andai kamu tahu Ris, betapa susahnya aku ngelupain kamu. betapa susahnya aku bangkit dari keterpurukan ini. sangat susah Ris, apa tak pernah ada rasa cinta buat aku Ris?". ucapnya lagi semakin emosi


namun Risana hanya terdiam tertunduk mendengarkan semua ucapan Yuda. ia tak mampu berkata kata, selama ini ia menghindari dokter Yuda karena takut akan kemarahan dari dokter Yuda.


dokter Yuda yang merasa emosi segera duduk di sofa dan meredam amarahnya, ia takut jika Risana malah menjadi tertekan dengan semua ucapannya apalagi sekarang Risana tengah mengandung.

__ADS_1


ia tahu betul akan kondisi Risana, kemudian dokter Yuda perlahan mendekat kearah Risana melihat Risana yang ketakutan lalu duduk di kursi samping ranjang pasien dan meminta maaf atas semua ucapannya.


"Ris maafin aku , aku nggak bermaksud buat kamu takut. aku hanya mengungkapkan semua kekesalan ku kepada mu yang selama ini aku pendam". ucapnya lagi menatap Risana


__ADS_2