Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
kembalilah (61)


__ADS_3

lantas mbak Anik segera turun kebawah untuk menanyakan kamarnya kepada Bik Sumi. ia melangkah menuju dapur mencari Bik sumi yang sedang sibuk memasak.


"Bik kamar saya yang sebelah mana ya?. soalnya saya mau naruh barang bawaan saya Bik". tanya mbak Anik kepada Bik Sumi yang sibuk motong sayur


"kamu tidurnya nanti sama saya ya, biar yang kamar satunya di tempatin Pak Selamet". ucap Bik Sumi menjelaskan


"itu kamarnya yang paling ujung". ucap Bik Sumi menunjuk arah kamarnya


"saya permisi dulu ya Bik, setelah ini saya bantu". ucap mbak Anik berlalu meninggalkan Bik Sumi


setelah menaruh barang bawaan mbak Anik segera kembali kedapur untuk membantu Bik sumi memasak, dan bertanya tentang apa yang harus disiapkan untuk majikannya.


"biasanya yang harus disiapkan apa aja Bik". tanya mbak Anik menatap Bim Sumi yang masih memotong sayuran


"kamu bantu ngupas bawang ya". ucap Bik Sumi memberikan bawang kepada mbak Anik


"kamu setiap pagi harus nyiapin sarapan buat nyonya Risana ya, tapi yang ngantar biar Tuan Bima. terus setelah itu kamu bersih bersih kamar nyonya Risana sekalian lantai dua di bersihkan". ucap Bik Sumi menerangkan tugas mbak Anik


"lho non Risana kenapa nggak sarapan di meja makan Bi?". tanya mbak Anik merasa heran


"karena nyonya Risana sedang hamil, jadi nggak boleh kemana mana sama Tuan Bima. dia juga nggak boleh naik turun tangga, makan dan keperluan lain harus diantar kekamarnya". ujar Bik Sumi menjelaskan keadaan Risana


"oo gitu Bik, saya malah nggak tau Bik. saya cuma di tugasin di suruh jadi asisten pribadinya non Risana.Nyonya juga nggak bilang jika non Risana sedang hamil". ucap mbak Anik sambil mengupas bawang


"rumah sebesar itu pelayannnya ada berapa orang nik?. rumahnya kan seperti istana ya". tanya Bik Sumi penasaran diringi tawa candanya


"semuanya ada 10 orang Bik satpam nya dua, terus sopir pribadi dua. Pak Selamet sama Pak Pa'i". jelas mbak Anik


"wah Tuan Bima itu emang beruntung ya dapat nyonya Risana. udah kaya, cantik mau jadi yang kedua". ucap Bik Sumi memuji dengan tawa kecilnya


"enak ya Bik punya istri dua". ucap mbak Anik tertawa pelan


"iya, bisa kanan kiri ya Nik". ucap Bik Sumi bercanda

__ADS_1


tanpa sadar ternyata ada Nafisa yang mendengar obrolan Bik Sumi dan mbak Anik. mendengar obrolan itu Nafisa menghampiri Bik Sumi yang masih memotong sayur


"Bik". ucap Nafisa mendekat kearah Bik Sumi


"iya nyonya". ucap Bik Sumi kaget dengan kedatangan Nafisa


"tolong buatin bubur ya, aku lagi pengen makan bubur Bik". ucap Nafisa berdiri di depan Bik Sumi


"iya nyonya, segera saya buatkan". ucap Bik Sumi gugup, takut jika Nafisa akan marah karena ucapannya


Nafisa berlalu kembali kekamarnya, mengingat ucapan Bik Sumi tadi. ia merasa menjadi wanita terbodoh karena memberikan suaminya kepada wanita lain.


"seharusnya aku tidak menyuruh mu menikahi Risana mas, sekarang aku malah menjadi terabaikan karena ada Risana. dulu aku kira kamu akan tetap bertahan dengan cinta ku meskipun ada Risana. nyatanya aku salah, madu ku lebih kamu cintai dari aku yang telah menemani mu sekian tahun". gumam lirih Nafisa duduk di tepi ranjang


"apa aku terlalu munafik dengan semua ini?".


"maafkan hamba ya Allah". ucapnya lirih meneteskan air mata.


"aku ingin kembali seperti dulu, tapi tidak memungkin kan dengan keadaan ku sekarang". ucapnya lagi merasa menyesal


beberapa minggu telah dilalui, Risana semakin dibuat bosan dengan rutinitasnya di kamar. hari ini ia mencoba jalan jalan di supermarket sendirian di antar pak Selamet untuk berbelanja kebutuhan nya


Risana tidak peduli jika nanti Bima marah, karena ia juga kesal dengan Bima yang sekarang jarang ada waktu untuk dirinya.


"pak antar saya ke supermarket ya, saya mau belanja". ucap Risana kepada pak Selamet di lantai dua


"baik non, saya siapkan dulu mobilnya". ucap pak Selamet dan berlalu menuju garansi mobil.


setelah bersiap Risana segera masuk mobil menuju supermarket terdekat. tak berapa lama mobil Risana sudah sampai di parkiran Supermarket C, ia bergegas turun dan masuk menuju kedalam gedung.


sedangkan pak Selamet menunggu diluar di warung kopi. Risana berjalan pelan sambil mendorong troli sembari melihat barang yang akan di belinya. Risana nampak berhenti di produk sampo yang biasa di pakai nya, tapi sampo nya berada di rak paling atas hingga membuat nya kesulitan untuk mengambil


saat mencoba mengambil nya ada seseorang yang membantu Risana, yang ia kira mas mas penjaga supermarket tersebut. Risana segera membalikan badan dan bilang terimakasih.

__ADS_1


"terimakasih". ucapnya lalu membalikkan badan


Risana kaget setengah mati karena yang membantu nya bukan penjaga supermarket melainkan Yuda. nampak mata Risana membulat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Yuda". gumam dalam hati Risana tak percaya ada Yuda di depannya


"lain kali minta tolong sama mas penjaga ya". ucap Yuda dengan tersenyum


"kamu sendirian Ris?". tanya Yuda melihat Risana hanya melongo


"ii iya aku sendirian". ucap Risana gugup dengan perasaan takut


Yuda segera memeluk Risana mengungkapkan semua rasa rindunya kepada Risana, tapi Risana hanya terdiam. ingin sekali ia menghindar tapi merasa kasihan dengan Yuda.


"Ris andai kamu tau, sulit untukku melupakan mu, aku kangen sama kamu Ris. aku ingin selalu bersama kamu". ucap dokter Yuda semakin erat memeluk Risana


"Ris kita mulai lagi dari awal ya, aku akan perbaiki semua kekurangan ku. aku akan menuruti semua permintaan kamu, dan aku akan meluangkan waktu buat kamu. ris". ucap Yuda lalu memegang tangan.


"Ris, kenapa ada cincin di jari kamu?". ucap dokter Yuda memegang tangan Risana


Risana hanya diam, ia enggan menatap Yuda. ada rasa khawatir di raut wajahnya, ia takut jika ada yang tahu pertemuan tak sengaja antara dirinya dengan Yuda.


"kamu sudah menikah Ris?". tanya lagi dokter Yuda masih penasaran


"Yud, tolong jangan ganggu aku lagi. lupain semua yang pernah ada di antara kita". ucap Risana tanpa menatap Yuda


"aku mohon Ris kembali sama aku, aku belum bisa ngelupain kamu. aku masih cinta sama kamu". ucap dokter Yuda memelas


"Yuda. aku sudah menikah, tolong jangan ganggu aku". ucap Risana berlalu pergi meninggalkan Yuda.


merasa kesal membuat Risana tidak jadi berbelanja dan memutuskan untuk pulang kerumah dan beristirahat.


"Pak kita pulang saja". ucap Risana menghampiri pak Selamet di warung

__ADS_1


"lho tidak jadi belanja non?". tanya pak Selamet heran


__ADS_2