
hari ini Nafisa ada kontrol dengan dokter Baskoro di rumah sakit, tapi karena Risana sedang bedrest ia terpaksa ke rumah sakit sendirian. nampak di kamar Nafisa sedang bersiap diri untuk berangkat ke rumah sakit.
Nafisa menatap cermin di depannya, menatap wajahnya yang pucat dengan seksama. setelah bersiap di ambang pintu kamar sudah ada Bik Sumi yang menunggu Nafisa untuk memberi tahu jika taksi online yang di pesannya sudah sampai.
"nyonya, taksinya sudah datang". ucap Bik Sumi berdiri di ambang pintu lalu segera kembali kedapur.
"iya Bik".ucap Nafisa bergegas keluar menuju taksinya berada.
perlahan Nafisa berjalan keluar lalu masuk kedalam mobil taksi pesanannya. dengan cepat taksi itu melaju ke tempat yang di tuju, sepanjang perjalanannya Nafisa hanya diam, tak tahu apa yang dipikirkannya.
ia hanya merasa hati dan dirinya baik baik saja, tak lama taksi yang di tumpangi Nafisa telah sampai di halaman rumah sakit. Nafisa bergegas membayar taksinya dan masuk menuju rumah sakit.
nampak antrian yang panjang di ruang tunggu hingga ia tidak dapat tempat duduk, Nafisa memutuskan berdiri di depan pendaftaran agar nanti jika sudah urutannya ia segera masuk.
saat kebetulan ada dokter Noval dan timnya berjalan dari ruangan operasi, sekilas dokter Noval melihat Nafisa berdiri dengan badan lemas dan wajah yang pucat.
seketika dokter Noval menghampiri Nafisa dan menanyakan kabarnya. dokter Noval merasa jika ia dan Nafisa berjodoh, meskipun dokter Noval belum tau apa status Nafisa sebenarnya.
"Nafisa, kenapa berdiri?". tanya dokter Noval mendekat kearah Nafisa
"eem kursinya sudah penuh dok, jadi saya berdiri saja". ucap Nafisa sedikit canggung
"mau bertemu dengan dokter Baskoro kan?". tanya dokter Noval lagi dengan senyum manisnya.
"iya". ucap Nafisa mengangguk
"mari kut saya, kamu tidak perlu mengantri. saya antar langsung keruangan dokter Baskoro". ucap dokter Noval mempersilahkan
dengan ragu Nafisa mengikuti langkah dokter Noval menuju ruangan dokter Baskoro. saat sampai di depan ruangan dokter Baskoro Nafisa disuruh menunggu sejenak karena dokter Noval mau bicara dulu dengan suster asisten dokter Baskoro untuk meminta ijin.
__ADS_1
"kamu tunggu disini dulu ya, saya mau bicara sama asisten dokter Baskoro dulu". pinta dokter Noval lalu bergegas masuk keruangan dokter Baskoro
tak berapa lama dokter Noval keluar dari ruangan dan memanggil Nafisa. Nafisa yang sudah menunggu segera berjalan kearah dokter Noval memasuki ruangan dokter Baskoro.
setelah di persilahkan Nafisa segera duduk di kursi depan dokter Baskoro, di temani dokter Noval yang juga duduk di kursi sebelah Nafisa. dengan segera dokter Baskoro melempar pertanyaan kepada Nafisa perihal keluhan sakitnya.
"bu Nafisa apa keluhannya setelah menjalani kemoterapi yang pertama". tanya dokter Baskoro menatap Nafisa dengan tersenyum
"badan rasanya lemas dok, nafas saya juga terasa sesak". jawab Nafisa menjelaskan
"kita ambil sampel darahnya dulu ya". ucap dokter Baskoro lalu menyuruh asistennya menyiapkan alat untuk mengambil sampel darah.
setelah selesai Nafisa akan di periksa kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut. setelah di lakukan USG transvaginal dan biopsi Nafisa diperbolehkan pulang untuk menunggu hasil tesnya.
sedangkan dokter Noval masih setia menunggu dan menemani Nafisa di ruangan dokter Baskoro hingga selesai.
"oke terimakasih dokter Baskoro, maaf saya menyela antrian untuk teman saya". ucap dokter Noval berjabat tangan dengan dokter Baskoro
"saya permisi dulu ya dokter". ucap dokter Noval berlalu keluar ruangan diikuti Nafisa di belakang.
"setelah ini langsung pulang atau mau kemana dulu?". tanya dokter Noval sedikit bingung merangkai kalimat
"saya langsung pulang dok. terimakasih dokter sudah mau membantu saya". ucap Nafisa berjalan pelan keluar rumah sakit
"kamu sendirian?".tanya dokter Noval
"iya, tadi saya naik taksi". jelas Nafisa
"aku kira tadi ada yang menunggu di parkiran. aku antar saja ya, ini juga sudah jam istirahat. jadi tidak mengganggu". ucap dokter Noval berdiri di samping Nafisa
__ADS_1
"tidak usah dok, saya sudah memesan taksi. lagipula kerjaan dokter pasti banyak". ucap Nafisa menolak karena dia tidak mau dekat dengan laki laki lain.
"ya sudah, aku temani menunggu taksinya datang saja ya". ucap dokter Noval tidak mau memaksa Nafisa.
tak berapa lama taksi yang dipesan Nafisa sudah tiba, segera Nafisa berpamitan dengan dokter Noval dan bergegas masuk kedalam taksi.
"saya permisi dulu ya dokter. sekali lagi terimakasih sudah membantu saya". ucap Nafisa berlalu masuk kedalam taksi
"sama sama sa. hati hati ya". ucap dokter Noval melambaikan tangannya kearah Nafisa yang sudah menjauh darinya.
setelah kepergian Nafisa dokter Noval kembali keruangannya, ia duduk menghadap keluar jendela memikirkan Nafisa dan juga sakit yang diderita Nafisa, ada senyum getir dibibirnya mengingat selama ini ia telah berjuang untuk bertemu Nafisa.
"sa semoga kamu kuat menjalani semua, aku akan mencarikan dokter spesialis onkolog yang bagus di luar negeri, agar kamu bisa cepat sembuh sa. meskipun aku tidak tau kamu sudah punya suami atau belum. yang terpenting adalah kesembuhan mu. selama bertemu dengan mu, aku belum pernah melihat senyum kebahagiaan dari wajah mu. entah apa yang terjadi sebenarnya dengan mu. aku merasa sungkan jika harus jauh bertanya tentang mu, sedangkan kamu selalu bersikap dingin kepada ku". gumam dokter Noval duduk termenung di kursinya.
tanpa sadar tiba tiba dokter Noval mempunyai ide untuk memantau Nafisa di rumahnya dan mencari tau tentang Nafisa secara langsung.
"aaahh aku tanya saja di pendaftaran, di mana alamat rumah Nafisa. iya iya, aku bilang saja ini terkait penyakitnya pasti tidak ada yang curiga". gumam dokter dengan senyum puas di bibirnya
dengan segera dokter Noval menghubungi bagian pendaftaran untuk menanyakan perihal alamat Nafisa.
"hallo. ini dengan dokter Noval. saya mau tau alamat pasien atas nama Nafisa. boleh saya minta alamat lengkapnya dan juga nomor teleponnya. ini mengenai hasil tes laboratorium yang dititipkan ke saya sus". ucap dokter Noval asal
"oh iya boleh dok. sebentar saya cari dulu ya". ucap suster sambil membuka buka buku pendaftaran pasien.
"alamatnya ada di jalan melatisukma nomor 15 dok. dan nomornya 0856745xxxx". ucap suster menjelaskan
"terimakasih ya sus". ucap dokter Noval tersenyum
"sama sama dok". ucap suster lalu menutup sambungan telepon.
__ADS_1
dokter Noval mengamati alamat yang di berikan suster, ia mencatatnya pada sebuah kertas kecil. rasa di hatinya ada rasa sedikit bahagia karena sudah tahu alamat Nafisa. ia berencana akan mencari alamat Nafisa besok siang dan mengambil cuti seharj demi mencari alamat Nafisa.
"semoga ini bisa membatu ku dekat dengan mu sa". gumamnya berdiri dari kursi kerjanya