Sang Mantan

Sang Mantan
Pasangan Romantis


__ADS_3

Zaskia dan Arya memulai kehidupan rumah tangganya dengan penuh cinta dan kehangatan, bahkan Zaskia ingin terus bekerja.


"Mas, aku masih ingin bekerja," rengek Zaskia.


"Tidak, aku bilang tidak ya tidak!" tegas Arya.


"Mas, Kia mohon. Kia bosan kalau harus diam di rumah seharian, ayolah Mas," rengek Zaskia dengan bergelayut manja di lengan kekar milik Arya.


Saat ini keduanya sedang bersantai ria di balkon kamar mereka, soalnya Arya dan Zaskia masih cuti kerja karena masih masa bulan madu.


"Jangan memperlihatkan wajah yang menggemaskan seperti itu, pokoknya aku tidak akan membiarkan kamu bekerja lagi."


"Ih, Mas jahat."


Zaskia melipat kedua tangannya di dada dengan menekuk wajahnya, Arya pun menghembuskan napasnya secara kasar dan memeluk Zaskia dari belakang kemudian menyimpan dagunya di pundak Zaskia.


"Sayang, aku hanya tidak mau kamu kecapean saja. Jadi, biarlah aku yang bekerja keras untuk kamu dan untuk calon anak-anak kita nanti," seru Arya dengan lembut.


"Tapi Mas, Kia bosan kalau harus diam di rumah terus. Kia janji, kalau Kia sudah hamil, Kia akan berhenti bekerja dan diam di rumah."


Arya pun terdiam dan tampak berpikir, Zaskia membalikan tubuhnya dan menciumi pipi suaminya itu membuat Arya tersenyum.


"Baiklah, tapi ingat janji kamu kalau kamu hamil, kamu harus berhenti bekerja karena aku tidak mau sampai kamu dan kandungan kamu nanti kenapa-napa."


"Oke, Kia janji," sahut Zaskia dengan senangnya.


Tiba-tiba Arya mengangkat tubuh Zaskia membuat Zaskia terkejut.

__ADS_1


"Mas, apa-apaan sih bikin kaget saja."


Arya pun membawa Zaskia masuk ke dalam kamar.


"Hai, mau ke mana? Kia masih ingin bersantai, Mas."


"Kita buat anak lagi, supaya kamu cepat hamil dan kamu berhenti bekerja."


"Mas, tadi malam sudah berapa kali loh, masa Mas belum puas sih?" keluh Zaskia.


"Mana ada puas, yang ada aku ingin nambah terus."


Zaskia sampai membelalakkan matanya mendengar ucapan suaminya itu. Walaupun Zaskia kesal, tapi Zaskia tidak bisa menolaknya dan akhirnya Zaskia hanya bisa pasrah saat tongkat sakti Arya lagi-lagi harus membuatnya kelelahan.


***


"Astaga, pengantin baru menjelang sore baru turun dari kamar," goda Mama Mia.


Zaskia menundukkan kepalanya dengan wajah yang memerah karena menahan malu.


"Ma, kita mau keluar sebentar ya, mau jalan-jalan," seru Arya.


"Iya sayang."


"Ma, Kia pergi dulu."


Mama Mia menganggukkan kepalanya dan mencium kening menantunya itu, setelah itu mereka berdua pun segera pergi meninggalkan rumah.

__ADS_1


"Kamu mau makan di mana, sayang?" tanya Arya.


"Di mana saja yang penting aku makan, soalnya aku sangat lapar saat ini," sahut Zaskia.


Arya terkekeh, sebenarnya dia kasihan kepada istrinya itu tapi bagaimana lagi, tongkat saktinya selalu bereaksi saat bersentuhan dengan Zaskia dan si tongkat saksi tidak pernah puas kalau hanya sekali karena harus berkali-kali baru dia akan berhenti.


Beberapa saat kemudian, Arya pun menepikan mobilnya di sebuah restoran. Mereka pun masuk dengan bergandengan tangan dan sesekali saling melempar senyum.


"Kamu mau pesan apa, sayang?"


Zaskia pun memesan beberapa makanan dan itu membuat Arya terkejut.


"Banyak banget pesan makannya? memangnya akan habis?"


"Kia lapar banget Mas, siapa suruh kamu selalu menyiksaku. Pokoknya sekarang Kia akan makan banyak," kesal Zaskia.


Lagi-lagi Arya terkekeh, dia mengusap kepala Zaskia dengan penuh kasih sayang.


"Iya-iya, maafkan aku."


Tidak lama kemudian, seorang pelayan pun datang dengan membawa semua pesanan Zaskia dan Arya. Zaskia yang memang sudah sangat kelaparan, langsung melahap makanan yang terlihat menggiurkan itu.


"Pelan-pelan makannya sayang, nanti kamu tersedak."


Zaskia tidak mendengarkan ucapan suaminya, dia terus saja makan dengan lahapnya.


Zaskia dan Arya sangat romantis, mereka saling menyuapi satu sama lain membuat semua orang yang ada di restoran itu menyunggingkan senyuman melihat Zaskia dan Arya.

__ADS_1


Entah kenapa mereka suka sekali melihat pasangan romantis itu, sungguh mereka sudah membuat semua orang iri dengan keuwuan mereka.


__ADS_2