Sang Mantan

Sang Mantan
Momen Mengharukan


__ADS_3

Nanda sudah terlelap, tiba-tiba Zaskia merasakan kalau perutnya sangat sakit.


"Aw."


"Kamu kenapa, Kia?" tanya Adnan panik dan menghampiri Zaskia.


"Antarkan aku pulang, perut aku sakit," lirih Zaskia.


"Baiklah."


Di saat Zaskia berdiri, tiba-tiba tubuhnya oleng merasakan sakit yang luar biasa untung saja Adnan dengan sigap menahan tubuh Zaskia sehingga Zaskia tidak terjatuh.


"Sakit, Nan," lirih Zaskia.


Keringat di wajah Zaskia mulai muncul, dan Adnan semakin panik.


"Ya Allah Kia, kamu kenapa?" tanya Mami Yanti panik.


"Perut Kia sakit katanya, Mami tolong jaga Nanda biar Adnan bawa Kia ke rumah sakit."


"Iya, cepat kamu bawa Kia ke rumah sakit."


Adnan tidak tega melihat Zaskia kesakitan seperti itu, hingga akhirnya Adnan langsung mengangkat tubuh Zaskia dan segera membawanya ke rumah sakit.


Selama dalam perjalanan, Zaskia terus saja meremas lengan Adnan saking sakitnya yang dia rasakan.


"Kamu tahan Kia, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit."


"Sakit, Nan."


Tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun sampai di rumah sakit. Adnan kembali mengangkat tubuh Zaskia dan berteriak meminta bantuan, beberapa perawat datang dengan membawa brankar dan langsung membawa Zaskia ke ruangan pemeriksaan.


Adnan menunggu di luar dan Adnan pun tidak lupa menghubungi Bunda Anin dan juga Ayah Kemal, bahkan Mama Mia pun datang karena Bunda Anin yang menghubunginya.


Beberapa saat kemudian, mereka bertiga pun datang.

__ADS_1


"Bagaimana Adnan, keadaan Kia?" tanya Bunda Anin.


"Belum tahu Bunda, masih dalam pemeriksaan," sahut Adnan.


"Kamu siapa?" tanya Mama Mia.


Adnan terdiam, dia tidak bisa menjawab sama sekali.


"Ini dia yang namanya Adnan, Mba," seru Bunda Anin.


"Oh ini."


Tiba-tiba pintu ruangan pemeriksaan terbuka.


"Apa anda suami pasien? diharapkan cepat masuk karena pasien akan segera melahirkan," seru dokter menatap kepada Adnan.


"Saya bu---"


Ucapan Adnan terhenti karena Bunda Anin dengan cepat mendorong tubuh Adnan untuk masuk.


Adnan tidak punya pilihan lain, akhirnya dia pun masuk ke dalam ruangan bersalin. Adnan bingung harus melakukan apa, yang terpenting Adnan takut kalau Zaskia marah kepadanya.


Dilihatnya Zaskia memejamkan matanya dan terlihat menahan sakit yang luar biasa karena Adnan bisa lihat dari airmata yang keluar dari kedua mata Zaskia.


"Mas, Mas coba dekati istrinya dan pegang tangannya, biasanya istri yang mau melahirkan akan merasa tenang kalau tangannya di pegang," seru dokter.


Zaskia membuka matanya dan menatap ke arah Adnan, Adnan begitu serba salah dan saat ini dia benar-benar kebingungan.


Rasa sakit itu kembali muncul, dan Zaskia reflek mencengkram lengan Adnan. Adnan tersadar, dia membalasnya dengan mengusap lengan Zaskia.


"Kamu pasti bisa Kia, maafkan aku karena lancang menemani kamu melahirkan," seru Adnan.


Zaskia sudah tidak kuat lagi, dia semakin erat memegang tangan Adnan.


"Sakit, Nan."

__ADS_1


"Kamu pasti bisa Kia, ayo semangat."


Tanpa sadar Adnan mengusap kepala Zaskia dan menemani Zaskia melahirkan, Zaskia hanya beberapa kali mengejan hingga akhirnya bayi mungil itu lahir dengan selamat dan sempurna.


Suara tangisan sang bayi sangat kencang membuat Zaskia tidak bisa menahan rasa haru sekaligus bahagianya, begitu pun dengan Adnan yang ikut terharu.


"Kamu hebat Kia."


"Selamat, anak kalian berjenis kelamin laki-laki."


Setelah si bayi dibersihkan, dokter menyerahkan bayi itu kepada Adnan.


"Mas, tolong adzanin dulu anaknya," seru dokter.


Adnan menggendong bayi itu, Adnan menoleh ke arah Zaskia dia tidak berani mengadzani anak Kia tapi Kia justru menganggukkan kepalanya dengan meneteskan airmatanya.


Adnan tersenyum dan akhirnya Adnan pun yang mengadzani anaknya Kia. Tangis Kia pecah, dia benar-benar merasa terharu.


"Mas Arya, anak kita sudah lahir Mas," batin Kia dengan deraian airmatanya.


Beberapa saat kemudian, Zaskia sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap.


"Adnan, terima kasih ya sudah menemani Kia melahirkan anaknya, bahkan kamu sudah mengadzani anak Kia," seru Ayah Kemal.


"Sama-sama Ayah, kalau begitu Adnan pamit pulang dulu."


Adnan pun mencium punggung tangan Bunda Anin, Ayah Kemal, dan juga Mama Mia.


"Kia aku pulang dulu, selamat atas kelahiran anaknya dan aku do'akan semoga kamu dan anak kamu sehat selalu."


Zaskia menganggukkan kepalanya dan Adnan pun pergi dari ruangan rawat Zaskia, Zaskia menatap kepergian Adnan dengan raut wajah sedihnya.


"Kia, Mama tahu kamu masih mencintai Nak Adnan. Mama merestui hubungan kalian, lagipula kamu dan anak kamu berhak untuk bahagia. Bahkan Arya pun akan bahagia jika melihat kamu dan anak kamu bahagia, percayalah kalian berdua memang ditakdirkan untuk bersama," seru Mama Mia dengan menggenggam tangan Zaskia.


"Tapi semuanya sudah terlambat Ma, karena Adnan bilang dia akan pergi jauh dari kehidupan Kia," sahut Zaskia dengan deraian airmatanya.

__ADS_1


Mama Mia menatap Bunda Anin dan juga Ayah Kemal, mereka juga tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.


__ADS_2