Sang Mantan

Sang Mantan
KABAR BAIK


__ADS_3

Rafael terlihat begitu sibuk dengan ponselnya, berulang kali ia menghubungi Ardi dan anak buahnya untuk menanyakan kabar terbaru tentang sang istri namun sayangnya hingga hari menjelang sore, Rafael belum juga mendapatkan kabar baik tentang istrinya. Karena Nindy sudah menghilang dalam waktu yang lumayan lama, maka Ardi dan anak buahnya memprediksikan sebuah kemungkinan jika istri dari pimpinan mereka telah di culik dan hal itu semakin membuat Rafael terpuruk.


Sementara itu bu Linda dan tante Yuni hanya bisa menatap putra mereka dengan tatapan sendu, keduanya begitu sedih melihat Rafael yang tampak begitu kalut. Tidak ingin terus berdiam diri, akhirnya tante Yuni bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Rafael. Tante Yuni mencoba memberanikan diri untuk bicara pada putra sambungnya itu.


"Rafael!" Seru tante Yuni ketika berdiri di belakang Rafael.


Rafael membalikkan tubuhnya dan melihat tante Yuni sedang berdiri sambil menatapnya.


"Ada apa tante?" Tanya Rafael.


"Ini sudah lima jam berlalu semenjak Nindy di nyatakan hilang, tapi hingga saat ini kita belum mendapatkan kabar apapun. Hingga saat ini kita tidak tahu apakah Nindy hilang karena di culik atau karena hal lain".


"Tante benar, hingga saat ini belum ada telpon yang masuk dan mengatakan jika mereka telah menculik Nindy tapi kita tidak boleh langsung mengambil kesimpulan. Mungkin saja mereka belum menemukan cara untuk menghubungiku" Ucap Rafael.


"Apakah tidak sebaiknya kita menghubungi polisi" Tante Yuni memberi saran.


Rafael langsung menggeleng cepat.


"Tidak tante. Kita tidak bisa melakukan itu karena ini belum dua puluh empat jam" Ucap Rafael.


"Polisi hanya akan memproses laporan kita jika Nindy sudah hilang selama dua puluh empat jam, tante".


"Ah iya, tante baru menyadari hal itu" Sahut tante Yuni.


"Lalu apa kita harus tetap menunggu hingga dua puluh empat jam?" Bu Linda ikut menyahut.


"Bagaimana jika orang- orang jahat itu menyakiti Nindy?" Bu Linda mulai menangis.


"Bagaimana jika mereka menyakiti menantu mama? Mungkin saja saat ini Nindy sedang ketakutan".


"Ma!" Rafael mendekati ibunya dan memeluknya.


"Do'akan saja agar Nindy baik- baik saja, ya" Ucapnya.


"Do'a mama tidak pernah putus untuk Nindy, Rafa" Sahut bu Linda dalam isaknya.


"Terima kasih ma" Ucap Rafael.


Rafael kembali memeluk ibunya dengan erat.


"Rafael!" Panggil tante Yuni.


" Iya tante" Sahut Rafael seraya menatap tante Yuni.


"Apakah boleh jika tante ikut membantumu mencari Nindy?" Tanya tante Yuni hati- hati karena tidak ingin membuat Rafael tersinggung.


"Maksud tante?" Rafael ingin memastikan.


"Tante tidak tega melihatmu seperti ini terus, tante tahu kamu sudah melakukan banyak cara untuk menemukan istrimu meski hingga kini belum membuahkan hasil. Maka dari itu, izinkan tante untuk ikut membantumu".


"Tante tahu jika kamu punya kekuatan dan juga kekuasaan yang luar biasa hebatnya bahkan kekuasaanmu melebihi kekuatan tante. Tapi meskipun demikian, tidak ada salahnyakan jika tante ingin membantu mencari Nindy! Bukankah lebih banyak orang yang mencari maka akan semakin besar peluang untuk Nindy di temukan?" Ucap tante Yuni.

__ADS_1


"Tante!" Rafael tergagu, ia tidak menyangka jika ibu tirinya akan menawarkan bantuan.


"Bolehkan?" Tanya tante Yuni penuh harap.


Rafael mengangguk cepat, tentu saja boleh. Dia tidak akan pernah berpikir dua kali jika hal itu berhubungan dengan sang istri.


"Boleh tante. Tentu saja boleh" Sahu Rafael.


"Aku hanya bisa berharap jika bantuan tante dapat membantu pencarian Nindy" Ucap Rafael.


Tante Yuni tersenyum senang, akhirnya keberadaannya berguna juga untuk putranya itu.


"Terima kasih Rafa" Ucap Tante Yuni.


Rafael mengangguk.


"Sebentar ya, tante hubungi Yuda dulu" Ucap tante Yuni sembari meraih ponselnya untuk menghubungi sang putra.


Rafael kembali mengangguk sambil memperhatikan ibu tirinya yang sedang menelpon seseorang.


Tante Yuni terlihat berbicara serius dengan Yuda, beliau beberapa kali memberikan perintah untuk sang putra agar melakukan yang terbaik. Meski samar- samar, Rafael masih bisa mendengar semua pembicaraan antara ibu dan anak itu dan ia begitu terharu melihat niat dan kesungguhan ibu tirinya itu untuk mencari istrinya.


.


Lima jam kemudian, masih di ruang kerja Rafael.


Rafael menatap ibunya dan juga ibu tirinya yang masih setia mendampinginya semenjak sore hari hingga menjelang tengah malam satu persatu. Rafael tidak dapat menyembunyikan rasa harunya melihat orang- orang di sekelilingnya yang begitu mengkhawatirkan keadaan istrinya meski hubungan keluarga mereka kurang baik. Tidak ingin membuat ibunya dan juga ibu tirinya kecapean, Rafael mencoba untuk meminta kedua wanita paruh baya itu untuk pulang dan beristirahat dirumah. Rafael tidak mau mereka jatuh sakit karena memikirkan masalah ini.


"Ma,,,!" Rafael mendekati ibunya.


"Mama tidak mau Rafa, mama tidak akan pernah mau pulang sebelum Nindy di temukan" sahut bu Linda.


"Tapi ma, ini sudah larut malam. Mama juga harus memikirkan kesehatan mama" Ucap Rafael lagi.


"Mama bilang tidak, artinya tidak. Mama tetap tidak akan pulang sebelum mama mendapatkan kabar dari Nindy" Tegas bu Linda.


Rafael menghela nafas, ia tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk meminta ibunya pulang. Rafael kemudian menatap tante Yuni yang juga masih setia menemaninya.


"Tante,,,!" Panggil Rafael


Tante Yuni tersenyum senang mendengar panggilan Rafael yang terdengar begitu lembut saat memanggilnya.


"Ada apa Rafa?" Tanya tante Yuni.


"Sebaiknya tante pulang saja, biar Rafa dan mama yang menunggu disini" Ucap Rafael.


Tante Yuni kembali tersenyum.


"Izinkan tante untuk tetap disini Rafa. Tante hanya ingin tahu perkembangan terkini dari pencarian Nindy. Lagi pula percuma juga tante pulang, toh pikiran tante tetap tidak akan tenang sebelum tante mendengarkan kabar baik tentang Nindy" Ucap Tante Yuni.


Rafael kembali menghela nafasnya, ternyata jawaban tante Yuni sama dengan jawaban ibunya, beliau juga tidak ingin pulang sebelum mendapatkan kabar tentang Nindy. Sebelumnya sudah berulang kali Rafael meminta ibunya dan juga tante Yuni untuk pulang, namun keduanya tetap bersikukuh untuk tetap di sana dan tidak mengindahkan permintaan Rafael.

__ADS_1


Suasana hening sesaat, hingga tiba- tiba


Drrrrr drrrrr


Sebuah panggilan masuk dari ponsel tante Yuni mengejutkan Rafael, bu Linda dan juga tante Yuni sendiri sebagai pemilik ponsel tersebut. Tanpa menunggu lama tante Yuni langsung menjawab panggilan tersebut saat melihat nama Yuda muncul di layar ponselnya.


"Hallo Yuda,,," Tante Yuni menjawab panggilan dari Yuda.


"Bagaimana sayang? Apa kamu sudah mendapat kabar tentang Nindy?" Tanya tanye Yuni.


Tante Yuni tampak serius menyimak setiap kalimat yang di ucapkan Yuda, tidak ada satu kata pun yang beliau lewatkan.


"Apa? Benarkah?" Ucap tante Yuni seraya menatap Rafael yang juga ikut menatap beliau dan mengangguk pelan.


"Syukurlah" Ucap tante Yuni lagi.


Rafael langsung bangkit dan mendekati ibu tirinya, ia merasa sepertinya Yuda memberikan kabar baik tentang istrinya.


"Ada apa tante? Yuda mengatakan apa?" Tanya Rafael tidak sabar.


"Nindy sudah ketemu Rafa, mereka berhasil menemukan Nindy" Ucap tante Yuni sembari tersenyum bahagia.


"Benarkah!" Tanya Rafael ingin memastikan.


"Iya, Yuda sendiri yang mengatakan begitu. Sekarang Nindy sudah bersama Yuda".


Rafael tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya, ia begitu bersyukur karena Nindy berhasil di temukan. Tanpa di sadari, Rafael langsung merangkul tante Yuni dan memeluk ibu tirinya itu dengan erat seraya mengucapkan terima kasih. Sementara itu tante Yuni terpaku di tempat, beliau tidak pernah menduga jika Rafael akan memeluknya dengan begitu erat.


"Terima kasih, tante. Terima kasih" Ucap Rafael tulus.


Tante Yuni membalas pelukan Rafael dengan senyum bahagia, akhirnya setelah sekian lama beliau dapat memeluk putra dari suaminya.


"Apapun akan tante lakukan untukmu Rafa" Sahut tante Yuni.


Rafael melepaskan pekukannya lalu menatap ibu tirinya itu lekat- lekat, perasaannya saat ini sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya.


"Nindy sudah di temukan?" Tanya bu Linda yang ikut menghampiri Rafael.


"Iya, ma. Yuda berhasil menemukan Nindy" Ucap Rafael.


"Syukurlah, terima kasih Tuhan" Bu Linda mengucap syukur.


Bu Linda menatap Rafael sekilas lalu menatap tante Yuni, beliau menatap sangat lama hingga kemudian berucap :


"Terima kasih Yun, kamu sudah mau membantu Rafael mencari Nindy".


Tante Yuni tersenyum


"Sama- sama mbak" Sahut tante Yuni.


"Kalau begitu, ayo kita temui Nindy. Yuda sudah mengirimkan alamatnya" Ajak tante Yuni.

__ADS_1


Rafael dan bu Linda mengangguk setuju, ketiga pun keluar dari ruang kerja Rafael menuju ke alamat yang sudah di kirimkan oleh Yuda.



__ADS_2