
1 tahun pun berlalu....
Semenjak Zaskia diketahui hamil, semua orang sangat memanjakan Zaskia apalagi Arya, dia tidak mengizinkan Zaskia untuk melakukan apa pun.
Saat ini usia kandungan Zaskia sudah menginjak usia 6 bulan, dan perut Zaskia pun sudah terlihat semakin membesar.
"Mas, aku bosan kalau harus diam terus di dalam kamar, bolehkah aku melakukan sesuatu hal?" rengek Zaskia.
"Pokoknya kamu tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat," sahut Arya posesif.
"Ih, Mas jahat."
Zaskia pun ngambek dan duduk di atas ranjang dengan wajah yang cemberut, Arya tersenyum dan menghampiri istrinya yang sedang merajuk itu.
"Memangnya kamu mau ke mana?"
"Aku ingin jalan-jalan Mas, lagipula kata dokter kalau kandungan aku sudah besar, aku harus rajin jalan-jalan supaya bayinya sehat dan persalinannya lancar."
"Ya sudah, sekarang kita jalan-jalan. Kamu mau jalan-jalan ke mana?"
"Ke mana saja, yang penting jalan-jalan."
"Baiklah, kita jalan-jalan ke taman kota saja, bagaimana?"
"Mauuuuu...."
Arya mengacak-ngacak rambut Zaskia gemas, sekarang tubuh Zaskia sudah mulai membesar bahkan pipi Zaskia terlihat seperti bakpao.
Arya dan Zaskia pun akhirnya jalan-jalan ke taman kota, Zaskia sangat bahagia karena akhirnya bisa jalan-jalan. Zaskia meminta dibelikan berbagai makanan kepada Arya, dan Arya dengan senang hati membelikan semua makanan yang Zaskia inginkan.
Arya pun mengajak Zaskia untuk duduk di kursi taman, kedua tangan Arya penuh dengan kantong kresek yang berisi makanan itu.
"Sayang, kamu beli makanan banyak banget memangnya kamu bisa menghabiskannya?" seru Arya.
"Kalau gak habis, kan, ada kamu."
"Ishh..ishh..ishh..kenapa aku jadi yang harus menanggung semuanya," kesal Arya.
Zaskia hanya cengengesan melihat raut wajah suaminya yang terlihat kesal itu, Arya melihat-lihat semua kantong kresek.
__ADS_1
"Astaga sayang, kita beli banyak makanan tapi tidak ada air minumnya sama sekali, aku beli air minum dulu ya."
"Jangan lama-lama."
"Iya."
Arya pun segera bangkit dari duduknya dan mencari penjual air mineral, setelah dicari-cari ternyata penjual air mineral itu ada di seberang jalan.
Arya terus saja melambaikan tangan ke arah Zaskia membuat Zaskia geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu. Sementara di arah kiri, sebuah mobil putih melesat dengan sangat kencang dengan dikejar oleh mobil polisi.
Zaskia sampai menjatuhkan makanan yang sedang dia pegang.
"Mas, awaaaassss!" teriak Zaskia.
Arya baru sadar kalau saat ini Arya sedang berdiri di tengah-tengah jalan, mobil putih itu melaju begitu sangat kencang bahkan Arya belum sempat menghindar, mobil itu sudah menghantam tubuh Arya.
"Aaaaaaaaa ......"
"Maaaaaasssss....."
Bruuuaaaakkkkk....
Suara benturan keras terdengar sangat nyaring, tubuh Arya terhempas sampai beberapa meter sedangkan mobil Polisi yang sedang mengejar mobil itu memilih berhenti dan menolong Arya.
"Astagfirullah."
Tubuh Zaskia lemas melihat keadaan Arya yang sangat mengenaskan, wajah Arya sudah penuh dengan darah. Pandangan Zaskia mulai kabur dan akhirnya Zaskia pingsan tak sadarkan diri.
***
Beberapa saat kemudian, Zaskia mulai membuka matanya. Dia langsung terbangun dengan wajah paniknya.
"Mas, Mas Arya."
"Sabar Nak, istighfar," seru Ayah Kemal.
"Yah, Mas Arya mana? dia tidak apa-apa kan? tadi Pas Arya tertabrak, Yah," seru Zaskia dengan deraian airmata.
Bunda Anin dan Nenek Ainun saling berpelukan sembari menangis, sedangkan Ayah Kemal menarik tubuh putrinya itu ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Kamu harus sabar ya, Nak. Mungkin ini sudah menjadi takdir dari Allah, kita tidak bisa mencegahnya."
Zaskia melepaskan pelukannya. "Maksud Ayah, apa?"
"Nak Arya, sudah meninggal."
Zaskia menggelengkan kepalanya, airmatanya terus saja mengalir tanpa henti.
"Tidak Yah, tidak mungkin. Mas Arya tidak mungkin meninggalkan Kia!" teriak Zaskia histeris.
Zaskia hendak turun dari ranjang rumah sakit tapi Ayah Kemal menahannya.
"Kamu harus sabar Kia, kamu harus ikhlas."
Bunda Anin dan Nenek Ainun menghampiri Zaskia dan memeluk Zaskia.
"Ikhlaskan kepergian suamimu Nak, ini semua sudah menjadi suratan takdir dari yang Maha Kuasa," seru Mama Anin.
Zaskia benar-benar tidak bisa menahan kesedihannya lagi, Zaskia pun akhirnya kembali pingsan.
***
Setelah Zaskia sadar dan kondisinya mulai tenang, kedua orangtuanya membawa Zaskia pulang ke rumah.
Hati Zaskia sangat sakit dan hancur melihat suaminya sudah terbujur kaku dengan banyak pelayat di sana, perlahan Zaskia duduk di samping jenazah suaminya itu dan membuka penutup wajahnya.
Terlihat wajah tampan Arya yang penuh dengan luka dan terlihat sangat pucat.
"Maafkan Kia, Mas. Kia sudah memaksa Mas untuk membawa Kia jalan-jalan, kalau Kia tidak ngeyel mengajak Mas jalan-jalan, mungkin saat ini Mas masih ada di sini bersama Kia," seru Kia dengan deraian airmatanya.
Mama Mia menghampiri Zaskia dan memeluk menantu kesayangannya itu.
"Kamu harus sabar Nak, ikhlaskan kepergian Arya."
"Ini salah Kia, Ma."
"Tidak sayang, ini sudah suratan takdir dari yang di Atas jadi kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri."
"Mas Arya jahat Ma, sudah meninggalkan Kia dan anaknya padahal dia janji, tidak akan meninggalkan Kia."
__ADS_1
Mama Mia memeluk menantunya itu dengan sangat erat, Zaskia tidak menyangka kalau dia akan kehilangan orang yang dia cintai untuk yang kedua kalinya.
"Ya Allah, kenapa hidupku seperti ini," batin Zaskia.