Sang Mantan

Sang Mantan
SPECIAL PART


__ADS_3

Seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya jika Rafael akan merayakan anniversary pernikahannya dengan Nindy sekaligus mengumumkan kabar kehamilan sang istri pada semua orang, maka malam ini Rafael mewujudkannya dengan mengadakan pesta yang sangat mewah dan meriah untuk merayakan kabar bahagia tersebut. Dan tentu saja Ardi yang harus bekerja ekstra untuk mewujudkan keinginan sang pimpinan LJ grup tersebut yang selalu memberi perintah di saat yang tidak tepat. Rafael selalu tidak tahu waktu dan tidak mau tahu, baginya setiap perintah itu adalah hal mutlak dan harus segera di laksanakan.


Nindy terlihat sangat bahagia karena sang suami mewujudkan impiannya dengan membuatkan sebuah kue yang berukuran sangat besar dengan sebuah lilin angka delapan yang berdiri tegak diatas kue tersebut. Tidak hanya sebuah lilin besar yang tertata di atas kue besar yang berwarna putih dan gold tersebut, namun foto dirinya bersama sang suami juga terbingkai indah di atasnya.


Dengan gagah Rafael naik keatas podium sambil mengandeng mesra tangan sang istri untuk mengumumkan sebuah berita bahagia yang akan menggemparkan seluruh negeri. Setelah acara tiup lilin dan pemotongan kue, seperti biasa tanpa basa- basi yang terlalu panjang lebar, Rafael meraih mikrofon dan langsung mengumumkan kabar bahagia kepada semua tamu undangan.


"Selamat malam semuanya, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kedatangan anda semua dalam perayaan ulang tahun pernikahan kami" Ucap Rafael mengawali kata.


"Malam ini merupakan malam yang sangat membahagiakan bagi kami berdua karena selain merayakan ulang tahun pernikahan saya dengan sang istri, kami juga ingin mengumumkan sebuah berita bahagia kepada anda semua".


Rafael menatap Nindy sesaat yang langsung di sambut dengan anggukkan dari istrinya itu sembari tersenyum manis.


"Hadirin sekalian. Please welcome to my junior" Ucap Rafael lantang seraya mengusap perut sang istri yang masih datar.


Semua orang terdiam mendengar ucapan Rafael karena memang mereka belum menyadari maksud dari ucapan tersebut. Mereka saling memandang satu sama lain dan sebagian dari mereka hanya mengangkat bahunya tidak mengerti. Hening untuk sesaat hingga akhirnya sebuah celetukan yang cukup keras di sertai tepuk tangan dari Shella membuat semua orang terkejut.


"Yeah,,,, akhirnya, aku akan punya keponakan juga" Teriak Shella sembari bertepuk tangan.


Semua orang memandang kearah Shella, termasuk Nindy dan Rafael yang berada di atas panggung.


"Kenapa kalian diam saja, ayo tepuk tangan. Apa kalian tidak ingin memberikan selamat kepada Nindy? Nindy sedang hamil" Ucap Shella pada seluruh anggota keluarganya.


"Hah! Benarkah? Nindy hamil?" UlangTante Yuni yang baru menyadarinya.


"Iya, mam. Nindy hamil" Jawab Shella.


"Kamu jangan bohong Shella" Sela bu Linda.


"Kalau mama tidak percaya padaku, tanyakan saja pada mereka" Sahut Shella sembari menunjuk kearah Rafael dan Nindy yang masih berdiri di atas panggung.


Rafael sengaja menjeda ucapannya sesaat karena ia ingin membuat semua orang penasaran dan setelah beberapa saat kemudian Rafael kembali melanjutkan ucapannya.


"Ya benar, apa yang di katakan oleh kakak iparku tadi adalah benar. Istriku sedang hamil. Nindy sedang mengandung buah cinta kami" Ucap Rafael sambil mengusap perut Nindy dengan lembut.

__ADS_1


Seketika suara gemuruh memenuhi ruangan pesta, semua orang bertepuk tangan menyambut kabar bahagia yang baru saja Rafael umumkan. Tante Yuni dan bu Linda saling memandang untuk sesaat lalu keduanya pun langsung berpelukan, mereka begitu bahagia mendengar kabar bahagia tersebut. Riuh tepuk tangan terdengar semakin bergemuruh setelah Rafael dengan lantang mengumumkan jika Istri sedang mengandung.


Usai menyampaikan kabar bahagia tersebut, Rafael dan Nindy turun dari atas panggung yang langsung di sambut oleh para tamu undangan yang mendatangi mereka satu per satu untuk memberikan ucapan selamat. Setelah menerima ucapab selamat dari para tamu undangan, Rafael dan Nindy melangkah menghampiri keluarga yang sudah lama menunggu kedatangan mereka berdua.


"Selamat ya sayang, akhirnya mama akan mencari nenek" Ucap bu Linda bahagia sembari memeluk Nindy.


"Terima kasih ma" Balas Nindy.


Nindy melepaskan pelukan bu Linda kemudian beralih kepada tante Yuni.


"Selamat ya sayang, mami senang sekali mendengar kabar ini" Ucap tante Yuni yang langsung memeluk Nindy.


"Terima kasih mam" Balas Nindy lagi.


Bu Linda dan tante Yuni juga memeluk Rafael sebagai ungkapan bahagianya.


"Terima kasih ma, mam. Aku mohon do'anya untuk kesehatan Nindy dan calon baby kami" Ucap Rafael pada kedua ibunya.


"Iya Rafa, mami juga selalu mendo'akan kebahagian kalian dan juga kesehatan calon cucu mami" Sambung tante Yuni.


"Jadi, kado dari mami membuahkan hasil ya!" Ucap tante Yuni yang langsung membuat Nindy tersipu malu.


"Berhasil mam, sangat berhasil. Buktinya hasilnya sudah ada di sini" Sahut Rafael sembari mengusap perut istrinya.


Nindy menepis tangan Rafael karena ia merasa malu dan tindakan Nindy langsung di sambut dengan gelak tawa Rafael dan juga ibunya.


"Tuh benarkan, tebakanku tidak salahkan" Sela Shella sambil melirik Ronald, suaminya.


Shella dan Ronald sempat berdebat sebentar karena mereka berselisih paham tentang kabar kehamilan Nindy.


"Itu hanya kebetulan. Biasanya tebakanmu selalu salah" Balas Ronald.


"Its,,, kamu itu selalu begitu. Tidak pernah memujiku" Kesal Shella.

__ADS_1


Shella sangat kesal dengan Ronald dan tanpa menghiraukan suaminya lagi, Shella melangkah menghampiri Nindy dan Rafael.


"Yeah,,,, selamat sayang" Shella menghampiri Nindy dan langsung memeluknya.


"Terima kasih kak" Balas Nindy.


"Kamu lihatkan, dari semua orang hanya tebakanku yang paling benar" Ucap Shella bangga.


"Iya. Kamu memang hebat kakak ipar, tebakanmu memang tidak pernah salah" Sahut Nindy seraya tersenyum.


Shella dan Nindy tertawa dan saling memberikan kode dengan tangan mereka lalu bertepuk tangan senang. Sementara itu Ronald yang berdiri di samping Rafael menepuk pundak adiknya seraya berkata


"Selamat Raf, akhirnya gol juga ya" Ucapnya.


"Terima kasih kak, tapi aku tidak suka dengan kata- katamu itu. Tidakkah kamu punya kata- kata yang lebih baik dari pada kata itu" Ketus Rafael.


Ronald tidak menjawab, ia hanya tertawa melihat wajah Rafael yang kesal padanya.


"Jangan ketus begitu Raf, kamu harus menikmati masa- masa tenang ini untuk beberapa hari terakhir karena dalam hitungan beberapa hari kedepan kamu akan merasakan apa yang aku rasakan selama ini" Ucap Ronald.


"Maksudmu?" Rafael tidak mengerti maksud ucapan Ronald.


Ronald kembali tertawa.


"Sudahlah, nanti kamu juga akan tahu sendiri" Balas Ronald.


Tentu saja Rafael tidak akan mengerti karena ini merupakan pengalaman pertamanya menyambut buah hati berbeda dengan Ronald yang sudah dua kali dan kehamilan Shella kali ini merupakan kehamilan yang ketiga sehingga ia tahu betul apa yang akan terjadi di sepanjang kehamilan sang istri. Ronald sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi kehamilan Shella, ia sudah hafal betul segala keiginan sang istri termasuk ngidam dan lainnya yang berhubungan dengan mood istrinya yang selalu berubah- ubah.


Dikehamilan yang ketiga ini, Shella lebih bawel dari pada dua kehamilan sebelumnya mungkin karena saat ini ia sedang mengandung bayi perempuan sehingga moodnya sedikit berbeda pada saat hamil bayi laki- laki. Bukan hanya mulutnya yang lebih bawel, permintaan Shella juga lebih banyak dari kehamilan sebelumnya. Bayangkan saja di usia kehamilan yang baru menginjak enam bulan, Shella dan Ronald sudah dua kali melakukan perjalanan babymoon untuk memenuhi keinginan sang istri dan Ronald yakin pasti istrinya akan meminta babymoon yang ketiga lagi.



Lanjut lagi yukk

__ADS_1


__ADS_2