Sang Mantan

Sang Mantan
THE END


__ADS_3

Dan ternyata dugaan Ronald sangat tepat, baru saja terlintas di pikirannya jika Shella mungkin akan meminta babymoon yang ketiga, dan dugaannya benar- benar terjadi. Shella kembali mengatakan keinginannya untuk babymoon lagi setelah berhasil membujuk Nindy untuk ikut bersamanya.


"Aku senang banget karena kita hamil berbarengan, itu artinya kita bisa babymoon bareng" Ucap Shella pada Nindy.


"Babymoon?" Sela Nindy.


"Iya babymoon. Kamu tahu kan jika kehamilan kamu ini harus dirayakan. Jadi kita bisa merayakannya dengan pergi babymoon bersama" Sambung Shella.


"Memangnya harus ya?" Tanya Nindy


"Iya harus dong Nindy. Kamu itu nggak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu selama sembilan bulan kedepan. Kamu akan mudah capek, badanmu pegal- pegal, pinggangmu sakit dan masih banyak hal lain. Dan pada saat itu kamu tidak bisa pergi jalan- jalan dengan bebas karena berat badanmu yang akan semakin bertambah sehingga kamu akan mudah terasa lelah. Jadi sebelum semua itu terjadi, kamu harus liburan dulu supaya kamu happy dan si baby juga happy" Jelas Shella panjang lebar sembari mengusap perut Nindy.


"Kalau begitu, aku setuju kak. Aku juga ingin merasakan babymoon" Ucap Nindy sambil tersenyum.


Shella langsung menyambutnya dengan tepuk tangan, ia senang karena berhasil membujuk adik iparnya untuk babymoon bersama. Tanpa ingin membuang banyak waktu, Shella merangkul tangan Nindy lalu membawanya menemui Rafael dan Ronald yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Sayang" Shella bergelayut manja pada Ronald.


"Kita pergi babymoon lagi yuk" Rayu Shella.


"Hah! Babymoon lagi? Bukankah kita baru saja pulang sayang" Ronald terkejut mendengar permintaan Shella.


"Iya. Tapi baby girls kan pengen babymoon bareng dengan auntynya. Iyakan aunty!" Shella melirik Nindy seraya mengedipkan matanya.


Paham kode yang di berikan Shella, Nindy langsung mengangguk cepat seraya berucap:


"Iya, aku juga pengen babymoon sayang. Bolehkan?" Ucap Nindy pada suaminya.


Rafael menatap kakaknya yang langsung menggelengkan kepalanya sebagai tanda penolakan.


"Tentu saja sayang, apapun akan aku berikan untukmu" Sahut Rafael sembari mengecup pipi sang istri.


Ronald langsung mengutuki Rafael saat mendengar jawaban dari adiknya. Sementara Nindy dan Shella tertawa girang karena permintaan mereka di kabulkan.


"Kamu lihat sendirikan, mereka sangat kompak dalam segala hal. Tunggu saja dek, setelah ini akan ada permintaan- permintaan lainnya yang di luar nalar dan lu harus bersiap- siap untuk itu" Ucap Ronald sambil menepuk pundak sang adik.


Rafael tertawa mendengar ucapan Ronald, sepertinya sang kakak sudah kewalahan menghadapi permintaan kakak iparnya. Sesungguhnya Rafael juga tahu jika ibu hamil pasti memiliki banyak permintaan karena memang bawaan bayi yang di kandungnya dan Rafael sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan memenuhi semua permintaan Nindy serta membuat istrinya bahagia.


"Selamat pak Rafael, saya ikut senang mendengar kabar bahagia ini. Semoga Nindy dan calon bayinya sehat hingga melahirkan nanti" Ucap Haikal yang baru datang menghampiri Rafael dan Nindy.


"Selamat ya Nindy, semoga kehamilanmu lancar hingga melahirkan nanti" Sambung Yuri yang datang bersama Haikal.


"Terima kasih mas Haikal, terima kasih Yuri. Semoga kalian bisa segera menyusul ya" Jawab Nindy.


Sementara Rafael hanya tersenyum kecil, hatinya masih sulit menerima kehadiran Haikal disekitar istrinya.

__ADS_1


"Terima kasih" Sambungnya.


"Aku tidak percaya anda begitu lamban pak Rafael. Anda membutuhkan waktu selama delapan tahun untuk membuat istri anda hamil. Kalau aku jadi anda, aku pasti bisa membuat istriku hamil hanya dalam jangka waktu delapan minggu" Ejek Haikal yang langsung mendapat tatapan tajam dari Rafael.


"Maksud anda apa?" Tanya Rafael kesal.


"Sayang, tenanglah" Nindy mencoba untuk menenangkan Rafael yang tampak kesal.


"Aku tidak bisa tenang sayang. Dia baru saja menghinaku" Tunjuknya pada Haikal.


Sementara Haikal dan Yuri tersenyum melihat kekesalan Rafael.


"Sudahlah, mas Haikal hanya bercanda" Ucap Nindy.


"Benar Rafael, Haikal hanya bercanda" Sela tante Yuni yang ikut mendengar perdebatan antara Rafael dan Haikal.


"Aku tidak percaya kalian lebih membela pria ini dari pada aku" Rajuk Rafael pada istri dan ibu tirinya.


"Sepertinya Rafael lebih sensitif ya, padahal Nindy yang hamil tapi malah dia yang mood swing" Ucap Yuri.


"Itu karena bawaan bayi. Kalian harus tahu jika bukan hanya ibu hamil yang sensitif tapi sang suami juga akan merasakan hal yang sama bahkan ada suami yang ikut merasakan ngidam" Sela bu Linda.


"Jaga emosimu Rafa, jangan mudah tersulut emosi. Ingat, Nindy sedang membutuhkan dukunganmu" Nasehat bu Linda untuk putranya.


"Iya ma" Sahut Rafael yang sudah lebih tenang dari sebelumnya.


"Iya sayang, aku ngerti kok" Nindy membalas pelukan Rafael.


Bu Linda tersenyum, beliau senang melihat kebahagian sang putra bersama pujaan hatinya. Bu Linda tidak pernah menyangka jika ternyata Nindy memanglah jodoh yang telah Tuhan persiapkan untuk Rafael. Beliau sungguh menyesali perbuatannya dulu yang telah melangkahi takdir Tuhan. Andai saja beliau mampu mengendalikan emosi dan juga ambisinya saat itu mungkin Rafael tidak akan pernah merasakan kekecewaan selama bertahun- tahun semenjak kepergian Nindy.


Namun bu Linda patut bersyukur karena Tuhan telah menyatukan kembali cinta Rafael dan Nindy yang sempat terputus karena keegoisannya. Dan kini beliau berjanji akan menjaga dan melindungi rumah tangga Rafael dan Nindy agar terbebas dari perselisihan dan juga prahara. Bu Linda akan memastikan jika rumah tangga anak dan mantunya bahagia untuk selama- lamanya.


"Oh iya, berhubung semua orang sudah berkumpul di sini, kami ingin menyampaikan pengumuman penting" Yuri memecah keheningan.


"Aku dan mas Haikal sudah sepakat untuk menikah dan kami memutuskan menikah bulan depan" Ucap Yuri yang langsung disambut dengan anggukan dari Haikal.


"Benarkah sayang? Ah, mami ikut senang mendengarnya" Sahut tante Yuni penuh kegembiraan.


"Iya mam, Yuri harap mami mau merestui hubungan kami" Sambung Yuri.


"Tentu saja sayang, mami akan merestui hubungan kalian" Tante Yuni dan Yuri saling berpelukan.


"Mami akan minta Yuda untuk mengurus semuanya" Ucap tante Yuni lagi.


Sementara itu Yuda hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak, Yuda kesal karena dirinya harus bekerja ekstra selama satu bulan kedepan untuk mempersiapkan pernikahan sang adik sementara pernikahan dirinya sendiri belum terlihat hilalnya.

__ADS_1


"Kalian tidak ingin mengucapkan selamat untuk kami?" Tanya Haikal pada Rafael dan Nindy.


"Selamat ya mas Haikal, semoga rencana pernikahan kalian berjalan lancar" Ucap Nindy seraya mengulurkan tangannya.


"Terima kasih Nindy" Sahut Haikal yang ingin meraih uluran tangan Nindy namun Rafael malah menepis tangannya.


"Tidak perlu bersalaman" Sela Rafael.


Rafael meraih tangan Nindy dan menggenggamnya erat.


"Meskipun kamu akan menjadi bagian dari keluargaku, tapi jangan harap aku akan mengizinkanmu untuk mendekati istriku. Nindy adalah istriku dan aku tidak suka jika kamu dekat- dekat dengan istriku" Ucap Rafael tegas.


Haikal kembali tertawa mendengar ucapan Rafael, ia benar- benar tidak percaya jika Rafael bosa sebucin itu pada Nindy, bukan hanya bucin tapi Rafael juga sangat cemburuan pada istrinya itu. Melihat hal itu, tentu saja Haikal senang, ia sangat senang melihat Nindy hidup bahagia bersama laki- laki yang menjadi pilihan hatinya. Meskipun Nindy pernah membuatnya patah hati namun Haikal tetap senang karena ia tahu pasti jika Rafael pasti bisa memberikan kebahagian kepada mantan kekasihnya itu.


"Jangan dekat- dekat dengan pria itu ya sayang, aku tidak sanggup melihat kamu dekat- dekat dengan pria lain" Pinta Rafael pada istrinya.


Nindy tersenyum, ia merangkulkan kedua tangannya di leher sang suami seraya berucap:


"Kamu tidak perlu khawatir sayang, seluruh hatiku hanya milikmu. Sejak dulu hingga kini aku hanya mencintai satu pria dan pria itu adalah kamu".


"Aku mencintaimu dulu, kini dan hingga nanti. I love you, hubby" Ucap Nindy penuh cinta.


"I love you too, hunny" Balas Rafael.


Rafael mendekatkan wajahnya dan langsung mencium Nindy mesra, ia mencium sang istri dengan begitu mesra tanpa memperdulikan tatapan dari orang- orang yang berada di sekitar mereka. Dan aksi keduanya langsung mendapatkan siulan bibir dan tepuk tangan yang meriah dari semua orang.


Akhirnya malam itu keluarga Hutama dan keluarga Mahendra mendapatkan dua kabar bahagia sekaligus yaitu kabar kehamilan Nindy dan juga kabar rencana pernikahan Yuri dan Haikal. Mereka semua berharap agar semua rencana yang telah mereka susun dapat terlaksana sebagai mana mestinya dan berharap semoga Tuhan selalu melindungi keluarga mereka untuk selama- lamanya.


The end


♡♡♡♡


Yeah


Setelah perjuangan yang panjang, akhirnya author berhasil menyelesaikan novel ini.


Author tidak menyangka jika butuh kesabaran dan tekat yang kuat untuk menyelesaikan novel sang mantan ini.


Beberapa minggu kebelakang, author menghadapi banyak kendala dalam penulisan novel ini bahkan author sempat ingin menyerah dan tidak ingin melanjutkannya lagi tapi author ingat jika ada fans yang begitu menantikan up- nya sang mantan sehingga author berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan novel ini karena tidak ingin membuat kalian kecewa.


Author ingin mengucapkan terima kasih kepada teman- teman yang sudah setia mengikuti cerita ini. Author sadar jika author masih amatiran dan mungkin karya author masih jauh dari kata sempurna namun dukungan kalian membuat author lebih percaya diri untuk menciptakan sebuah karya.


Sekali lagi author ingin mengucapkan terima kasih atas dukungannya dan nantikan karya author Chayahuda selanjutnya.


Terima kasih dan sampai jumpai

__ADS_1


Love u all


♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎


__ADS_2