Sang Mantan

Sang Mantan
Permintaan Nanda


__ADS_3

Setelah Zaskia dan Nada pergi, Adnan pun segera menghampiri Putri kecilnya itu.


"Maaf sayang, Papa lama."


"Tidak apa-apa Pa, lagipula tadi Nanda ada yang nemenin jadi Nanda tidak sendiri," sahut Nanda bahagia.


"Siapa? tadi kan, Papa bilang apa? jangan sembarangan bicara dengan orang lain," seru Adnan pura-pura marah.


"Tidak Pa, Tante itu tidak jahat kok malah baik banget sama Nanda."


"Iyakah? kamu kenalan sama Tante tadi?"


"Iya, namanya Tante Kia, cantik loh Pa. Tapi perutnya besar, kata Tante Kia di dalam perutnya ada dedek bayinya."


Adnan mengusap kepala putrinya itu. "Nanda juga dulu seperti itu."


"Kenapa Mama ninggalin Nanda? apa Mama tidak sayang sama Nanda?" tanya Nanda dengan raut wajah sedihnya.


Adnan menggendong Nanda dan mendudukkan Nanda di pangkuannya.


"Nanda dengarkan Papa, Mama kamu ninggalin kamu itu karena sudah takdir Allah dan kita sebagai manusia tidak bisa menahannya. Jadi bukan karena Mama ninggalin Nanda," seru Adnan lembut.


"Nanda ingin punya Mama, Pa."


Seketika Adnan tersentak, untuk pertama kalinya Nanda meminta ingin seorang Mama.


"Nanda sayang, Nanda kan sudah punya Oma, ada Papa juga, terus ada Opa juga."


"Gak mau, pokoknya Nanda ingin punya Mama. Kalau bisa, Nanda ingin punya Mama yang seperti Tante Kia."


Lagi-lagi Adnan tersentak dengan permintaan putrinya itu, Adnan menciumi wajah Nanda dan tersenyum.


"Katanya Nanda mau ke time zone, ayo kita main!" ajak Adnan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Ayo Pa."


Setelah membayar makanannya, Adnan dan Nanda pun pergi ke time zone. Adnan membiarkan Nanda bermain sendiri dan dia hanya mengawasinya dari pinggir.


Adnan tersenyum kala melihat Nanda tertawa bahagia.


"Kamu do'akan Papa sayang, semoga Tante Kia mau kembali sama Papa," batin Adnan dengan senyumannya.


Sementara itu, Zaskia dan Nada memutuskan untuk pulang dan tidak membutuhkan waktu lama, mobil Nada pun sampai di depan rumah Zaskia.


"Kia, kayanya aku langsung pulang saja ya, soalnya sore ini aku ada janjian sama seseorang," seru Nada.


"Hah, siapa? kamu punya pacar kok gak bilang-bilang sama aku?" kesal Zaskia.


"Baru PDKT Kia, nanti kalau sudah resmi pacaran, aku kenalkan sama kamu."


"Benar ya, jangan bohong."


"Iya."


"Iya, sama-sama. Jangan lupa makan yang banyak, karena aku tidak mau ya, keponakan aku sampai kenapa-napa karena Bundanya nakal."


"Iya Nadaku sayang, kalau begitu aku masuk dulu ya."


Lalu Zaskia keluar dari dalam mobil Nada, dan segera masuk ke dalam rumahnya.


Malam pun tiba...


"Bunda, tadi siang Kia bertemu dengan anak kecil namanya Nanda, dia lucu banget tapi wajahnya seperti gak asing buat Kia, seperti mirip siapa gitu."


"Mirip siapa memang?"


"Entahlah, perasaan Kia pernah melihat wajah itu tapi Kia lupa."

__ADS_1


"Ya sudah, ini sudah malam sana tidur gak baik orang hamil bergadang."


"Baiklah, Kia tidur dulu ya Bunda."


Kia pun masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


***


Keesokan harinya....


"Pa, tadi malam Nanda mimpi Tante Kia," celoteh Nanda.


"Tante Kia?" seru Mami Yanti dengan menatap Adnan.


"Kemarin di saat kita jalan-jalan ke Mall, Nanda bertemu dengan Kia, Mi."


"Iyakah, terus Kia tahu Nanda anak kamu?"


"Tidak Mi, saat itu Adnan sedang ke toilet tapi di saat Adnan kembali ternyata Nanda sedang ngobrol bersama Nanda. Adnan tidak berani mendekatinya karena Adnan takut Kia membenci Nanda."


Mami Yanti menghela napasnya dengan berat, sungguh dosa mereka sangat besar kepada Zaskia dan penyesalan itu selalu ada dalam hati mereka.


"Nan, Mami ingin kamu kembali bersama Kia karena Mami tahu cinta kamu itu masih untuk Kia. Mami merasa berdosa sudah memisahkan kalian berdua," seru Mami Yanti sedih.


"Mami tidak pernah memisahkan Adnan dan Kia, tapi Adnannya saja yang sudah bodoh mengkhianati wanita sebaik Kia. Tapi Adnan janji akan berusaha mengambil hati Kia lagi, apalagi sekarang dia sedang mengandung dan suaminya meninggal. Adnan semakin ingin mendapatkan Kia lagi," seru Adnan.


"Mami do'akan semoga Kia mau menerima kamu dan membuka lagi hatinya untuk kamu."


"Amin."


"Nanda, hari ini ikut Papa ke kantor ya, soalnya Nenek sedang gak enak badan, kasihan," seru Adnan.


"Iya, Pa."

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Adnan pun membawa Nanda ikut dengannya ke kantor. Selama dalam perjalanan, Nanda tidak henti-hentinya mengutarakan keinginannya kalau dia ingin mempunyai Mama seperti Kia membuat Adnan semakin pusing dibuatnya.


"Semoga saja, Kia mau memaafkan Papa Nak, jadi Papa bisa menebus semua kesalahan Papa kepadanya," batin Adnan.


__ADS_2