
Selang beberapa saat kemudian, tiba- tiba saja perasaan Rafael mulai tidak tenang, ia kembali memikirkan Nindy yang sudah pamit pulang kerumah ibunya tiga puluh menit yang lalu. Entah mengapa Rafael merasa sesuatu yang aneh, tiba- tiba saja ia merasa cemas dan begitu mengkhawatirkan sang istri saat ini. Rafael melirik ponselnya sekilas dan berniat untuk menghubungi sang istri, tapi kali ini ia kalah cepat karena ternyata ponsel Ardi yang berdering lebih dulu.
Perasaan Rafael menjadi semakin tidak menentu pada saat mendengar dering ponsel Ardi, untuk sesaat Ardi terdiam lalu melihat Rafael yang juga sedang melihatnya. Ardi seolah meminta izin dari pimpinannya untuk menjawab panggilan itu dan setelah mendapat anggukan dari Rafael, Ardi langsung menjawab panggilan ponselnya dan ia terlihat berbicara serius dengan seseorang. Samar- samar, Rafael dapat mendengarkan jika Ardi memberikan sebuah perintah pada orang yang berada di seberang sana.
"Ada apa?" Tanya Rafael saat Ardi selesai menutup paanggilan ponselnya.
Ardi terdiam, ia bingung harus bagaimana menyampaikan pesan itu kepada bosnya, karena berita yang akan di sampaikannya merupakan berita yang tidak baik.
"Ada apa Ardi? Kenapa kamu jadi gugup seperti itu?" Tanya Rafael lagi.
Ardi menarik nafas dalam- dalam dan dengan sedikit terbata, Ardi menjawab :
"Ma maaf pak Rafael. Bu bu Nindy -----!"
"Kenapa dengan Nindy?" Tanya Rafael cemas.
"Ada apa dengan istriku?".
"Bu Nindy. Bu Nindy menghilang" Ucap Ardi.
"Apa?" Seketika Rafael langsung berdiri dan menatap Ardi dengan tajam.
"Apa maksudmu dengan mengatakan Nindy menghilang?".
"Para pengawal mengatakan jika mereka kehilangan bu Nindy, pak dan mereka juga tidak tahu dimana bu Nindy berada saat ini" Jelas Ardi.
"Tidak mungkin. Bagaimana itu bisa terjadi? Aku membayar mereka untuk menjaga istriku, tapi bagaimana mungkin mereka bisa mengatakan jika istriku menghilang" Sentak Rafael mulai emosi.
"Saya tidak tahu pasti bagaimana kronologisnya pak, tapi mereka mengatakan jika bu Nindy menghilang pada saat pergi ke toilet di sebuah mini market" Ucap Ardi.
"Jadi maksudmu, Nindy menghilang di mini market itu?" Tanya Rafael.
"Para pengawal mengatakannya seperti itu pak" Sahut Ardi.
"Tidak. Katakan jika itu tidak benar, Ardi. Katakan jika mereka hanya bodoh dan lengah".
Rafael menyugar rambutnya dengan kesal.
__ADS_1
"Apa itu masuk akal, bagaimana mungkin mereka bisa kehilangan Nindy di sebuah mini market, Ardi".
"Mini market, itu hanya sebuah ruko kecil. Bahkan anak kecilpun tidak akan tersesat di mini market seperti itu. Tapi bagaimana bisa Nindy menghilang di ruko sekecil itu, hah!".
Ardi menunduk, ia tidak sanggup menatap mata Rafael yang mulai tersulut emosi.
"Aku tidak mau tahu, cari istriku sampai ketemu. Lakukan apapun dan temukan istriku sekarang juga".
"Ba baik pak, saya sudah memberi perintah agar mereka mencari bu Nindy di seluruh mini market itu dan juga daerah di sekitarnya" Ucap Ardi.
"Ingat, aku tidak mau mendengar kata gagal, Ardi. Jika kamu gagal, maka kamu akan tahu sendiri akibatnya" Ancam Rafael sembari menunjuk tepat di depan mata Ardi.
Ardi mengangguk lalu langsung keluar dari ruang meeting itu dan segera memberikan perintah untuk mencari Nindy di seluruh daerah di sekitar mini market itu.
Sementara itu Rafael meraih ponselnya berusaha untuk menghubungi sang istri namun sayangnya panggilannya tidak dapat tersambung karena ponsel Nindy mati. Rafael tidak menyerah, ia masih terus mencoba untuk menghubungi Nindy sampai beberapa kali tapi hasilnya tetap sama hingga membuat Rafael murka. Dengan jiwa yang sudah tersulut emosi, membuat Rafael gelap mata dan tanpa sadar membanting ponselnya kelantai hingga ponsel tersebut hancur berantakan.
"Shitt!" Umpat dengan kesal saat melihat ponselnya yang sudah tidak berbentuk.
"Kamu di mana sayang! Bagaimana bisa kamu menghilang tanpa jejak. Sebenarnya apa yang terjadi?".
Rafael tertunduk di sofa sambil memijit keningnya yang terasa nyeri. Andai saja Rafael tahu jika semua ini akan terjadi, sudah pasti ia tidak akan mengizinkan Nindy untuk pulang sendirian kerumah ibunya. Ia pasti akan tetap menahan sang istri agar terus berada di sisinya hingga meetingnya selesai.
Rafael mencoba menebak- nebak apakah kejadian ini ada sangkut pautnya status Nindy yang merupakan istrinya dan sekaligus pemilik LJ grup? Mungkinkah jika semua ini adalah ulah dari musuh- musuh yang sudah sejak lama mengintai Nindy?
Seketika Rafael kembali panik, ia takut jika musuh- musuhnya berbuat nekat dan tidak segan- segan untuk menyakiti Nindy.
"Tidak. Aku tidak boleh berpikir yang tidak- tidak. Aku harus yakin jika Ardi dan para pengawal bisa menemukan istriku dengan selamat" Gumam Rafael.
Pintu ruangan terbuka dan Ardi terlihat muncul dari balik pintu itu.
"Bagaimana, Ardi? Apakah kamu sudah mendapatkan kabar tentang istriku?" Tanya Rafael penuh harap.
Rafael bangkit dan menghampiri Ardi.
"Dimana Nindy? Di mana istriku? Kamu sudah menemukannyakan? Dimana dia?" Rafael menghujani Ardi dengan beberapa pertanyaan.
Ardi menunduk, ia merasa sesal karena usahanya belum menunjukkan hasil.
__ADS_1
"Maaf pak Rafael, hingga saat ini anak buah kita belum bisa menemukan jejak bu Nindy" Ucap Ardi penuh sesal.
"Apa!" Rafael menatap Ardi tajam.
"Kamu ingin melaporkan jika kamu gagal menemukan istriku?".
Plak
Sebuah tinju mengenai perut Ardi hingga tubuhnya mundur beberapa langkah.
"Sssss!" Ardi mendesis pelan.
Rafael kembali mendekati Ardi dan tanpa di duga ia langsung menarik kerah baju sang asisten, menariknya kuat dan menatapnya tajam seraya berucap :
"Kamu tahukan jika Nindy adalah nafasku, dan aku tidak bisa hidup jika tanpa adanya nafasku di sisiku".
"Jadi, aku minta padamu Ardi. Temukan istriku sekarang juga jika kamu tidak mau kehilangan nafasmu juga".
Rafael menghempaskan Ardi hingga membuatnya mundur beberapa langkah.
"Kerahkan semua anak buahmu, suruh mereka menyebar di seluruh kota. Periksa di setiap sudut kota dan jangan ada yang terlewatkan. Pastikan kalian menemukan istriku sebelum matahari terbenam".
Ardi memganggukkan kepalanya
"Baik pak" Sahut Ardi lantang.
Ardi kembali pamit, ia bergegas keluar dan ingin segera memberikan perintah baru untuk para anak buahnya. Kali ini Ardi bertekat akan menemukan Nindy dan membawanya kembali ke dalam pelukan sang pimpinan dalam keadaan sehat walafiat.
Rafael menatap kepergian Ardi dengan tatapan penuh harap, ia berharap agar sang asisten mampu untuk menjalankan perintahnya dan berhasil menemukan Nindy serta membawanya kembali dengan selamat kedalam dekapannya.
☆
Hai gaes
Sorry ya author telat up
Beberapa hari ini author sedang punya banyak kegiatan sehingga sulit mengatur waktu untuk menulis novel. Tapi kalian tidak perlu khawatir karena mulai hari ini, author akan kembali up setiap hari.
__ADS_1
Dan satu lagi, author mau mengumumkan kalau novel 'Sang Mantan' akan segera author tamatkan. Mungkin dalam hitungan beberapa eps lagi novel ini akan tamat dan author harap kalian tetap setia hingga novel ini berakhir ya dan nantikan novel selanjutnya.
Terima kasih