Sang Mantan

Sang Mantan
END


__ADS_3

1 Minggu kemudian, Adnan sangat sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai dia lupa kalau Zaskia sudah selesai masa nifasnya.


Saat ini Zaskia dan Adnan sudah tinggal di rumah yang dibeli oleh Adnan, bahkan Adnan sudah mempekerjakan pembantu dan juga baby sitter untuk menjaga Arki dan juga Nanda.


Malam ini Adnan baru saja pulang dari kantor, wajahnya terlihat lusuh saking kelelahannya apalagi saat ini dia lembur karena sedang banyak pekerjaan.


"Apa kamu lelah, sayang," tanya Zaskia.


"Iya, lelah sangat."


Adnan sama sekali tidak melihat ke arah Zaskia, dia masuk ke dalam kamarnya setelah sebelumnya melihat Nanda dan Arki dulu.


"Ini handuknya, sekarang kamu mandi dulu habis itu makan," seru Zaskia.


"Baiklah, sayang."


Zaskia berjalan untuk mengambilkan baju ganti untuk Adnan, dan Adnan yang baru melihat Zaskia seketika membelalakkan matanya, rasa lelah yang tadi dia rasakan menghilang begitu saja kala melihat penampilan Zaskia yang begitu sangat seksi.


"Astaga, kenapa aku tidak sadar kalau istriku memakai baju seksi," gumam Adnan.


Zaskia menungging karena harus mengambil celana Adnan, dan otomatis daerah sensitif Zaskia terpampang nyata di hadapan Adnan membuat Adnan dengan susah payah menelan salivanya.


"Ah, sial. Sayang, kenapa kamu memakai pakaian seksi seperti itu? kamu sengaja ya ingin menyiksaku?" kesal Adnan.

__ADS_1


Zaskia menyimpan baju ganti buat Adnan di atas ranjang kemudian menghampiri Adnan yang sedang cemberut itu.


"Memangnya kenapa kalau aku pakai baju seksi?"


"Itu akan menyiksaku sayang, aku tidak bisa menahannya kalau melihat kamu berpenampilan seperti ini."


"Ya, kalau tidak bisa menahannya tinggal lakukan saja apa yang kamu mau," sahut Zaskia dengan santainya.


"Tapi kan, kamu masih----"


Ucapan Adnan terhenti, dia mengingat-ingat kapan dia harus buka puasa dan setelah sadar, betapa terkejut Adnan.


"Astaga, sudah lewat 4 hari," seru Adnan dengan reaksi kagetnya.


"Hai, mandi dulu sana," seru Zaskia.


"Gak mau, aku sudah tidak kuat lagi."


"Astaga Adnan."


Adnan mematikan lampu kamar, dan tidak ada lagi suara dari keduanya. Akhirnya Adnan dan Zaskia melakukan kewajiban mereka sebagai sepasang suami istri.


Adnan akhirnya bisa memiliki Zaskia seutuhnya, wanita yang dari dulu sangat dia cintai. Adnan harus kehilangan Zaskia hanya gara-gara kebodohan Adnan yang mudah sekali tergoda oleh bujuk rayu Julia.

__ADS_1


Zaskia meraba-raba lampu meja dan menyalakannya, Zaskia mengambil jam Beker dan melihat jam berapa itu.


"Ya ampun, sudah pukul setengah satu," gumam Zaskia.


Zaskia tampak kelelahan, dia melihat ke arah Adnan yang baru saja mau menghentikan kegiatan panasnya.


"Sudah lewat tengah malam, aku ngantuk jadi sudah ya, jangan lakukan lagi," seru Zaskia dengan suara lelahnya.


Adnan tersenyum dan mengelus kepala Zaskia kemudian mencium keningnya.


"Iya, maafkan aku sudah membuat kamu kelelahan. Sekarang kita tidur," seru Adnan.


Zaskia sudah tidak bisa menjawab apa-apa lagi, dia sudah sangat kelelahan dan tanpa sadar Zaskia sudah terlelap.


Adnan menarik tubuh Zaskia ke dalam dekapannya.


"Selamat tidur sayang, maaf sudah membuatmu kelelahan. Aku sangat bahagia, akhirnya kamu menjadi milikku seutuhnya," gumam Adnan.


Perlahan mata Adnan pun mulai sayu, dan tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Adnan pun terlelap dan pergi ke alam mimpinya yang sangat indah itu.


_END_


"JODOH, MAUT, REZEKI, SEMUANYA ALLAH YANG TENTUKAN. BEGITU PULA DENGAN JODOH, SEKUAT APA PUN KITA MENGEJAR SESEORANG KALAU ORANG ITU DITAKDIRKAN BUKAN JODOH KITA, MAKA SAMPAI KAPAN PUN ORANG ITU TIDAK AKAN MENJADI JODOH KITA. BEGITU PUN SEBALIKNYA, SEKUAT APA PUN KITA MENJAUHI SESEORANG JIKA ORANG ITU SUDAH DITAKDIRKAN MENJADI JODOH KITA MAKA ORANG ITU AKAN MENDEKAT DENGAN SENDIRINYA TANPA BISA DIHALANGI OLEH APA PUN DAN SIAPA PUN."

__ADS_1


__ADS_2