
Beberapa bulan pun berlalu, saat ini usia kandungan Zaskia sudah menginjak 9 bulan dan semenjak pertemuannya dengan Nanda dan Adnan waktu itu, Zaskia tidak pernah lagi bertemu dengan mereka.
Zaskia saat ini sedang menunggu detik-detik melahirkan yang diperkirakan sebentar lagi. Sementara itu di rumah Adnan, Mami Yanti dan Adnan sangat khawatir dengan keadaan Nanda yang sudah satu Minggu ini sakit.
"Adnan, sebaiknya kamu temui Kia dan meminta kepada dia untuk menemui Nanda sebentar saja," seru Mami Yanti.
"Tapi Mi, Adnan yakin kalau Kia tidak akan mau datang ke sini."
Memang semenjak pertemuan Nanda dan Kia di kantor waktu itu, Nanda semakin sering ingin bertemu dengan Zaskia tapi Adnan berusaha untuk menghiburnya.
Hingga akhirnya Nanda selalu mengigau dan memanggil nama Zaskia dan sekarang Nanda sudah satu Minggu sakit dan dia terus saja memanggil nama Zaskia.
"Ayolah Adnan, kamu coba dulu kali aja Zaskia akan luluh. Setidaknya demi Nanda saja," seru Mami Yanti.
Setelah berpikir lama, akhirnya Adnan pun memutuskan untuk menemui Zaskia.
"Baiklah, sekarang Adnan ke rumah Kia dan mencoba bicara kepada Kia."
Adnan pun segera mengambil kunci mobilnya dan pergi ke rumah Kia, dan tidak membutuhkan waktu lama mobil Adnan pun sampai di depan rumah Zaskia. Perlahan Adnan keluar dari dalam mobilnya dan berjalan dengan ragu-ragu.
Tok..tok..tok..
Bunda Anin segera membukakan pintu rumahnya.
"Adnan."
"Assalamualaikum, Bunda."
"Waalaikumsalam, kamu kenapa Nak? wajah kamu kelihatan pucat seperti itu, apa kamu sakit?"
"Tidak Bunda, Adnan ke sini hanya ingin bertemu dengan Kia. Apa Kia ada di dalam?"
"Ada, mari silakan masuk."
Adnan pun mengikuti langkah Bunda Anin, Zaskia tampak kaget saat ada Adnan di situ.
"Ngapain kamu ke sini?" kesal Zaskia.
"Kia, aku datang ke sini karena ingin meminta kamu untuk ikut denganku ke rumah. Semenjak pertemuan terakhir kita di kantor, Nanda selalu merengek ingin bertemu denganmu dan sekarang sudah satu Minggu Nanda sakit dan selalu mengigau nama kamu, jadi maukah kamu menemui Nanda sebentar saja," mohon Adnan.
__ADS_1
Zaskia merasa kaget dengan ucapan Adnan, dia juga merasa khawatir dengan keadaan Nanda tapi ego Zaskia terlalu tinggi.
"Tidak bisa, jadi lebih baik sekarang kamu pergi saja," seru Zaskia.
Tanpa di duga Adnan bertekuk lutut di hadapan Zaskia membuat Bunda Anin dan Zaskia terkejut.
"Berdiri Adnan, jangan seperti ini," seru Zaskia.
"Tidak, aku tidak akan berdiri dan pergi dari sini sebelum kamu mau ikut denganku untuk bertemu dengan Nanda. Aku tahu kamu sangat membenci aku dan juga Julia, tapi aku mohon jangan benci Nanda karena dia tidak tahu apa-apa. Dia hanya seorang anak kecil yang lahir dengan kesalahan, tapi aku sangat menyayanginya bahkan aku rela mengorbankan kebahagiaanku demi Nanda jadi aku mohon, temui Nanda sekali ini saja," seru Adnan dengan suara yang bergetar.
Air mata Adnan menetes dan lagi-lagi membuat Zaskia terkejut.
"Kesalahan aku dulu memang tidak bisa dimaafkan, dan aku janji setelah kamu menemui Nanda aku akan pergi jauh dari kehidupan kamu supaya Nanda juga tidak mengganggu kamu lagi."
Bunda Anin merasakan sakit melihat Adnan seperti itu, Bunda Anin menghampiri Zaskia dan mengusap punggung anaknya itu dengan lembut.
"Ikutlah dengan Adnan dan temui anak itu, kasihan. Kamu adalah anak yang baik dan ini bukanlah sifat kamu, Bunda tidak mau kamu menjadi orang jahat karena kejadian di masa lalu," seru Bunda Anin.
Mata Zaskia sudah berkaca-kaca dan Bunda Anin tahu apa yang saat ini sedang dirasakan anaknya itu.
"Pergilah."
Zaskia akhirnya menganggukkan kepalanya, dan itu membuat Adnan merasa sangat bahagia. Tanpa menunggu lagi, Adnan pun mengajak Zaskia untuk datang ke rumahnya.
"Aku janji, setelah ini aku akan pergi jauh dari sini supaya kamu tidak merasa terbebani," seru Adnan.
Zaskia hanya diam saja, entah kenapa hati Zaskia merasa ngilu saat mendengar ucapan Adnan. Sebenarnya dalam lubuk hati Zaskia yang paling dalam, masih ada Adnan yang mengisi hatinya.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di rumah Adnan. Zaskia tampak celingukan, rumah itu masih sama dengan dulu dan tidak ada yang berubah sama sekali.
"Ayo, masuk," ajak Adnan.
Adnan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan Zaskia mengikutinya dari belakang. Mereka berdua segera menuju kamar Nanda.
Ceklek...
"Kia," seru Mama Yanti.
Zaskia menatap Nanda yang sedang terbaring di atas ranjang dengan mata yang terpejam.
__ADS_1
"Tante Kia, Tante Kia."
Nanda kembali mengigau menyebut nama Zaskia membuat Zaskia merasa kasihan, perlahan Zaskia melangkahkan kakinya menghampiri Nanda dan duduk di samping Nanda.
"Nanda sayang," seru Zaskia dengan mengusap kepala Nanda.
Nanda membuka matanya dan tersenyum, lalu Nanda bangun dan langsung memeluk Zaskia.
"Tante Kia."
"Kamu kenapa, sayang?"
"Nanda rindu sama Tante Kia, Nanda ingin Tante menjadi Mama Nanda."
Zaskia kaget begitu pun dengan Mama Yanti dan juga Adnan yang tidak menyangka kalau Nanda akan bicara seperti itu.
"Nanda sudah makan?" tanya Zaskia mengalihkan pembicaraan.
"Belum."
"Ya sudah, Tante suapin kamu ya."
Nanda menganggukkan kepala dengan antusias, Zaskia pun mengambil piring yang berisi nasi itu lalu mulai menyuapi Nanda. Nanda makan begitu sangat lahap, membuat Mama Yanti meneteskan airmatanya dan memilih pergi dari kamar Nanda.
"Pintar sekali nasinya habis, sekarang minum obat ya biar kamu cepat sembuh."
"Iya, Tante."
Zaskia mengambil obat dan memberikannya kepada Nanda.
"Sekarang Nanda tidur dan istirahat, nanti setelah bangun tidur, Tante jamin kalau Nanda akan sembuh."
"Tapi Tante jangan pergi, temani Nanda di sini."
"Iya, Tante akan di sini sampai kamu tidur."
Nanda merebahkan tubuhnya dan Zaskia mengusap kepala Nanda dengan penuh kasih sayang, Adnan menyunggingkan senyumannya melihat pemandangan seperti itu.
"Ini adalah hari terakhir aku bisa melihat kamu Kia, seperti janjiku kalau kamu mau menemui Nanda, aku akan pergi jauh dari kehidupan kamu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, rasa cintaku padamu tidak pernah hilang sedikit pun dan sampai kapan pun rasa cinta itu akan selalu ada untukmu," seru Adnan.
__ADS_1
Deg...
Zaskia terdiam, perasaannya saat ini campur aduk tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.