
Hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandungan Zaskia, dia berangkat sendiri ke rumah sakit karena Bundanya sedang sibuk.
Setelah memeriksakan kandungannya, Zaskia memutuskan untuk jalan-jalan terlebih dahulu kebetulan di dekat rumah sakit itu ada sebuah taman.
Zaskia melihat gedung-gedung menjulang tinggi di setiap pinggiran jalan.
"Aku rindu sekali bekerja," gumam Zaskia dengan senyumannya.
Zaskia melihat kursi taman kosong, dia memutuskan untuk duduk sebentar di sana. Zaskia mengusap perutnya yang sudah semakin membuncit. "Sayang, nanti kalau kamu sudah lahir, Mama mau kerja lagi ya, supaya Mama punya uang untuk membiayai kamu," seru Zaskia.
Mama Arya memang tidak pernah absen setiap bulan memberikan biaya untuk Zaskia tapi Zaskia tidak pernah memakainya, dia menabungnya untuk biaya anaknya kelak.
"Mas, sebentar lagi aku akan melahirkan anak kita, kenapa kamu pergi begitu sangat cepat? aku sangat merindukanmu, Mas," gumam Zaskia.
Tidak terasa Zaskia meneteskan airmatanya, tapi dengan cepat segera menghapusnya hingga tiba-tiba Zaskia dikejutkan dengan suara anak kecil.
"Tante Kia!"
Zaskia menoleh dan wajah Zaskia berubah menjadi bahagia.
"Nanda, sedang apa kamu di sini, sayang?" tanya Kia dengan mengusap kepala Nanda lembut.
"Nanda bosan main di kantor Papa, jadi Nanda keluar untuk membeli es krim," sahut Nanda.
"Ya Allah Nanda, kamu jangan begitu nanti Papa kamu nyariin kamu."
"Tapi Nanda bosan Tante, Papa sedang rapat jadi Nanda pergi saja keluar ingin membeli es krim," sahut Nanda dengan cemberut.
"Ya sudah, sekarang Tante antar kamu beli es krim tapi setelah itu Tante antarkan kamu ke kantor Papa kamu ya, biar Papa kamu tidak khawatir."
"Siap, Tante."
__ADS_1
Zaskia menggandeng tangan mungil Nanda, Nanda begitu sangat bahagia dia melompat-lompat kecil sembari bernyanyi riang membuat Zaskia terkekeh melihat tingkah lucu Nanda.
Zaskia pun membawa Nanda masuk ke sebuah mini market. Sementara itu di kantor, Adnan tampak marah besar karena dari banyak karyawannya tidak ada satu pun yang tahu Nanda pergi ke mana.
"Memangnya kalian sesibuk apa, sampai-sampai anak saya lewat pun kalian tidak tahu!" bentak Adnan.
Semua karyawan menundukkan kepalanya karena merasa sangat takut akan amukan Adnan, Adnan memarahi semua karyawannya yang berada di lobi kantornya.
"Kalau sampai terjadi kenapa-napa kepada anak saya, saya akan pecat kalian semua!" bentak Adnan kembali.
Raut wajah Adnan begitu sangat khawatir, dia sudah menyuruh semua orang untuk mencari keberadaan Nanda.
"Ya Allah, kamu ke mana, Nanda?" gumam Adnan frustasi.
"Nanda, sekarang es krimnya sudah dapat kan, jadi sekarang Tante antarkan kamu ke kantor Papa kamu, ya."
"Iya, Tante."
"Apa ini kantor Papa kamu?"
"Iya, Tante."
Zaskia kembali menggandeng tangan Nanda, terlihat semua karyawan terlihat kebingungan.
"Papa!"
Adnan yang sedang frustasi langsung membalikan tubuhnya saat mendengar teriakan anak kesayangannya itu.
Nanda langsung berlari dan memeluk Adnan. "Ya Allah, kamu dari mana saja sayang? Papa sangat khawatir."
"Tadi Nanda bosan dan Nanda ingin membeli es krim, jadi Nanda keluar untuk membeli es krim. Untung ada Tante Kia yang mengantarkan Nanda," sahut Nanda.
__ADS_1
Adnan langsung mendongakkan kepalanya melihat Kia, dia baru sadar kalau Nanda diantar oleh Zaskia. Sedangkan Zaskia terdiam mematung, dia tidak menyangka kalau Nanda ternyata anaknya Adnan.
"Kia."
Zaskia memundurkan langkahnya, dengan cepat Zaskia membalikan tubuhnya dan berjalan cepat keluar dan Adnan segera menyusul Zaskia.
"Tunggu, Kia."
Adnan menahan lengan Zaskia tapi Zaskia menghempaskan tangan Adnan.
"Pantas saja aku merasa kalau wajah Nanda mirip siapa, ternyata aku baru sadar kalau wajah Nanda mirip sekali dengan Julia. Ternyata Nanda anak kamu?"
"Iya, Nanda anak aku," sahut Adnan.
Zaskia pun membalikan tubuhnya dan hendak pergi dari sana tapi lagi-lagi Adnan menahan Zaskia.
"Biar aku antar kamu pulang."
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri."
Zaskia segera menghentikan taksi, Zaskia dengan cepat masuk ke dalam taksi itu.
"Jalan, Pak."
"Baik, Mba."
Taksi itu pun mulai meninggalkan kantor Adnan, dan Adnan hanya bisa melihat kepergian Zaskia dengan tatapan sedihnya.
"Bodoh, aku benar-benar bodoh, kenapa aku sampai lupa kalau wajah Nanda itu mirip sekali dengan Julia," batin Zaskia.
Tiba-tiba airmata Zaskia kembali menetes, entah kenapa hatinya kembali merasa sakit saat ingat kejadian dulu.
__ADS_1