Sang Mantan

Sang Mantan
Ungkapan Perasaan


__ADS_3

Zaskia masih terdiam mematung, dia tidak percaya dengan semua ini.


"Ayo duduk, memangnya kamu tidak pegal berdiri terus seperti itu," seru Adnan dengan menggeser kursi untuk Zaskia.


Perlahan Zaskia duduk dan dia masih tidak bisa berkata apa-apa.


"Apa maksud dari semua ini?" tanya Zaskia.


"Nanti aku jelaskan semuanya, sekarang lebih baik kita makan dulu."


Di atas meja itu memang sudah tersaji berbagai macam makanan, Adnan langsung melahap makanannya dengan santai sedangkan Zaskia terlihat sekali canggung dan serba salah.


"Malam ini kamu cantik banget, bahkan setelah melahirkan kamu semakin cantik," goda Adnan.


Uhuk..uhuk..


Zaskia tersedak, dan Adnan dengan cepat memberikan minuman kepada Zaskia.


"Makannya pelan-pelan."


Wajah Zaskia memerah, tidak bisa dipungkiri kalau saat ini Zaskia begitu sangat malu bahkan untuk bicara pun rasanya sangat sulit.

__ADS_1


Selama makan, Zaskia tidak bicara apa pun berbeda dengan Adnan yang terus saja mencuri-curi pandang kepada Zaskia. Beberapa saat kemudian, mereka pun selesai makan dan Adnan meminta pelayan untuk membereskan terlebih dahulu bekas makanan mereka.


"Apakabar, Kia."


"Baik."


"Bagaimana kondisi anak kamu?"


"Dia baik-baik saja."


Zaskia tidak berani menatap Adnan, entah apa yang sedang dirasakan oleh Zaskia yang jelas saat ini Zaskia sangat malu kalau harus menatap Adnan.


"Oh, jadi kamu menginginkan aku pergi?"


Zaskia terdiam, dia benar-benar merutuki dirinya sendiri bukannya dia sangat bahagia kalau Adnan di sini tapi kenapa justru pertanyaan konyol itu yang keluar.


"Satu bulan yang lalu aku memang memutuskan untuk pergi sesuai dengan janji aku, tapi tiba-tiba Bunda menghubungiku dan bilang kalau aku jangan pergi karena sebenarnya kamu masih ada rasa kepadaku. Tapi ternyata, ucapan Bunda salah dan kamu masih menginginkan aku pergi. Baiklah kalau memang itu mau kamu, aku tidak akan memaksa lagi. Sudah malam, apa kamu mau pulang? biar aku antar kamu pulang."


Ada perasaan kecewa di hati Adnan, ternyata Zaskia masih membencinya. Adnan bangkit dari duduknya dan hendak pergi.


"Aku memang menginginkan kamu pergi Adnan, tapi sayangnya hati aku tidak berkata seperti itu," seru Zaskia yang masih terduduk.

__ADS_1


Adnan terdiam dan menatap Zaskia dengan tatapan tidak percaya, Zaskia bangkit dan memberanikan diri untuk menatap mata Adnan.


"Kamu tahu, aku ingin sekali membenci kamu tapi aku tidak bisa. Aku sudah berusaha untuk melupakanmu, tapi kenapa kamu masih berada dalam pikiranku, cepat katakan kenapa kamu begitu sulit aku lupakan, Adnan!" teriak Zaskia dengan deraian airmata.


Adnan tersentak, dia tidak menyangka kalau Zaskia masih mencintainya. Perlahan Adnan menghampiri Zaskia dan mengusap airmata yang mengalir di pipinya itu.


"Dari dulu sampai sekarang aku sangat mencintaimu Kia, dan cintaku tidak pernah luntur sedikit pun. Dulu aku memang sudah bersalah karena sudah menyakiti hati kamu, dan itu seakan menjadi penyakit yang mematikan untukku. Setiap hari rasa bersalah selalu menghantuiku, aku tidak nyaman hidup dan melakukan aktivitasku selama ini. Aku ingin kita kembali bersama Kia, melanjutkan kisah cinta kita yang sempat tertunda."


Airmata Zaskia semakin deras keluar membuat Adnan tidak tega dan menarik Zaskia ke dalam pelukannya.


"Jangan menangis lagi Kia, aku paling tidak suka melihatmu menangis dan sialnya dulu aku sendiri yang sudah membuatmu menangis."


Tangisan Zaskia semakin menjadi-jadi membuat Adnan kembali mengeratkan pelukannya. Cukup lama mereka berpelukkan, hingga setelah dirasa Zaskia tenang, Adnan pun melepaskan pelukannya dan menghapus airmata Zaskia.


"Maukah kamu kembali bersamaku? kita bina rumah tangga kita yang bahagia dan kita besarkan anak-anak bersama," seru Adnan.


Zaskia tersenyum dan menganggukkan kepalanya, sehingga Adnan merasa sangat bahagia. Adnan kembali memeluk Zaskia bahkan saat ini mata Adnan sudah berkaca-kaca.


"Terima kasih Kia, aku janji akan membahagiakan kamu dan anak-anak kita dan kita akan hidup bahagia sampai maut memisahkan," seru Adnan.


Zaskia menganggukkan kepalanya, dia mengeratkan pelukannya kepada Adnan dan Adnan sangat bahagia akhirnya hal yang selama ini dia tunggu-tunggu berbuah manis.

__ADS_1


__ADS_2