
Selama bekerja Adnan tidak fokus sama sekali, dia terus saja kepikiran tentang Zaskia.
"Sepertinya aku harus menemui Kia Dan menjelaskan semuanya kepada Kia apa yang sebenarnya sudah terjadi," gumam Adnan.
Adnan pun segera merapikan meja kerjanya dan dengan cepat pergi dari kantor menuju rumah Zaskia.
Sore ini Zaskia sedang duduk termenung di teras rumahnya, Zaskia tidak menyangka kalau dia akan bertemu lagi dengan pria yang sudah membuat luka di hatinya dan sekarang kenyataan yang sebenarnya, dia sudah menambah luka yang sangat dalam.
Tidak lama kemudian, mobil Adnan pun sampai di depan rumah Zaskia. Saking asyiknya melamun, Zaskia sampai tidak ada sadar kalau mobil Adnan sudah ada di depan rumahnya.
Adnan memperhatikan Zaskia. "Semoga kamu mau memaafkan aku, Kia. Sampai sekarang rasa cinta aku hanyalah untukmu, tapi kali ini aku tidak berharap lebih hanya berharap kamu mau memaafkan aku dan itu sudah cukup untukku," batin Adnan.
Adnan pun keluar dari dalam mobilnya dan perlahan masuk ke halaman rumah Zaskia.
"Assalamualaikum."
Zaskia tersentak, dan dia menatap tajam ke arah Adnan.
"Mau ngapain kamu ke sini?" seru Zaskia dengan bangkit dari duduknya.
"Kia, aku mau jelaskan semuanya."
"Tidak, tidak ada yang harus kamu jelaskan lagi, sudah jelas kalau kamu adalah pembunuh, kamu yang sudah membunuh suamiku!" teriak Zaskia histeris.
Bunda Anin sampai keluar mendengar teriakan Zaskia.
"Ada apa Kia?"
__ADS_1
"Usir pembunuh itu dari rumah kita, Bunda!" teriak Zaskia.
"Kia, aku mohon kamu dengarkan dulu penjelasan dari aku. Itu memang mobil aku, tapi bukan aku yang sudah melakukan semua itu," seru Adnan.
"Kamu terlalu banyak alasan Adnan, sekarang kamu puas kan, sudah membuat hidupku kembali hancur!" teriak Zaskia dengan deraian airmata.
"Kia, aku mohon dengarkan dulu penjelasan dari aku."
"Bun, usir pembunuh itu dari rumah kita, Kia tidak mau bertemu lagi dengan orang itu!" bentak Zaskia.
Zaskia pun segera masuk ke dalam rumah, Adnan hanya bisa menundukkan kepalanya sungguh saat ini hati Adnan merasa sangat sakit dibenci oleh wanita yang sangat dia cintai itu.
"Maafkan Kia ya, Nak Adnan," seru Bunda Anin.
"Tidak Bunda, seharusnya Adnan yang meminta maaf karena Adnan sudah membuat Kia menderita," sahut Adnan lemah.
Adnan pun duduk di samping Bunda Anin, Bunda Anin memang sosok Ibu yang sangat baik. Walaupun Adnan sudah menyakiti hati anaknya, Bunda Anin tidak pernah membenci Adnan.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Nak?" tanya Bunda Anin lembut.
"Bunda, waktu itu Adnan memang sedang ada urusan bisnis ke Jogja dan teman Adnan meminjam mobil Adnan. Adnan tidak tahu apa yang sudah dilakukan teman Adnan, yang jelas sore harinya Adnan dipanggil pihak kepolisian karena mobil itu sudah menabrak seseorang sampai meninggal dunia. Adnan diperiksa semalaman di kantor polisi, dan mereka baru mempercayai Adnan setelah teman Adnan mengaku kalau dia yang sudah menabrak orang itu. Sekarang teman Adnan sudah berada di penjara Bunda."
"Astagfirullah, Kia hanya salah paham. Maafkan Kia, Nak."
"Adnan tidak tahu kalau yang ditabrak teman Adnan itu adalah suami Kia, maafkan Adnan Bunda."
Bunda Anin mengusap punggung Adnan dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Bunda percaya kalau kamu tidak mungkin melakukan semua itu, bersabarlah Kia pasti akan memaafkan kamu."
"Tidak Bunda, Kia sudah sangat membenci Adnan. Oh iya, Adnan senang saat mendengar Kia sudah menikah dan menemukan pria yang bisa membuatnya bahagia. Itu artinya, Kia sudah bisa melupakan Adnan."
Bunda Anin menggelengkan kepalanya. "Tidak Nak, kamu tidak tahu kalau Kia begitu sangat sulit melupakanmu bahkan almarhum Arya, butuh waktu yang lumayan lama untuk bisa meluluhkan hati Kia hanya saja Nak Arya begitu penyabar mau menunggu Kia dan hingga akhirnya Nak Arya bisa meyakinkan Kia dan Kia pun luluh."
"Iya, dan sekarang justru Adnan sudah membuat Kia terluka lagi," sahut Adnan dengan menundukkan kepalanya.
"Apa kamu masih mencintai Kia, Nak?" tanya Bunda Anin.
Adnan kaget dengan pertanyaan Bunda Anin, dia menatap Bunda Anin dengan tatapan tidak percaya.
"Iya Bunda, bahkan sampai sekarang hanya Kia pemilik hati Adnan. Semenjak Kia pergi, Adnan tidak bisa melupakan Kia. Kia adalah cinta Adnan tapi karena Adnan bodoh sudah tergoda, Adnan sekarang harus tersiksa dengan perasaan Adnan sendiri."
"Bunda tidak bisa berkata apa-apa, tapi Bunda hanya bisa mengatakan, kalau memang kalian nantinya berjodoh, Bunda yakin ada jalan untuk kalian berdua."
"Apa Bunda tidak benci kepada Adnan?"
Bunda Anin mengelus pipi Adnan dengan senyumannya. "Dari dulu, Bunda tidak pernah membencimu Nak, karena Bunda yakin kalau kamu adalah anak yang baik. Lagipula, Bunda itu mengenal kamu bukan sebulan dua bulan jadi Bunda tahu kamu itu orangnya seperti apa," seru Bunda Anin.
"Apa Bunda sekarang bisa merestui Adnan kalau Adnan ingin kembali kepada Kia?"
"Berjuanglah Nak, semoga Kia bisa luluh kembali."
Adnan langsung memeluk Bunda Anin. "Terima kasih Bunda, Adnan janji akan meluruskan masalah ini dan Adnan juga akan berusaha mendekati Kia lagi semoga Kia bisa menerima Adnan lagi."
"Iya Nak, berjuanglah lagi. Karena kebahagiaan Kia ada padamu, Nak."
__ADS_1
Adnan sungguh sangat bahagia dengan ucapan Bunda Anin, mulai sekarang dia akan berjuang lagi mendapatkan hati Zaskia.