
Sudah dua hari Nada cuti kerja hanya untuk menemani sahabatnya.
"Nad, lebih baik kamu kembali ke Jakarta, kamu sudah dua hari menemaniku di sini, aku tidak apa-apa kok," lirih Zaskia dengan airmata yang terus saja mengalir.
"Bagaimana aku bisa ninggalin kamu, sementara kamu nangis terus seperti ini. Pokoknya aku tidak akan meninggalkanmu sampai kamu merasa tenang," sahut Nada.
"Nad, kenapa nasib aku begitu sangat malang, lagi-lagi aku harus kehilangan orang yang aku cintai untuk yang kedua kalinya."
Nada memeluk Zaskia ke dalam pelukannya, bahkan saat ini Nada pun sudah ikut meneteskan air matanya.
"Kamu harus sabar dan ikhlas Kia, kasihan dengan anak yang sekarang kamu kandung."
"Mungkin dulu aku masih bisa berdiri tegap di atas kedua kakiku walaupun hatiku hancur, tapi untuk sekarang hatiku bukan hancur lagi tapi sudah menghilang sebelah, Nad. Belahan jiwaku pergi dengan meninggalkan aku dan calon anak kita, itu sangat berat Nad. Kasihan dia, belum sempat melihat dunia sudah kehilangan Papanya."
Zaskia menangis sesenggukan, hatinya benar-benar sakit. Dia belum rela kehilangan suami tercintanya itu, bahkan Zaskia masih terbayang wajah Arya saat tahu kalau Zaskia hamil dan Arya begitu sangat bahagia.
Cukup lama Zaskia menangis, hingga akhirnya Zaskia pun tertidur saking capeknya menangis terus. Nada merebahkan tubuh Zaskia dan menutup tubuhnya dengan selimut.
"Kamu wanita hebat Kia, aku yakin kamu akan kuat menghadapi semua ini karena masih banyak orang-orang yang menyayangimu," lirih Nadia dengan mengusap kepala Zaskia.
Perlahan Nada turun dari atas tempat tidur Zaskia, dan keluar dari dalam kamar Zaskia. Terlihat di ruang tamu, semua orang sedang berkumpul.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Kia, Nad?" tanya Binda Anin.
"Kia sudah tertidur Tante, mungkin dia capek dari kemarin nangis terus."
"Ibu, lebih baik untuk sementara tinggal saja dulu di sini menemani Kia, kalau Ayah besok sepertinya harus kembali ke Jakarta karena Ayah tidak bisa cuti terlalu lama, Ayah takut dipecat," seru Ayah Kemal.
"Iya Yah, Ibu akan tinggal di sini dulu."
"Bu Anin, Pak Kemal, bagaimana kalau Kia ajak pindah ke Jakarta saja? kalau dia terus-terusan tinggal di sini, dia akan teringat terus dengan almarhum Arya. Lagipula, saya juga sepertinya akan pindah ke Jakarta, saya tidak sanggup kalau tinggal di rumah sendirian," seru Mama Mia dengan deraian airmata.
Semuanya saling pandang satu sama lain, mereka tidak tahu apa Kia akan mau kalau di ajak pindah ke Jakarta.
"Nanti di Jakarta Kia bisa milih, mau tinggal dengan kalian atau dengan saya," seru Mama Mia.
***
Keesokan harinya...
Bunda Anin, Mama Mia, Nenek Ainun, dan Nada masuk ke dalam kamar Zaskia. Terlihat Zaskia sedang termenung sendirian dengan mata yang terlihat bengkak karena Zaskia terus saja menangis.
"Kia, Bunda mau bicara denganmu," seru Bunda Anin.
__ADS_1
"Bunda mau bicara apa?"
Bunda Anin menggenggam kedua tangan Zaskia dan menatap wajah cantik Putrinya itu.
"Semalam kami sudah berembuk, bagaimana kalau kita pindah ke Jakarta saja. Kalau kamu tinggal di sana, Bunda bisa memperhatikanmu setiap saat, soalnya Bunda tidak bisa lama-lama tinggal di sini karena Ayah kamu tidak ada yang ngurus, kamu mau kan, ikut sama Ayah dan Bunda pindah lagi ke Jakarta?"
"Kia, Mama juga akan pindah ke Jakarta, Mama tidak sanggup harus tinggal sendirian di rumah. Lagipula Mama selalu ingat kepada Arya kalau Mama tinggal di rumah ini. Kita pindah ke Jakarta ya, kamu bisa milih mau tinggal dengan orangtuamu atau sama Mama," seru Mama Mia.
Zaskia memperhatikan satu persatu orang yang ada di sana.
"Kia, kalau kamu pindah ke Jakarta, aku akan sangat bahagia karena aku bisa menjenguk kamu setiap hari dan aku akan membantu kamu menjaga si bayi karena bayi ini merupakan tanggung jawabku juga," seru Nada dengan mengusap perut buncit Zaskia.
Airmata Zaskia kembali menetes, hingga akhirnya Zaskia pun menganggukkan kepalanya dan semua orang sangat bahagia dengan keputusan Zaskia.
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, siang ini Zaskia meminta Nada untuk mengantarkannya ke makam Arya dan tentu saja Nada mengantarnya dengan senang hati.
Siang ini begitu mendung seakan menggambarkan keadaan hati Zaskia yang sedang tidak baik-baik saja.
Zaskia pun duduk di samping makam suaminya itu, airmatanya tidak bisa ditahan lagi.
"Mas, sampai saat ini aku tidak percaya kalau Mas akan meninggalkanku dan calon anak kita dengan sangat cepat. Mas, aku datang ke sini mau pamit kalau aku mau pindah ke Jakarta, aku janji sebulan sekali aku akan datang ke sini untuk menjenguk kamu. Kamu pergilah yang tenang, aku akan menjaga anak kita dan mengurusnya dengan baik. Selamat tinggal Mas, aku mencintaimu Mas selamanya."
__ADS_1
Zaskia mencium nisan Arya dengan deraian airmatanya, sedangkan Nada mengusap punggung Zaskia untuk menguatkan sahabatnya itu.
Cukup lama Zaskia dan Nada berada di makam Arya, hingga Nada pun mengajak Zaskia untuk pulang karena hujan sudah mulai turun. Rencananya sore ini juga, mereka akan kembali ke Jakarta.