
Tok..tok..tok...
"Masuk saja, Bunda."
"Kia, Bunda mau ke pasar, mau ikut tidak?"
"Mau Bunda, Kia mau ikut."
"Ya sudah, ayo mumpung cuacanya masih segar dan belum panas."
Kia pun segera bangkit dari atas tempat tidur, lalu mengambil kardigannya. Pagi ini mereka naik angkot menuju pasar dan Zaskia terlihat sangat senang sekali, karena sudah lama Zaskia tidak ikut ke pasar bersama Bundanya.
"Kamu mau beli apa nanti di pasar?" tanya Bunda Anin.
"Beli buah-buahan saja Bunda."
"Baiklah."
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di pasar. Zaskia dan Bunda Anin langsung berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari, Zaskia benar-benar terlihat sangat bahagia.
"Apa kamu capek, sayang?"
"Tidak, Bunda."
"Kalau kamu capek, bilang ya sama Bunda."
"Siap, Bunda."
Cukup lama keduanya berbelanja, bahkan Bunda Anin sudah membawa dua kantong kresek di tangannya.
"Sayang, belanjanya sudah cukup, kita pulang saja."
"Iya Bunda."
Mereka pun keluar dari pasar, tapi di saat sampai di luar, tiba-tiba Bunda Anin ingin sekali ke toilet.
"Ya Allah Kia, Bunda ingin ke toilet."
"Ya sudah, Bunda ke toilet dulu."
"Tapi toiletnya ada di ujung sana, apa kamu mau ikut?"
__ADS_1
"Kia tunggu di sini saja."
"Tidak apa-apa kan, kamu menunggu? Bunda tidak akan lama kok."
"Iya Bunda, Kia menunggu di sini."
"Mas, anak saya ikut duduk di sini?" seru Bunda Anin.
"Silakan, Bu."
"Kamu duduk di sini ya, Bunda tidak akan lama kok."
Bunda Anin pun segera pergi ke toilet, Zaskia duduk dengan memperhatikan setiap arah sungguh Zaskia merindukan masa-masa seperti ini. Dulu, Zaskia sering sekali menemani Bundanya ke Pasar.
Zaskia mengusap perutnya. "Apa kamu bahagia Nak, Mama ajak jalan-jalan?" gumam Zaskia dengan senyumannya.
Zaskia kembali memperhatikan setiap sudut tempat itu, hingga pandangannya tertuju kepada sebuah mobil putih yang sedang terparkir di depan sebuah warung nasi.
Seketika bayangan Arya tertabrak menari-nari di benak Zaskia, Zaskia membelalakkan matanya, jantungnya berdebar dengan sangat kencang
"Itu, itu mobil yang sudah menabrak Mas Arya, aku masih ingat bahkan flat nomornya pun sama," gumam Zaskia dengan bibir yang bergetar.
Tiba-tiba Zaskia emosi, dia bangkit dari duduknya dan menghampiri mobil putih itu. Setelah dekat, Zaskia memperhatikan mobil itu dengan seksama dan benar saja kalau itu adalah mobil yang sudah menabrak suaminya sampai suaminya meninggal.
"Keluar kamu pembunuh!" teriak Zaskia dengan deraian airmata.
Zaskia terus saja berteriak sembari menggedor-gedor kaca mobil itu membuat semua orang melihat ke arah Zaskia bahkan sang pemilik mobil yang berada di dalam warung makan itu langsung keluar saat mendengar kaca mobilnya di pukul-pukul seperti itu.
"Astaga kenapa dia memukul mobilku?" batinnya.
Pemilik mobil itu menghampiri Zaskia dan menarik tangan Zaskia supaya Zaskia berhenti memukul mobilnya.
"Kamu sudah gila ya, memukul mobilku!" sentak pria itu.
Zaskia membalikan tubuhnya, dan betapa terkejutnya Zaskia melihat siapa orang yang saat ini menarik tangannya, begitu pun pria itu tak kalah terkejutnya melihat Zaskia.
"Kia....."
Untuk sesaat keduanya saling pandang satu sama lain, bahkan pria itu yang tidak lain adalah Adnan memperhatikan Zaskia dari ujung kepala sampai kaki dan pandangan Adnan tertuju kepada perut Zaskia yang terlihat membuncit.
Zaskia menghempaskan tangannya, tatapan Zaskia penuh kebencian.
__ADS_1
"Siapa pemilik mobil ini?" geram Zaskia.
"Ini mobilku, Kia."
Seketika Zaskia sangat emosi, airmatanya tidak bisa tertahan lagi.
"Dasar pembunuh!"
Adnan mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh Zaskia.
"Pembunuh? maksud kamu apa?" tanya Adnan.
"Belum puaskah kamu menghancurkan hidupku, Adnan?" teriak Zaskia.
"Kamu kenapa Kia? aku tidak mengerti dengan apa yang kamu ucapkan?"
"Kamu memang jahat Adnan, untuk kedua kalinya kamu membuatku menderita. Apa sekarang kamu puas, melihat anakku lahir tanpa kehadiran Papanya?" teriak Zaskia dengan deraian airmatanya.
Kali ini Adnan benar-benar bingung, dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Zaskia.
Sementara itu, Bunda Anin sudah kembali tapi Bunda Anin bingung karena Zaskia tidak ada di tempat. Bunda Anin pun celingukan, dan terlihat dari kejauhan Zaskia sedang memarahi seorang pria.
Bunda Anin pun dengan cepat mengambil semua kantong kresek itu dan segera menghampiri Zaskia.
"Kamu jahat Adnan, jahat. Apa salah aku kepadamu sampai-sampai kamu membuat hidupku hancur!" teriak Zaskia dengan terus memukul dada Adnan.
Adnan hanya bisa terdiam mematung, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi bahkan Adnan juga bingung dengan tuduhan Zaskia yang sama sekali Adnan tidak tahu.
"Ya Allah Kia, kamu kenapa Nak?" seru Bunda Anin dengan memeluk anaknya itu.
"Dia yang membunuh Mas Arya, Bunda," lirih Zaskia dengan menunjuk ke arah Adnan.
Bunda Anin pun menoleh dan merasa terkejut. "Nak Adnan."
"Adnan tidak tahu apa maksud dari ucapan Kia, Bunda," seru Adnan.
"Maafkan Kia, Nak Adnan. Ayo Kia, kita pulang!" ajak Bunda Anin.
Zaskia menatap Adnan dengan tatapan tajamnya, bahkan airmatanya pun tidak berhenti mengalir membasahi pipinya.
"Sampai mati pun, aku tidak akan memaafkan kamu Adnan, ingat itu!" teriak Zaskia.
__ADS_1
Bunda Anin pun segera membawa Zaskia masuk ke dalam angkot, sedangkan Adnan hanya bisa terdiam mematung, sungguh kata-kata terakhir Zaskia membuat hatinya begitu sangat sakit.