Sang Mantan

Sang Mantan
Kembali Ke Jakarta


__ADS_3

Sore itu Zaskia dan semua keluarganya berangkat ke Jakarta kecuali Nenek Ainun, ia tidak bisa ikut ke Jakarta karena ia sudah nyaman tinggal di sana.


Zaskia berangkat ke Jakarta bersama Nada, sedangkan Bunda Anin bersama Mama Mia menggunakan mobil Mama Mia.


Selama dalam perjalanan, Zaskia tidak bicara sama sekali membuat Nada merasa sangat sakit.


"Kia, kamu ingat tidak dulu kita sering jalan-jalan ke pantai, bagaimana kalau nanti kita jalan-jalan ke pantai," seru Nada memecah kesunyian.


Zaskia terdiam, dia sama sekali tidak merespon ucapan Nada dan itu membuat Nada menghembuskan napasnya dengan kasar.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya mereka pun sampai di Jakarta. Mobil Nada sampai di depan rumah Zaskia dan ternyata Bunda Anin sudah sampai duluan.


"Nad, kamu menginap saja di sini sudah malam," seru Zaskia.


"Tidak Kia, besok aku harus masuk kerja jadi aku pulang saja."


"Maaf ya Nad, sudah banyak menyusahkanmu."


"Apaan sih Kia, kita sahabatan sudah lama bahkan aku sudah anggap kamu seperti saudara sendiri. Aku itu ikhlas melakukan semua ini, hanya satu yang aku pinta dari kamu, jangan bersedih terus kasihan keponakanku, aku tidak mau sampai terjadi kenapa-napa sama keponakanku."


Zaskia tersenyum dan memeluk Nada dengan sangat erat.


"Terima kasih kamu selalu ada untukku Nad, kamu adalah orang yang selalu memberiku semangat," seru Zaskia dengan deraian airmatanya.


Nada melepaskan pelukannya dan mengusap airmata Zaskia.


"Pokoknya aku akan selalu ada untukmu Kia, jadi kalau kamu butuh apa pun, kamu bilang saja sama aku ya."

__ADS_1


Zaskia menganggukkan kepalanya...


"Ya sudah, sekarang kamu masuk dan istirahatlah, besok pulang kerja aku ke sini dan satu lagi, kalau kamu menginginkan sesuatu, kamu telepon aku saja nanti biar aku belikan untukmu."


"Iya, sekali lagi terima kasih ya, Nad."


Zaskia pun keluar dari dalam mobil Nada, Zaskia melambaikan tangannya sampai mobil Nada menghilang. Lalu Zaskia memperhatikan rumahnya yang sudah bertahun-tahun dia tinggalkan.


"Dan pada akhirnya, aku kembali lagi ke sini. Kita tinggal di sini saja ya, Nak," gumam Zaskia dengan mengusap perutnya.


Zaskia pun masuk ke dalam rumah, hari ini dia begitu sangat lelah dan ternyata kedua orangtuanya sudah menunggu.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Bunda, Mama Mia sudah pulang?"


"Syukurlah."


Ayah Kemal menghampiri Zaskia dan mengambil tas Zaskia.


"Sudah malam, sekarang kamu istirahatlah. Ingat, kamu sedang mengandung dan kamu jangan terlalu capek."


"Iya Yah, kalau begitu Kia masuk ke kamar dulu."


Zaskia pun masuk ke dalam kamarnya, dan mulai merebahkan tubuhnya. Zaskia menatap lurus ke langit-langit kamarnya, tiba-tiba airmatanya kembali mengalir sungguh hati Zaskia sakit. Ternyata ditinggal oleh orang yang sangat kita cintai begitu menyakitkan, apalagi di saat kita sudah tidak bisa melihat dan menyentuh orang itu.

__ADS_1


***


Keesokan harinya....


Zaskia terbangun karena perutnya terasa sangat lapar, Zaskia pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, Zaskia pun selesai mandi dan berganti pakaian.


"Bunda masak apa?" tanya Zaskia dengan memeluk Bundanya itu dari belakang.


"Pagi sayang, Bunda masak nasi goreng kesukaanmu."


"Kebetulan sekali, Kia sangat lapar."


"Ya sudah, kamu duduk sana sebentar lagi nasi gorengnya matang."


Zaskia pun duduk di meja makan, tidak lama kemudian Ayah Kemal pun datang dan langsung mencium kepala Zaskia.


"Pagi, sayang."


"Pagi, Ayah."


Mereka bertiga pun sarapan bersama, dengan berbincang-bincang ringan membuat Zaskia kembali menyunggingkan senyumannya.


Setelah selesai sarapan, Zaskia kembali masuk ke dalam kamarnya. Saat ini Zaskia sedang malas melakukan apa pun dan Bunda Anin membiarkan Zaskia melakukan apa pun yang dia mau.


Zaskia mengelus perutnya yang membuncit itu.

__ADS_1


"Mama akan selalu menjaga kamu, karena kamu adalah kenangan terindah yang Papa kamu berikan untuk Mama," gumam Zaskia.


Zaskia janji tidak akan bersedih lagi, karena dia tidak mau sampai calon anaknya ikut bersedih.


__ADS_2