
6 Kemudian....
Tidak terasa usia pernikahan Zaskia dan Arya sudah menginjak 6 bulan, kehidupan rumah tangga mereka selalu dipenuhi dengan kebahagiaan.
Mereka selalu romantis dan mesra baik di rumah maupun di kantor, membuat semua orang iri melihat pasangan ini.
"Astaga, kenapa perutku mual," batin Zaskia.
Zaskia pun segera berlari ke kamar mandi dan di sana, dia memuntahkan semua isi perutnya. Maya yang merasa khawatir karena Zaskia belum kembali ke tempat kerja memutuskan untuk menyusulnya.
Tok..tok..tok..
"Kia, kamu ada di dalam kan?" seru Maya.
"Iya May."
Perlahan Maya membuka pintu kamar mandi dan Maya tampak terkejut melihat wajah pucat Zaskia.
"Astaga, kenapa wajah kamu pucat? apa kamu sakit?" tanya Maya sembari memegang kening Zaskia.
"Perut aku mual, May."
"Kok bisa? memangnya kamu sudah makan apa?"
Zaskia hanya bisa menggelengkan kepalanya lemah, Maya pun membawa Zaskia ke dalam ruangan kerja mereka.
"Kamu duduk dulu, biar aku ambilkan minum untukmu."
Maya pun segera berlari untuk mengambil air hangat untuk Zaskia. Tidak lama kemudian, Maya pun datang dengan membawa teh hangat.
Bruuaakk...
Pintu ruangan kerja mereka terbuka dengan kasarnya membuat semua orang menoleh ke arah pintu kerja.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Arya panik.
"Perut aku mual, Mas."
"Kita ke rumah sakit sekarang, aku takut kamu kenapa-napa."
Zaskia hanya bisa menganggukkan kepalanya lemah, Arya membantu Zaskia berdiri tapi Zaskia malah oleng karena kepalanya tiba-tiba terasa sangat pusing.
__ADS_1
Arya pun langsung mengangkat tubuh Zaskia dan segera berlari membawa Zaskia ke rumah sakit, selama dalam perjalanan Arya benar-benar merasa sangat khawatir dengan keadaan istrinya.
Sedangkan Zaskia terus saja memejamkan matanya, dia sudah tidak sanggup untuk membuka matanya.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit. Arya kembali mengangkat tubuh istrinya dan dokter segera memeriksa keadaan Zaskia.
"Ya Allah, semoga istriku baik-baik saja," gumam Arya dengan mondar-mandir di depan ruangan pemeriksaan.
Tidak lama kemudian, dokter pun keluar dan Arya segera menghampirinya.
"Bagaimana dokter dengan keadaan istri saya?" tanya Arya khawatir.
"Mas jangan khawatir, istri Mas tidak apa-apa kok. Itu memang biasa terjadi kepada wanita yang sedang ngidam."
"Hah, ngidam?"
Arya masih belum sadar dengan jawaban sang dokter, dia masih melongo. Hingga beberapa saat kemudian, Arya tersentak dan membelalakkan matanya.
"Mak-sud dokter, istri saya hamil?"
"Iya Mas, saat ini istri Mas sedang hamil dan usia kandungannya baru saja menginjak 2 Minggu."
Arya begitu sangat bahagia, dia pun langsung masuk ke dalam ruangan pemeriksaan istrinya itu.
"Mas."
Arya langsung memeluk istrinya itu dengan sangat erat, bahkan pundak Arya saat ini sudah bergetar pertanda kalau Arya sedang menangis.
"Aku sangat bahagia sayang, akhirnya kamu hamil juga," seru Arya dengan deraian airmata.
Zaskia pun ikut meneteskan airmatanya, dia mengusap punggung suaminya itu. Bahkan dokter pun merasa sangat terharu dengan pasangan muda itu dan ikut merasakan kebahagiaan.
Arya pun melepaskan pelukannya, Zaskia menghapus airmata suaminya itu.
"Apa kamu bahagia, Mas?"
"Sangat, sangat bahagia karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang Papa."
Arya menciumi seluruh wajah Zaskia, tidak lupa dia juga mencium perut Zaskia yang masih terlihat rata itu.
Setelah selesai diperiksa dan diberikan obat, mereka pun akhirnya pulang. Selama dalam perjalanan, Arya terus saja mengelus perut Zaskia.
__ADS_1
"Apa sekarang ada yang mau kamu makan, sayang?"
"Aku ingin makan rujak, Mas."
"Oke, kita cari rujak ya."
Kebetulan sekali, ada tukang rujak di pinggir jalan. Arya pun dengan cepat keluar dari dalam mobilnya dan membeli rujak yang diinginkan oleh istrinya itu.
"Mas mau?"
"Enggak, masam."
"Enak loh, Mas."
"Kamu saja yang makan."
Arya pun membawa Zaskia pulang, kebetulan semuanya sedang berkumpul di rumah Nenek Ainun.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Loh, kok kalian sudah pulang?" tanya Mama Mia.
"Arya punya kabar gembira untuk kalian semua."
"Kabar gembira apa?" tanya Ibu Anis.
Arya mengusap perut Zaskia. "Arya akan segera menjadi Papa!" seru Arya antusias.
"Alhamdulillah."
Semua orang mengucapkan Hamdallah bersamaan, Ibu Anis dan Mama Mia langsung menghampiri Zaskia dan memeluk Zaskia secara bergantian.
"Akhirnya sebentar lagi kita akan menjadi Nenek, Bu Anis."
"Iya, Alhamdulillah."
Semuanya sangat bahagia mendengar kehamilan Zaskia. Arya pun membawa Zaskia ke dalam kamar mereka dan mendudukkan Zaskia di atas tempat tidur.
"Pokoknya, mulai sekarang kamu jangan bekerja lagi, kamu harus istirahat full karena aku tidak mau sampai kamu dan calon anakku kenapa-napa," cerocos Arya.
__ADS_1
"Baiklah suamiku yang posesif," sahut Zaskia dengan mencubit pipi Arya.
Arya dan Zaskia pun tersenyum, sungguh ini adalah hal yang sangat membahagiakan untuk Zaskia dan Arya.