
Semenjak ungkapan cinta Adnan malam itu, Adnan tidak mau menunggu lama lagi seminggu kemudian Adnan memutuskan untuk menikahi Zaskia.
Hari ini Adnan dan Zaskia akan melakukan akad nikah di rumah Zaskia, tidak akan ada pesta hanya ijab kabul saja yang penting sah karena Zaskia tidak mau dirayakan apalagi Adnan dan Zaskia saat ini sudah bukan anak muda lagi.
Kedua keluarga sangat terharu dengan pernikahan Adnan dan Zaskia.
"Akhirnya kita menikah juga, butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa sampai ke titik ini dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku akan bahagiakan kamu dan anak-anak kita," seru Adnan.
"Iya."
Setelah selesai ijab kabul, Zaskia pun masuk ke dalam kamarnya untuk memberikan ASI kepada anaknya Arki dan Adnan mengikutinya ke dalam.
"Arki tampan sekali, pasti mirip dengan Ayahnya," seru Adnan.
"Iya, Arki mirip sekali dengan Mas Arya."
"Apa kamu mencintai dia?" tanya Adnan.
Zaskia menatap Adnan. "Awalnya aku tidak mencintainya, tapi lama-kelamaan cinta dia begitu besar bahkan Mas Arya tidak pernah pantang mundur untuk mendapatkan cinta aku, jadi akhirnya aku pun luluh."
"Apa sekarang kamu masih mencintainya?"
Zaskia kembali menatap Adnan. "Kenapa, jangan bilang kamu cemburu kepada orang yang sudah meninggal," goda Zaskia.
"Bukanya cemburu, aku tidak mau sekarang aku hanya menjadi bayang-bayang saja sementara cinta kamu hanya untuk dia."
ASI yang dimasukan ke dalam dot sudah habis, dan Arki pun sudah terlelap tidur. Zaskia pun bangkit, lalu menidurkan Arki ke dalam ranjang bayi milik Arki setelah itu Zaskia menghampiri Adnan.
"Adnan, kamu tahu bagaimana cinta aku sama kamu. Aku tidak bisa memungkiri kalau aku masih mencintaimu. Masalah Mas Arya, aku memang masih mencintainya tapi sekarang Mas Arya sudah tenang di alam sana, dan aku sudah belajar ikhlas. Jadi, untuk sekarang dan seterusnya cinta aku hanya buatmu dan anak-anak."
Senyuman Adnan mulai terukir di wajah tampannya itu, tanpa menunggu aba-aba Adnan langsung mencium bibir Zaskia membuat Zaskia kaget.
Cukup lama mereka berciuman, hingga akhirnya Zaskia pun melepaskan pungutannya secara paksa membuat Adnan cemberut.
__ADS_1
"Jangan kelamaan, nanti kebablasan. Aku belum 40 hari jadi kamu harus sabar menunggu," seru Zaskia.
"Jangankan menunggu beberapa hari, kemarin-kemarin saja aku menunggu kamu sampai beberapa tahun lamanya, aku kuat."
"Baguslah."
Zaskia pun kembali bangkit dari duduknya dan mengambil baju ganti.
"Kamu mau ke mana?"
"Mau ganti baju dulu di kamar mandi."
"Ngapain di kamar mandi, di sini saja toh kita sudah halal kok," goda Adnan.
"Enggak ah, nanti kamu tergoda lagi, bisa bahaya."
Zaskia langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Adnan terkekeh melihat kelakuan Zaskia yang terlihat panik itu.
***
Zaskia, Adnan, dan kedua orangtua Zaskia saat ini sedang makan malam bersama. Semuanya tampak bahagia, bahkan kedua orangtua Zaskia bisa melihat kalau anaknya sekarang lebih bahagia daripada sebelum-sebelumnya.
"Kalian ada rencana bulan madu?" tanya Bunda Anin.
"Ada dong Bunda, masa tidak," sahut Adnan dengan senyumannya.
"Apaan sih kamu, bikin malu saja. Sepertinya tidak Bunda, kasihan Arki kalau dibawa pun Arki belum kuat untuk melakukan perjalanan jauh," seru Zaskia.
"Kia, kamu kan rajin sekali memompa ASI kamu, jadi kalau masalah Arki, biar Mama yang jaga."
"Tapi Bunda----"
"Sudah, tidak ada tapi-tapian kalian berhak bahagia dan menghabiskan waktu berdua."
__ADS_1
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu rumah itu.
"Papa, Mama!"
"Nanda," seru Zaskia dan Adnan bersamaan.
Adnan dan Zaskia segera bangkit dan membuka pintu, Nanda dengan cepat memeluk Papanya itu.
"Ya ampun sayang, ada apa kok nangis?" tanya Adnan.
"Dari tadi dia nangis terus, katanya ingin sama Papa dan Mama. Maaf ya, padahal Mama sudah berusaha membujuk Nanda tapi Nanda malah ngamuk," sesal Mama Yanti.
"Tidak apa-apa Ma, ya sudah Mama masuk dulu," seru Zaskia.
"Tidak sayang, Mama langsung pulang saja. Nanda kamu jangan nakal ya."
"Iya, Nek."
Mama Yanti pun akhirnya memutuskan untuk pulang, sedangkan Zaskia dan Adnan membawa Nanda untuk masuk.
"Ma, dedek Arki mana?" tanya Nanda.
"Dedek Arki sudah tidur, sayang. Jadi, Kakak juga harus tidur ya," sahut Zaskia.
"Tapi Nanda ingin tidur sama Mama."
"Iya, kamu tidur sama Mama."
Zaskia membawa Nanda ke kamarnya dan Adnan hanya mengikuti dari belakang. Nanda tidur di tengah antara Zaskia dan juga Adnan.
"Kali ini kamu masih beruntung Nak, karena Papa masih harus puasa tapi nanti kalau sudah buka puasa, mau tidak mau kamu jangan tidur sama Papa dan Mama," seru Adnan.
"Puasa apa, Pa?" tanya Nanda polos.
__ADS_1
"Sudah-sudah jangan dengerin Papa kamu, ayo tidur sudah malam."
Nanda tidur dengan memeluk Zaskia, sedangkan Adnan hanya bisa meratapi nasibnya yang masih harus puasa untuk beberapa hari ke depan.