
1 Bulan kemudian...
Saat ini Zaskia sedang menikmati hari-harinya menjadi seorang ibu baru bagi bayi tampan yang diberi nama Arki Faisal Abrar itu.
Semenjak satu bulan yang lalu, Adnan tidak pernah menunjukkan lagi batang hidungnya dan Zaskia bisa menyimpulkan kalau Adnan sudah pergi meninggalkannya.
"Ayo Nak, sarapan dulu," seru Bunda Anin.
"Iya, Bunda."
Bunda Anin menggendong Baby Arki sedangkan Zaskia mulai melahap sarapan yang sudah disediakan oleh Bundanya itu.
"Bunda, sepertinya Kia harus mulai bekerja lagi nanti biar Kia Carikan baby sitter buat Arki," seru Zaskia dengan mulut penuh makanan.
"Buat apa kamu bekerja, untuk masa depan Arki kan sudah ada tabungan dari Ayahnya."
"Ya tetap saja, uang kan pasti akan habis juga dan Kia tidak mau sampai nanti Arki kekurangan apa pun."
Bunda Anin menghela napasnya. "Kia, nanti malam kamu datang ke restoran xxx ya soalnya Bunda ingin memperkenalkan kamu kepada seseorang."
Zaskia yang sedang asyik melahap sarapan sampai tersedak mendengar ucapan Bundanya itu.
"Siapa Bunda? malas ah Bunda, lagipula sekarang kan sudah ada Arki kalau Kia pergi, Arki sama siapa?"
"Tenang saja, Arki nanti biar Bunda dan Ayah yang jaga yang terpenting kamu pergi menemui orang itu. Dia pria yang sangat baik Kia, apa salahnya kamu kenalan dengan pria lain lagipula kamu itu masih muda dan Arki pun harus segera mendapatkan Papa sebelum nanti dia besar dan menanyakan keberadaan Papanya."
Zaskia terdiam, dia tidak mengerti dengan pemikiran Bundanya itu. Baru saja satu bulan yang lalu dia melahirkan Arki, sudah mau dijodohkan segala.
"Memangnya pria itu bakalan mau sama wanita yang baru saja melahirkan? Bunda ada-ada saja," seru Zaskia.
"Pokoknya dia sudah tahu semuanya tentang kamu, jadi dia menerima kamu apa adanya."
__ADS_1
"Idih, Bunda niat banget kayanya menjodohkan Kia dengan pria itu," kesal Zaskia.
"Sudah jangan banyak cemberut nanti kamu temui saja dia, dan kamu juga akan di jemput oleh sopir dia."
Zaskia hanya bisa terdiam, bisa-bisanya Bundanya itu ingin menjodohkan Zaskia dengan seorang pria.
Setelah selesai sarapan, Zaskia pun masuk ke dalam kamarnya dan terlihat Arki sudah terlelap tidur. Diperhatikannya wajah Arki yang mirip sekali dengan Arya.
"Wajah kamu mirip sekali dengan Ayahmu Nak, Mama jadi rindu kepada Ayah," gumam Zaskia.
Zaskia duduk di kursi yang berada di dekat jendela, dipandanginya awan-awan yang terlihat cerah itu. Entah kenapa, saat ini hati Zaskia merasa sangat hampa dan kosong seperti tidak ada semangat lagi.
"Kamu memang keterlaluan Adnan, katanya kamu mencintaiku tapi kamu sama sekali tidak peka akan perasaanku dan sekarang kamu malah pergi menghilang untuk kedua kalinya," batin Zaskia.
***
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, malam ini Zaskia terpaksa mengikuti semua keinginan Bundanya itu karena Zaskia tidak mau membuat Ayah dan Bundanya marah atau pun sedih.
"Ya ampun, anak Bunda dan Ayah cantik sekali bagi yang tidak tahu, pasti akan mengira kalau kamu masih gadis," puji Bunda Anin.
"Iya sayang, yang penting sekarang kamu temui saja dulu pria itu," sahut Ayah Kemal.
Tin..tin..
"Tuh, mobil jemputannya sudah datang."
"Ya sudah, kalau begitu Kia pergi dulu dan tolong jaga Arki, susunya ada di dalam kulkas nanti tinggal di hangatkan saja."
"Iya, sudah sana pergi jangan sampai pria itu menunggu lama."
Akhirnya Zaskia pun masuk ke dalam mobil jemputan itu, sedangkan Bunda Anin sama Ayah Kemal tampak tersenyum.
__ADS_1
"Mudah-mudahan saja kali ini mereka berjodoh ya, Ayah."
"Iya Bunda, karena anak kita pantas mendapatkan kebahagiaannya."
Selama dalam perjalanan, jantung Zaskia berdebar dengan sangat kencang.
"Astaga, kenapa jantungku berdebar seperti ini? kaya anak ABG yang mau bertemu dengan gebetannya saja," batin Zaskia.
Tidak membutuhkan waktu lama, si sopir pun menghentikan mobilnya di sebuah restoran mewah. Seorang pelayan restoran membukakan pintu mobil Zaskia.
"Silakan Nona, ikut dengan saya."
Zaskia mengikuti langkah si pelayan, hingga beberapa saat kemudian si pelayan menyuruh Zaskia masuk ke sebuah privat room.
"Silakan masuk Nona, seseorang sudah menunggu anda di dalam."
"Terima kasih."
"Sama-sama."
Pelayan itu pun pergi, perlahan Zaskia memasuki privat room itu dan terlihat seorang pria sudah duduk dengan posisi membelakanginya.
"Selamat malam Mas, perkenalkan nama aku Zaskia," seru Zaskia gugup.
Pria itu bangkit dari duduknya dan langsung membalikan tubuhnya ke arah Zaskia, Zaskia membelalakkan matanya saking terkejut dengan apa yang dia lihat.
"A-adnan."
Adnan tersenyum ke arah Zaskia. "Selamat malam Kia, aku sudah menunggumu."
Zaskia benar-benar terkejut dengan semua ini, ternyata pria yang dia temui adalah Adnan dan pria yang akan dijodohkan dengan Zaskia itu adalah Adnan.
__ADS_1
Selama ini Mama Yanti, Mama Mia, dan juga kedua orangtua Zaskia memang sudah merencanakan semuanya. Mereka tahu, kalau Zaskia dan Adnan masih saling mencintai jadi biarkanlah mereka bersatu karena mereka juga berhak bahagia.
Sudah cukup keduanya merasakan penderitaan satu sama lain karena harus berpura-pura membuang rasa cinta diantara mereka yang sebenarnya masih tersimpan rapi dalam hati masing-masing.