
Tiba-tiba Adnan memegang perutnya. "Aduh, kenapa perutku sakit begini, ya," batin Adnan.
"Papa, kenapa?"
"Papa pengen ke toilet, sayang."
"Itu toiletnya, Pa."
"Iya, tapi kamu gak ada yang jaga."
"Nanda janji, akan menunggu Papa dan gak akan ke mana-mana."
"Janji ya, pokoknya Nanda jangan ke mana-mana, kalau ada yang mau ngajak Nanda, jangan mau teriak saja."
"Siap, Pa."
Adnan menghampiri salah satu pelayan dan menitipkan Nanda supaya dipantau. Adnan masuk ke dalam toilet dan bersamaan dengan Zaskia dan Nada yang masuk ke dalam restoran itu.
"Ya Allah Nad, tempatnya penuh banget," seru Zaskia.
"Ya sudah, kita makan di tempat lain saja."
"Tapi aku ingin makan itu, Nad," sahut Zaskia dengan menunjuk ke makanan yang dimakan oleh Nanda.
Nada melihat kalau anak kecil cantik itu sedang memakan pancake dan waffle.
"Astaga, ya sudah kamu tunggu di sini, biar aku yang pesankan makanan itu, tapi kita makannya diluar saja ya, soalnya ini tempatnya penuh," seru Nada.
__ADS_1
Zaskia segera menganggukkan kepalanya kegirangan, Nada pun pergi untuk memesan makanan yang diinginkan sahabatnya itu sedangkan Zaskia tampak berdiri tidak jauh dari meja Nada.
Cukup lama Zaskia menunggu, membuat kakinya pegal. Nanda dari tadi terus saja melihat ke arah Zaskia sembari tersenyum.
"Tante, mau duduk di sini," seru Nanda.
"Halo sayang, memangnya tidak apa-apa kalau tante ikut duduk di sini?"
"Tidak apa-apa kok, soalnya Papa Nanda lagi ke toilet."
"Oh nama kamu Nanda?"
"Iya, nama Tante siapa?"
"Nama Tante, Zaskia. Nanda bisa panggil Tante Kia saja."
"Karena di dalam perut Tante ada dede bayinya."
"Ada dede bayi?"
"Iya, sini Nanda mau pegang."
"Mau dong, Tante."
Nanda pun bangkit dari duduknya dan Zaskia menuntun tangan Nanda untuk memegang perutnya, tiba-tiba bayi dalam kandungan Zaskia bergerak membuat Nanda kaget.
"Itu apa, Tante?"
__ADS_1
"Dede bayinya sedang bergerak, itu tandanya Dede bayinya suka sama Kak Nanda," seru Zaskia.
Nanda tersenyum, dia kembali memegang perut Zaskia dan lagi-lagi Nanda kaget dengan pergerakan bayi di dalam perut Zaskia tapi kali ini diiringi dengan tawa Nanda yang menggemaskan.
Adnan keluar dari toilet dan mengerutkan keningnya saat mendengar samar-samar tawa Nanda. Perlahan Adnan melangkahkan kakinya, Adnan membelalakkan matanya saat melihat Nanda sedang tertawa dengan Zaskia.
"Kia, kenapa dia ada di sini?" batin Adnan.
Adnan memilih memantau dari jauh, dia tidak mau mengganggu kesenangan keduanya. Tiba-tiba senyumnya terbit, saat melihat Zaskia dan Nanda tertawa bersama.
"Ya Allah, bisakah aku merebut kembali hatimu, Kia?" batin Adnan.
Tidak lama kemudian, Nada pun datang dengan wajah cemberutnya.
"Ya ampun, antriannya lama banget bikin jengkel saja," kesal Nada.
"Maaf Nad, sudah membuatmu susah," seru Zaskia.
"Tidak apa-apa, demi Bumil apa pun akan aku lakukan. Ya sudah, ayo kita pergi dari sini."
"Nanda, Tante pergi dulu ya, kamu jangan ke mana-mana tunggu Papa kamu datang," seru Zaskia dengan mengusap kepala Zaskia.
"Iya, Tante."
Zaskia memeluk Nanda dan itu membuat Nanda sangat bahagia.
"Tante pergi dulu ya, sayang."
__ADS_1
Zaskia dan Nada mulai melangkahkan kakinya pergi dari restoran itu, sedangkan Nanda terus saja memperhatikan Zaskia sampai Zaskia menghilang di balik pintu.