Sang Mantan

Sang Mantan
Perasaan Bersalah


__ADS_3

Adnan masuk ke dalam mobilnya setelah melihat Zaskia pergi, perlahan Adnan mulai melajukan mobilnya.


"Kenapa Kia menyebutku sebagai pembunuh?" gumam Adnan.


Adnan benar-benar bingung, sesampainya di kantor Adnan masih saja memikirkan ucapan Zaskia hingga beberapa saat kemudian, Adnan mulai ingat dan tampak membelalakkan matanya.


"Aku ingat, dua hari yang lalu aku ada urusan bisnis ke Jogja dan mobilku ini dipinjam oleh temanku dan aku juga dipanggil oleh pihak kepolisian karena mobil aku sudah menabrak seseorang sampai meninggal. Astaga, yang dia tabrak suami Kia?" gumam Adnan.


Adnan menjambak rambutnya sendiri, dia sungguh merasa frustasi apalagi mengingat raut wajah Zaskia yang begitu sangat sedih.


"Bagaimana aku bisa jelaskan semuanya kepada Kia, pasti saat ini Kia begitu sangat membenciku karena mengira akulah yang sudah menabrak suaminya," gumam Adnan.


Adnan benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, Adnan pun menghubungi seseorang untuk meluruskan masalahnya dengan Kia. Adnan menyimpan ponselnya dan menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi dengan mata yang terpejam.


"Kia, maafkan aku. Sudah beberapa tahun berlalu, tapi aku sama sekali tidak bisa melupakanmu. Dan ternyata kamu sudah menikah, beruntung sekali pria yang sudah menikahimu," gumam Adnan.


"Papaaaaa!"


Suara cempreng itu terdengar sangat nyaring di telinga Adnan.


"Halo sayang, sama siapa kamu ke sini?" tanya Adnan dengan menggendong anak kecil yang cantik itu.


"Sama Oma."


Terlihat Mama Yanti tergopong-gopong berlari mengejar cucunya itu dengan napas yang ngos-ngosan.

__ADS_1


"Astaga Adnan, Mama sampai ngos-ngosan mengejar anakmu itu," seru Mama Yanti.


"Nanda, kamu gak boleh seperti itu sayang, kasihan Oma harus ngejar-ngejar kamu," seru Adnan lembut.


"Maaf, Pa."


Nanda saat ini berusia 4 tahun, dan Nanda tumbuh menjadi anak yang cantik. Awalnya Adnan tidak mau menerima kehadiran Nanda, tapi dengan seiring berjalannya waktu akhirnya Adnan bisa menerima kehadiran Nanda bahkan saat ini Adnan sangat menyayangi Nanda.


Adnan pun duduk di sofa dengan Nanda yang berada di pangkuannya.


"Kamu kenapa, Adnan? sepertinya kamu sedang ada masalah?" tanya Mama Yanti.


"Ma, barusan Adnan bertemu dengan Zaskia."


"Apa? di mana? Mama ingin sekali bertemu dengan Zaskia dan meminta maaf kepadanya atas apa yang sudah Mama lakukan kepadanya dulu."


"Selama ini, Mama tidak pernah nyenyak tidur karena Mama selalu ingat kepada Zaskia. Dulu Mama begitu kejam menyalahkan Zaskia dan Mama bisa pastikan, kalau Mama tidak akan hidup tenang sebelum Mama bisa bertemu dengan Zaskia dan Mama ingin sekali meminta maaf kepada Zaskia," seru Mama Yanti dengan perasaan sedih.


"Adnan juga bingung Ma, bahkan saat ini Zaskia sudah salah paham sama Adnan."


"Salah paham apa?"


Adnan pun menceritakan apa yang sudah terjadi sampai Zaskia salah paham dan marah kepada Adnan.


"Ya Allah, jadi Zaskia sudah menikah?"

__ADS_1


"Iya Ma, dan Adnan lihat saat ini Kia sedang mengandung."


"Ya Allah, kasihan sekali nasib Zaskia. Pokoknya kamu harus cari bukti dan jelaskan kepada Zaskia kalau itu salah paham dan yang sudah menabrak suaminya itu bukan kamu melainkan teman kamu."


"Entahlah Ma, Adnan bingung. Bahkan untuk bertemu dengan Kia saja, Adnan merasa tidak berani. Kesalahan Adnan sudah banyak kepada Kia, dan Adnan tidak sanggup untuk bertemu dengan Kia lagi."


"Mama tahu, apa yang sekarang kamu rasakan tapi kamu tetap harus menjelaskan semuanya kepada Kia, setidaknya Kia memaafkan kita dan itu akan membuat hati Mama tenang."


Adnan menghembuskan napasnya dengan kasar, sedangkan Nanda sudah terlihat tertidur di pangkuan Adnan. Adnan mengusap kepala Nanda dan menciumi pucuk kepala Putri kecilnya itu.


"Untuk saat ini, hanya kamu kekuatan dan penyemangat Papa, sayang," batin Adnan.


Tidak bisa dipungkiri, di saat Adnan bertemu dengan Zaskia untuk pertama kalinya itu, jantung Adnan berdebar sangat kencang dan tidak bisa dipungkiri juga kalau sampai saat ini Adnan masih mencintai Zaskia.


Selama 4 tahun, Adnan tidak pernah tertarik dengan wanita mana pun hati Adnan sudah terkunci oleh Zaskia. Di saat menjalani terapi juga, hanya Zaskia yang menjadi penyemangat Adnan sehingga Adnan mempunyai semangat untuk sembuh.


"Aku sangat merindukanmu, Kia," batin Adnan.


Sementara itu, Zaskia dan Bunda Anin baru saja sampai di rumah. Zaskia langsung masuk ke dalam kamar dan diikuti oleh Bunda Anin.


"Kamu kenapa, sayang? kenapa kamu marah kepada Nak Adnan?" tanya Bunda Anin dengan mengusap kepala Zaskia.


"Bunda, mobil itu adalah mobil yang sudah menabrak Mas Arya dan Kia juga tidak tahu, ternyata mobil itu milik Adnan," sahut Zaskia dengan deraian airmata.


"Tapi tadi Nak Adnan bilang, dia tidak tahu apa-apa. Bisa jadi, kalau mobil itu hanya kebetulan sama saja soalnya mobil seperti itu kan banyak."

__ADS_1


"Tidak Bunda, Kia benar-benar masih ingat bahkan Kia juga ingat dengan flat nomornya."


Bunda Anin hanya bisa menenangkan anaknya itu, ia pun tidak tahu harus berbuat apa.


__ADS_2