Satu Hati 2 CINTA

Satu Hati 2 CINTA
Aku menyanyangimu


__ADS_3

Sekar: Terimakasih karena sudah mau berjalan bersamaku. Melihat bagaimana indah nya dunia. Tersenyum bersama, dan bergenggaman tangan dengan kebahagiaan. Dan sekarang aku percaya, bahwa kebahagiaan itu ada dan nyata. Arka, aku menyanyangimu.


Arnold: Kukira, dengan niat paksaan, aku bisa merasakan cinta orang yang ku cinta. Ternyata, hanya kebencian yang ada. Tak perduli sekuat apa aku berusaha. Jika dia tidak terlahir untuk ku, ia tidak akan menjadi milik ku. Jika bukan orang lain yang mengambilnya, maka sang pencipta.


Arka: Ayahku mengajarkan bahwa maafkan khilaf mereka jika mereka sudah menyadarinya. Apa yang bisa di dapat dari dendam? tapi dengan memaafkan, kita bisa mendapat kedamaian. Hidup lebih indah dan tentram.


......


"Ini. Dimakan ya jangan di jadikan pajangan doang," Arka mengeluarkan satu persatu isi kantong makanan yang ia beli di restoran tadi. Dengan begitu telaten. Sekar begitu fokus memperhatikan gerak-gerik Arka. Hingga fokus nya sampai pada satu titik.


"Arka itu tangannya masih sakit yah?" Sekar memperhatikan tangan sebelah kiri Arka yang berbalutkan perban. Ada noda darah di perban tersebut.


Arka menggeleng halus, "Nggak kok. Udah mendingan. Kamu makan ya. Aku suapi."


Sekar menahan suapan Arka yang hendak masuk ke mulutnya. Mengulas senyum, "Jangan bohong Ka. Itu pasti sakit banget kan? Mending di obatin dulu. Aku bisa makan sendiri."


"Sejak kapan sih Sekar jadi khawatiran gini, hm?" Arka mencubit pipi Sekar gemas. Menguyel nya untuk beberapa detik sebelum gadis itu meringis.


"Serius Ka. Aku khawatir. Kamu tau gak gimana khawatirnya aku pas kamu pergi ke Bali kemarin terus gak ngasih kabar?"


Arka menyelipkan anak rambut Sekar ke belakang telinganya. Menyentuh pipi gadis itu dengan halus, "Maaf ya. Kemarin aku terlalu sibuk sampai gak sempet ngabarin yang disini. Aku bener-bener minta maaf. Aku gak janji, tapi sebisa mungkin aku akan berusaha untuk gak ngulangin hal itu lagi."

__ADS_1


Sekar memang gadis yang penuh pengertian dan tak banyak menuntut untuk hal-hal kecil seperti ini. Dengan anggunnya ia mengangguk. Memegang tangan kekar Arka.


"Iya Ka. Makasih. Maaf juga kemarin aku sempet ngelakuin hal konyol yang sekiranya ngerugiin banyak orang. Terutama kamu, badan kamu."


Tidak ada kata naaf yang tidak di terima Arka bila itu dari Sekar. Tak perduli sefatal apapun kesalahannya. Selain selingkuh.


"Nggak sayang. Aku yang justru seharusnya minta maaf. Harusnya aku bilang dari Arnold kisah kami bertiga sebelumnya. Harusnya Arnold juga yang.....," Arka menggantung ucapannya. Menunduk dengan memasang muka pilu, "Yang dapetin cinta kamu," lanjutnya lagi.


Sekar tersenyum hambar. Ada sirat kesedihan di wajah Arka. Pasti ia terluka karena sahabatnya itu terluka.


"Maaf Ka. Tapi cinta gak bisa dipaksain. Sekuat apapun Arnold ngerebut aku, kalau aku gak cinta sama dia, kita tetep gak akan bersama. Satu lagi, mungkin Arnold tidak terlahir untuk ku. Suatu hari nanti, akan ada wanita yang cocok untuk Kak Arnold. Percayalah, semuanya hanya tinggal menunggu waktu," ucap gadis itu sembari mengelus halus punggung tangan Arka.


Arka menatap teduh mata Sekar. Menatapnya cukup lama hingga tak terasa air matanya bergelimang.


Inikah ia? Kemana Arka selama ini? Mengapa matanya bisa begitu buta?


Tapi benar apa kata Sekar. Semuanya tergantung waktu. Dulu, mungkin memang belum waktunya seorang Arka memandu kasih dengan Sekar. Dan barulah sekarang tiba waktunya untuk kedua insan ini bersatu.


"Terimakasih. Terimakasih untuk segalanya. Ayo kita rawat utun sama-sama. Berikan dia kebahagiaan. Kebahagiaan dari kedua orang tua yang merawatnya. Terimakasih juga sudah menerimaku kembali setelah apa yang aku lakukan selama ini," Arka mengecup kening Sekar cukup lama. Gadis itu memejamkan mata sambil memegangi tangan kekar Arka.


"Sekar, aku mencintaimu. Selamanya akan begitu, selalu."

__ADS_1


"Akupun. Terimakasih sudah mewujudkan kebahagiaanku. Membuatnya menjadi nyata. Membuktikan bahwa kebahagiaan itu ada dan nyata."


"Arka, aku menyanyangimu."


Kak Siska, terimakasih banyak. Ya Allah, maafkan aku. Ayah, Ibu, do'akan aku.


Makasih buat yang selalu koment😭


Ini Arnold. Ganteng gak?



Ini Arka



Ini Sekar



Dan ini Viona

__ADS_1



__ADS_2