Sebelah Hati

Sebelah Hati
CH 01


__ADS_3

PEMILIHAN KETUA OSIS


"Ting,lo dicariin tuh ama guru Bk !!" pekik vana,dari balik pintu ruang kelas "katanya disuruh siap - siap buat pemilihan ketos." lanjutnya lagi,membuat ku terlonjak kaget karna mendengar suara cempreng kaleng rombengnya, aku yang sedang mengerjakan tugas mau tidak mau langsung menoleh kearah dimana suara cempreng itu berasal.


"Tang, ting, tang, ting, lo pikir gue ayu ting-ting."Omelku pada vana yang kebiasaan manggil aku iting alias keriting, ya kali ayu ting ting keriting, padahal kan nama ku cantik, Adinda putri.


Sedangkan yang omeli cuma nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi nya yang putih.


"Eh, he he sorry deh,udah kebiasaan soalnya."ucapnya tanpa merasa bersalah.


"ngapain lo nyengir, kayak kuda belom makan?Emang lo mau ikutan lomba pamer gigi,,?"


"Iddiihhh, sensi amat sih lo,? Lagi Pms ya,?"


Hhhmmm,, aku menghela nafas pelan, tanpa ada niat meladeni sahabat ku yang satu ini.


Ivana saraswati adalah salah satu sahabat terbaikku disekolah, dia adalah anak dari teman ayah, seorang pedagang sayuran dipasar, Ibunya telah tiada saat kecelakaan 3 tahun yang lalu. Saat itu, tante sari yang tidak lain adalah ibunda dari Ivana berencana mengantarkan makan siang buat abah, ayah dari Ivana.


Dengan diantar oleh kak Ryo, Tante Sari berangkat dari rumah menuju pasar, tapi takdir berkata lain. Motor kak Ryo disambar oleh Mobil dari arah yang berlawanan, akhirnya motornya hilang kendali dan menabrak mobil yang sedang melaju di arah lain. Tante Sari dan kak Ryo tewas ditempat.


Aku dan Ivana bukan berasal dari keluarga yang tergolong mapan, tapi persahabatan kami sudah seperti saudara tak sedarah. Apalagi setelah kepergian Tante sari, Ivana menjadi anak yang sedikit pendiam.


Aku sendiri bukan anak tunggal, aku mempunyai seorang adik laki-laki, bernama Reza Adiputra. Tapi adikku sudah berpulang ke Rahmatullah, Karena penyakit yang di deritanya.Adikku meninggal diusia 7 Tahun, dia menderita penyakit lemah jantung, yang mengharuskan nya di operaai dengan biaya yang sangat mahal, sedangkan ayah dan bunda hanya pedagang roti keliling.

__ADS_1


Dengan berat hati, kami harus mengikhlaskan kepergian Reza, kembali ke pangkuan sang Ilahi. Mungkin saat ini dia sudah bahagia dan tidak merasakan sakit lagi. Reza meninggalkan kami 6 tahun yang lalu.


Selain vana, aku juga mempunyai 2 sahabat lagi, namanya Imran Hanan dan Kurniawan Hamid. Kami sudah bersahabat sejak masuk Smp meskipun kami bukan berasal dari keluarga yang memiliki harta melimpah, tapi kami bersyukur persahabatan kami terjalin sangat baik, kami juga cukup dikenal dikalangan para guru,karena prestasi kami yang selalu mengharumkan nama sekolah.


"Imran mana Van,?" Tanyaku pada Vana.


"Udah duluan diruang Bk, ma Wawan dan yang lain." serunya


"Lo gak ikutan,?" Tanya ku lagi


"gak ah, laper gue mau mabak dlu, dari pagi gue belom makan, soalnya gue bangun kesiangan, mana minggu depan ada lomba debat antar sekolah, kepala gue pusing."serunya sambil berlalu pergi meninggalkan ku sendirian dikelas, aku hanya menatap kepergian nya sambil menghela nafas pelan.


Yah, Ivana memang salah satu murid terbaik disekolah. Dia sering mewakili sekolah dalam acara lomba debat antar sekolah, dan hasilnya pasti dia akan memboyong salah satu piala terbaik sebagai juara.


Aku membereskan buku - buku yang berserakan diatas meja, dan bersiap menuju ruang Bk dimana para guru dan siswa lain sedang menungguku untuk rapat pemilihan ketua osis yang diadakan tiap tahun.


Setelah membereskan buku - buku, aku langsung bergegas menuju ke Ruangan Bk menemui yang lain.Aku berjalan menyusuri koridor sekolah hingga akhirnya sampai di Ruang Bk, dimana yang lain sudah berkumpul.


Aku mengetuk pintu dan memberi salam kepada Guru pengawas disana.


" Permisi bu, maaf saya telat.!" ucapku saat aku telah melewati pintu Ruangan.


" Iya sudah, silahkan masuk Din dan mencari tempat duduk, rapat akan segera dimulai 5 menit lagi." Kata Bu Risma, selaku Guru pembimbing Bk.

__ADS_1


"Darimana lo, tumben telat..?" Imran berbisik di telingaku saat aku mendaratkan bokong ku di tempat duduk, tepat disamping tempat duduknya.


"Ah, diem lo bing,,,"aku balas berbisik ditelinga nya agar tidak terdengar dan mengganggu peserta yang lain.


"Ini semua karena lo,, ninggalin gue ngerjain tugas sendirian." lanjutku lagi dan masih sambil berbisik.


"loh, kok lo salahin gue,,?" jawabnya tidak terima saat aku menyalahkannya karena meninggalkan ku sendirian dikelas tadi.


"Tuh si Onta, udah gue suruh tadi manggil elo, tapi katanya lo masih sibuk jadi gue langsung aja berangkat..!" Lanjutnya lagi.


"Alah, Emang dasar lo kambing sama onta kompak." ucapku lagi menimpali.


Yah itulah persahabatan kami, Julukan si Kambing yang ku sematkan buat si Imran sahabat terbaikku, anak Pak Lurah, Dan si Onta buat si Wawan, anak seorang driver ojek online, dan mereka memanggilku Iting anak pedagang roti keliling, tak ketinggalan juga Ivana si Tomboy, anak kang sayur dipasar.Kami memang bukan berasal dari keluarga berada tapi kami punya cita-cita yang Mulia, yaitu membanggakan dan mengangkat derajat orang tua kami.


"Baiklah anak-anak, karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat lima belas menit, kita langsung saja memulai kegiatan kita pagi ini." ucap Bu Risma selaku Pembimbing Bk, Dan Ketua pembina Osis. Memulai kegiatan yang akan segera berlangsung.


Suasana hening di ruangan seketika saat Bu Risma memulai membacakan nama - nama para kandidat yang akan ikut mencalonkan diri menjadi Ketua Osis periode 2021 - 2022.


Tbc


Ini karya pertama ku genks, mohon jangan diBully yah.


Aku masih belajar menulis, masih butuh masukan dari para readers sekalian.Jika mau kritik silahkan tapi tolong kasi masukan juga yah biar lebih baik kedepannya. Kalian adalah Moodbooster bagiku jadi tolong kasih kritik, tapi jangan yang bikin down yah🙏🙏🙏

__ADS_1


*Plis vote, like, n komen.


jangan lupa tinggalkan jejak*.


__ADS_2